Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SPIRITUALISME KELUARGA DALAM MENJAGA IMUNITAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 Rif’ah, Lailatul
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 19 No. 02 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Peristiwa pandemi covid-19 yang begitu tiba-tiba memberikan dampak yang sangat luas. Pemerintah dan masyarakat dipaksa berpikir untuk mencari solusi. Sebagian masyarakat memilih bertahan dari aktivitas di luar rumah sehingga berdampak pada pemberhentian hubungan kerja. Kondisi ini menambah berat dampak dari sisi ekonomi. Selain masalah ekonomi, aspek sosial, psikologis, fisik dan spiritual juga perlu diperhatikan. Spiritualisme keluarga memiliki peranan penting dalam menghadapi masa transisi pasca pandemi, karena di dalamnya berlangsung proses sosialisasi yang berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya individu, baik dari segi fisik, mental maupun sosial. Tugas utama keluarga di antaranya adalah memenuhi kebutuhan jasmani, rohani dan sosial bagi seluruh anggota keluarganya termasuk perawatan anak, membina perkembangan pribadinya serta mendidik jiwa spriritual dan mental. Ketahanan spiritualisme keluarga merupakan alat ukur dalam peranannya sebagai fungsi tanggung jawab mewujudkan kesejahteraan anggotanya. Tingkat ketahanan spiritualisme keluarga ditentukan oleh sikap dan perilaku masing-masing individu dan masyarakat. Keluarga yang memiliki pengetahuan dan pemahaman ketahanan spiritual yang baik, akan mampu bertahan bersama perubahan struktur, fungsi dan peranan keluarga yang berubah sesuai kondisi yang dibutuhkan. Pentingnya peranan pendidikan agama juga perlu untuk diperhatikan. Kata kunci: Spiritualisme, Pandemi, Covid-19
Ahlulbait dalam perspektif Al-Sha'rawi (Kajian Kitab Tafsir Khawatir al-Sha'rawi Hiawl al-Qur'an al-Karim) Nur Hidayah, Nikhmatul; Rif’ah, Lailatul
FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam, dan Living Qur'an Vol 3 No 02 (2024): Firdaus: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam, dan Living Qur’an
Publisher : Prodi IAT STAI Al Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/iat.v3i02.343

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan yang terjadi dalam masyarakat masa kini dalam memahami ahlulbait. Diantara mereka ada yang terlalu mengunggulkan akan ahlulbait dan sebagian yang lain terlalu merendahkannya. Menyadari pentingnya makna ahlulbait yang akan terjadi perbedaan diantara masyarakat masa kini, maka dari keadaan inilah peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai makna ahlulbait perpspektif Sha'rawi dalam Kitab Tafsir Khawatir al-Sha'rawi Hi awl al-Qur'an al Karim. Dengan ini berharap agar para pembaca bisa memahami lebih mendalam tentang ahlulbait Nabi Muhammad saw dengan beberapa pembahasan yaitu: Penafsiran Ahlulbait perspektif al-Sha'rawi dalam kitab Tafsir Khawatir al-Sha'rawi Hiawl al-Qur'an al Karim dan cara menyikapi ahlulbait Rasulullah SAW. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat kajian pustaka (Library research). Adapun dalam metodenya, peneliti menggunakan metode tafsir tematik tokoh. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kitab tafsir Khawatir al-Sha'rawi Hiawl al-Qur'an al-Karim. Al-Sha'rawi lainnya seperti Ana min Sulalat ahlbait. Adapun hasil dari penelitian ini, Sha'rawi mengungkapkan bahwasannya ahlulbait tidak hanya terbatas pada nasab dari pihak pria semata, namun juga mencakup pihak wanita di dalamnya. karena wanita sangat berperan dalam menjaga privasi dan memberikan dukungan. Oleh karena itu, dalam suatu keputusan atau hukum, peran seorang wanita tidak pernah dilalaikan. Adapun lafadz "al-Rijsu" menurut Sha'rawi mempunyai 3 makna, 1. Kotoran fisik, 2. Kekejian moral, 3. Kemunafikan.