Ahyani, Salman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HISTORY AND DYNAMICS OF PONDOK PESANTREN MODERN DAAR AL ULUUM KISARAN DISTRICT ASAHAN Sinaga, Ali Imran; Matsum, Hasan; Ahyani, Salman
Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Vol 1, No 4 (2020): Social Sciences, Education and Humanities
Publisher : Universitas Dharmawangsa Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/ijsseh.v1i4.1396

Abstract

The objective of this research were to analyze: 1) The dynamics of educator in Modern Boarding School Daar Al Uluum Kisaran Asahan District, 2) The dynamics of students in Modern Boarding School Daar Al Uluum Kisaran Asahan District, 3) The dynamics of curriculum in Modern Boarding School Daar Al Uluum Kisaran Asahan District. The approach of this research was qualitative methods. The data obtained through interviews, observation and document. The Informant of this research was the Director of Islamic boarding school, Director Curriculum of Islamic boarding school, Director Administration of Islamic boarding school, headmaster of MTs, headmaster of MA, headmaster PKU, Adviser to the Asahan regency Indonesia islamic boarding school Majelis Ulama and others. The result of this research showed that: 1) The dynamic of educator in boarding school initially, the teaching staff at the boarding school were only buya or ummi who taught at Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah in 1979, but since the opening of the Madrasah Aliyah Religious program in 1999, the teaching force at this boarding school has continued to increase, and now the number of educators has reached 111 people. 2) The Students at the boarding school in the beginning of its establishment experienced an increase and the highest glory was 3000 students in 2000, in 2007 decreased by 1500 students, and now the number continues to decline 760 students. 3) There are three curricula used in this boarding school, namely the Tahfizh curriculum which is implemented using the tasmi’ and muraja’ah methods, while the National curriculum is a curriculum that is applied nationally throughout Indonesia such as  K.13 and the boarding school curriculum, which is all student activities for 24 hours at the boarding school, along with teaching classical books.
Sinergi Progresivisme dan Esensialisme dalam Filsafat Pendidikan: Integrasi Nilai, Inovasi dan Implementasinya dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Ahyani, Salman; Akyunin, Qurrota; Amril, Amril; Novita, Liana
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i3.3166

Abstract

Perkembangan pendidikan di era modern menuntut adanya pembaruan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta dinamika kebutuhan peserta didik. Namun demikian, pembaruan tersebut tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi fondasi utama pendidikan, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Tantangan ini semakin relevan seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan kemandirian belajar, kreativitas, pembelajaran bermakna, serta penguatan karakter peserta didik secara holistik. Oleh karena itu, diperlukan landasan filosofis yang mampu menjembatani tuntutan modernitas dengan nilai-nilai keislaman yang esensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengintegrasikan dua aliran filsafat pendidikan, yaitu progresivisme dan esensialisme, dalam kerangka pendidikan Islam, serta menelaah relevansinya terhadap penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui penelaahan berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progresivisme sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada peserta didik, pembelajaran aktif, kontekstual, dan berbasis proyek. Sementara itu, esensialisme berperan penting dalam menjaga nilai-nilai fundamental Islam seperti akhlak, disiplin, tanggung jawab, serta penguasaan pengetahuan pokok. Integrasi kedua aliran ini menciptakan keseimbangan antara inovasi dan pelestarian nilai, sehingga mampu melahirkan model pembelajaran pendidikan Islam yang dinamis, relevan dengan zaman, dan berakar kuat pada nilai spiritual Islam.