Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Faktor-Faktor Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Lansia di Puskesmas X Kabupaten Tegal Tahun 2023 Rizqiyana, Fika; Shohimah, Siti Nahriatus; Wulandari, Prihastini Setyo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.18317

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang bersifat progresif, aspek penting untuk mengontrol tekanan darah pasien yaitu kepatuhan pasien dalam meminum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien lansia dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien lansia. Penelitian ini menggunakan kuesioner Health Belief Model dengan pendekatan prospektif. Sampel pada penelitian ini yaitu pasien lansia sebanyak 50 pasien yang menderita hipertensi lebih dari 3 bulan. Metode analisa dalam penelitian ini menggunakan Analisa bivariat menggunakan uji statistika chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan pasien dengan kategori kepatuhan tinggi sebanyak 82% dan kategori kepatuhan rendah sebanyak 18%. Hasil pada penelitian hubungan persepsi kerentanan, keparahan, hambatan dan isyarat untuk bertindak didapatkan hasil yang signifikan dengan nilai kerentanan (p value =0,026) keparahan (p value = 0,010), hambatan (p value =0,024) dan isyarat (p value = 0,09).
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Peningkatan Pengetahuan Ibu di Desa Brekat Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal Rejeki, Desi Sri; Febriyanti, Dita Putri; Wulandari, Prihastini Setyo; Rizqiyana, Fika
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 6 No 1 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v6i1.785

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana tinggi badan seseorang lebih pendek dari rata-rata tinggi badan seusianya. Stunted (short stature) merupakan indikator malnutrisi kronik yang menunjukkan riwayat kurang gizi pada balita dalam jangka waktu lama. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat, mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap upaya pencegahan stunting dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting. Hasil dari pengabdian ini adalah tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting dikategorikan baik dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap upaya pencegahan stunting antara lain umur, pendidikan, pekerjaan, akses informasi dan dukungan lingkungan sekitar.
Variasi Konsentrasi Emulgator Span-Tween 80 pada Body Scrub Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) dan Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana mill) Fikriyanti, Dyah Ayu; Alfiraza, Ery Nourika; Rizqiyana, Fika
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 1 (2025): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i1.648

Abstract

Body scrub merupakan sediaan kosmetik untuk kecantikan yang bermanfaat untuk melembutkan dan mengangkat sel kulit mati. Ampas kelapa mengandung serat kasar yang digunakan sebagai scrub agent dan biji alpukat mengandung vitamin E yang dapat digunakan untuk perawatan kulit. Salah satu bahan yang digunakan pada sediaan body scrub didalamnya terdapat bahan span-tween 80 yang berfungsi sebagai emulgator. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui sebesar apa pengaruh variasi konsentrasi emulgator span-tween 80 pada sediaan body scrub Ampas kelapa (Cocos nucifera) dan ekstrak biji alpukat (Persea americana mill). Metode yang digunakan yaitu maserasi dengan prelarut etanol 96% dan pembuatan scrub agent dengan cara diperas kemudian dioven lalu diblender sampai halus dan diayak menggunakan ayakan no 18. Hasil rendemen ekstrak biji alpukat sebesar 12,83% dan hasil standarisasi ekstrak biji alpukat memenuhi syarat sesuai standar kadar air dan kadar abu. Dari hasil skrining fitokimia terdapat kandungan polifenol, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin pada ekstrak biji alpukat. Pada dasarnya hasil penelitian terdapat pengaruh perbedaan variasi konsentrasi emulgator span-tween 80 terhadap sifat fisik sediaan body scrub
Pengaruh Waktu Tunggu Pengambilan Obat terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Kaladawa Fahamsya, Arifina; Pramiastuti, Oktariani; Meylani, Urviana; Rizqiyana, Fika
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 1 (2023): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i1.528

Abstract

Waktu tunggu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien. Dalam melakukan upaya pengingkatan kualitas kesehatan, puskesmas harus didukung oleh pelayanan kefarmasian yang bermutu tinggi. Pelayanan yang baik di suatu puskesmas dapat memberikan kepuasan kepada pasien. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan metode cross sectional untuk melihat pengaruh waktu tunggu pengambilan obat terhadap kepuasan pasien di puskesmas Kaladawa menggunakan uji chi square. Dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden yang diambil dengan teknik random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh waktu tunggu pengambilan obat terhadap kepuasan pasien di puskesmas Kaladawa, dengan nilai p value 0,000 (<0,05). Untuk itu diharapkan kepada Puskesmas Kaladawa untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan pelayanan kesehatan agar pasien yang dating merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
EVALUASI PROCUREMENT OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BREBES TAHUN 2023 Fahamsya, Arifina; Rizqiyana, Fika; Imanniar, Deswita Tasyamul
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i2.639

