Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH LESITIN SEBAGAI EMULSIFIER ALAMI TERHADAP KARAKTERISTIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) Budi Sawitri, Satwika; Kurniawan, Kurniawan; Masikah, Nisrina; Mahardika, Muladi
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i2.45

Abstract

Daun Alpukat (Persea americana Mill.) memiliki kandungan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Berdasarkan potensi daun alpukat tersebut dapat dimanfaatkan dalam formulasi sediaan krim. Sehingga dapat dikembangkan suatu formula sediaan krim dengan menggunakan emulsifier alami seperti lesitin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan krim ekstrak daun Alpukat (Persea americana Mill.) dengan variasi konsentrasi lesitin sebagai emulsifier alami. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Krim dibuat menjadi 4 formula dengan variasi konsentrasi lesitin sebesar 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%. Uji evaluasi mutu sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH sediaan, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Hasil menunjukkan bahwa F1-F4 memiliki karakteristik sediaan yang memenuhi standar mutu fisik sediaan krim berdasarkan hasil uji organoleptis, homogenitas, pH (6,63-7,05), viskositas (2052,1-8078,6 cPs), daya sebar (5,14-6,35 cm), dan daya lekat (7-9 detik). Formula 4 tidak memenuhi kriteria standar mutu sediaan krim berdasarkan nilai pH yang dihasilkan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN TANAMAN OBAT KELUARGA(TOGA) MENJADI PRODUK JADI DI SMK MUHAMMADIYAH LEBAKSIU Mahardika, Muladi; Agus Sutanto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v2i2.302

Abstract

Tanaman obat keluarga merupakan beberapa jenis tanaman obat pilihan yang dapat ditanam dipekarangan rumah atau lingkungan rumah. Pengenalan dan Pemanfaatan secara optimal obat tradisional bagi siswa dapat dilakukan dengan menanam tanaman obat keluarga (TOGA) di lahan sekolah. Nama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan siswa tentang pemanfaatan dan pembudidayaan tanaman obat keluarga(TOGA) di SMK Muhammadiyah Lebaksiu. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahauan dan pemahaman mengenai kemanfaatan tanaman obat keluarga di sekolah. Pengabdian masyarakat ini melibatkan 40 siswa siswi smk. Instrumen yang digunakan lembar pre-test dan post test. Kemudian dianalisis menggunakan distribusi frekuensi untuk data demografi dan grafik untuk nilai pre-test dan post-test. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa siswi sebesar 33% karena di SMK Muhammadiyah lebaksiu mata pelajaran terkait bahan alam serta mulai dikembangkannya Green House untuk budidaya TOGA. Peningkatan keterampilan ini sangat signifikan yaitu 140%. Hal ini disebabkan karena formula produk olahan TOGA yang dibuat dalam penelitian ini sederhana, bahannya mudah didapat dan mudah dipraktekan oleh siswa siswi SMK
Formulasi dan Uji Sifat Fisik Sediaan Body Scrub Ekstrak Wortel (Daucus carrota L.) Sebagai Anti Aging Mahardika, Muladi; Okta Riyani, Putri
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 2 (2025): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i2.100

Abstract

Wortel mengandung beta karoten yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit serta vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan alami, melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menginvestigasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak wortel (1%, 3%, dan 5%) terhadap efek anti aging pada produk Body Scrub. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak wortel pada Body Scrub, yaitu 1%, 3%, dan 5%. Proses pembuatan ekstrak wortel meliputi pengumpulan wortel, sortasi basah, pencucian, pemotongan, pengeringan, sortasi kering, penghalusan, dan maserasi selama 48 jam dengan etanol 96%. Body Scrub yang dihasilkan kemudian diuji secara fisik, meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, daya sebar, anti aging, dan uji kesukaan dengan melibatkan 20 responden. Uji anti aging dilakukan dengan mengoleskan Body Scrub pada kulit tangan 6 responden selama 12 hari, kemudian mengukur tingkat kelembapan kulit menggunakan alat skin analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak wortel berpengaruh terhadap sifat fisik Body Scrub dan tingkat kelembapan kulit terkait efek anti aging. Formulasi dengan konsentrasi ekstrak wortel Formula (5%) memberikan hasil terbaik berdasarkan uji anti aging.