Kaidah pertanyaan (istifham) dan jawaban dalam Al-Qur'an merupakan bagian penting dari penelitian ini. Pertanyaan dalam Al-Qur'an tidak selalu bertujuan untuk mengumpulkan informasi; sebaliknya, mereka memiliki tujuan retorik, penegasan, pengingkaran, bahkan perintah. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Ayat-ayat yang mengandung pola pertanyaan dianalisis secara linguistik dan tafsir. Studi ini mengumpulkan data dari kitab tafsir klasik seperti al-Itqan fi "Ulum al-Qur'an" oleh al-Suyuṭi, Uṣul al-Tafsir wa Qawa‘iduhu oleh Khalid "Abd al-Raḥman, dan Qawa‘id al-Tafsir oleh Khalid al-Sabt. Hasilnya menunjukkan bahwa berbagai jenis pertanyaan yang ditemukan dalam Al-Qur'an dapat dikategorikan menjadi beberapa bagian yaitu (1) istifham inkari yang bermakna pengingkaran, (2) pertanyaan yang mengandung perintah, (3) pertanyaan yang mengandung penegasan, serta (4) pertanyaan sebagai sarana pendidikan dan argumentasi. Pemahaman terhadap kaidah ini penting untuk menghindari kesalahan interpretasi dan memberikan pemaknaan yang lebih mendalam terhadap pesan ilahi.
Copyrights © 2026