Abstract

Kegiatan procurement di Rumah Sakit mempunyai peranan penting dalam efektivitas serta efisiens pada pengelolaan obat, dampak dari pengelolaan yang tidak tepat dapat menghambat dan mengalami kekosongan persediaan obat serta menurunkan kualitas mutu pada Instalasi Farmasi tersebut. Perencanaan di RS dilaksanakan untuk menghindari terjadinya kekosongan obat. Perencanaan kebutuhan diwujudkan oleh adanya aktivitas pengadaan di RS. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui gambaran proses pelaksanaan procurement obat di Instalasi Farmasi RSUD Brebes periode 2023. Teknik total sampling digunakan dalam penelitian ini dengan sebanyak 6 panelis. Data penelitian ini diambil dengan mengisi kuesioner serta dilakukannya wawancara secara mendalam. Penilaian kuesioner menggunakan skala guttman dan dilakukan analisis data menggunakan aplikasi SPSS versi 22 serta analisis univariat guna menghitung data frekuensi dari masing-masing variabel. Hasil evaluasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses perencanaan kebutuhan obat masuk kedalam kategori sangat baik dengan perolehan nilai (88%), dan pada proses pengadaan obat masuk kedalam kategori sangat baik dengan perolehan nilai (93%).
RASIONALITAS PERESEPAN OBAT DIARE PASIEN PEDIATRIK RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TALANG TAHUN 2023 Fatimatuzzahroh, Fany; Istriningsih, Endang; Rizqiyana, Fika
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.7949

Abstract

Penyakit diare di Kabupaten Tegal mengalami peningkatan. Terdapat 18 Kecamatan di Kabupaten Tegal kasus diare tertinggi di Kecamatan Talang. Setelah survey pendahuluan kasus diare pada Tahun 2022 sebanyak 543 kasus mengalami peningkatan pada Tahun 2023 sebanyak 626 kasus diare di Pusesmas Talang. Sehingga penulis tertarik untuk mengetahui rasionalitas peresepan obat diare dan untuk mengetahui rasionalitas peresepan obat diare berdasarkan pedoman rasionalitas peresepan dengan 8T. metode penelitian deskriptif dengan data retrospektif dari resep dan rekam medis. Pengambilan sampel dengan teknik Purposive Sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Terdapat 87 sampel dihasilkan dari perhitungan rumus Slovin. Hasil rasionalitas peresepan obat diare berdasarkan tatalaksana Lima Langkah Tuntas Diare. Penggunaan obat diare terbanyak Oralit dan Zinc 41 (35%), ketidak rasionalan yaitu tidak tepat pasien 14%, tidak tepat obat 63%, tidak tepat indikasi 7%, tidak tepat dosis 29%, tidak tepat durasi pemberian 21% serta waspada efek samping obat. Rasionalitas pada tepat diagnosis dan tepat cara pemberian 100%.
Motivasi sebagai Faktor Pendorong Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis. Rizqiyana, Fika; Widiya Nurhikmah; Desi Sri Rejeki
Journal Pharma Saintika Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober : Jurnal Pharma Saintika
Publisher : Program Studi DIII Farmasi Akademi Farmasi Dwi Farma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51225/jps.v9i1.99

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health concern that requires long-term treatment with Anti-Tuberculosis Drugs (ATDs). The success of therapy largely depends on patient’s adherence to the prescribed regimen, which is influenced by various behavioral and psychosocial factors. This study aimed to determine the level of medication adherence among TB patients taking ATDs and analyze the factors influencing adherence, including knowledge, motivation, and social support. A descriptive quantitative study with a cross-sectional was conducted involving 43 respondents selected through total sampling. Data were collected using the Morisky Medication Adherence Scale 8 (MMAS-8) and questionnaires assessing knowledge, motivation, and social support. The findings showed that 41,9% patients had low adherence, 25,6% had moderate adherence, and 32,6% had high adherence. Of the three factors analyzed, ony motivation exhibited a statistically significant association with adherence (p= 0,038), while knowledge (p=0,757) and social support (p=0,216) did not show significant associations. In conclusion, motivation represents a major determinant of adherence among TB patients. Interventions that emphasize motivational enhancement and educational engangement by healthcare providers should be prioritized to improve adherence and optimize treatment outcomes for tuberculosis.