Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penyuluhan Gizi Seimbang Dengan Media Leaflet Pada Siswa SMA Al-Fattah Terboyo Azizah, Agtika Yasyfa Nur
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): PRAXIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v3i1.1122

Abstract

Kota Semarang memiliki tekad untuk mengurangi permasalahan gizi khususnya pada remaja sekolah. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan persentase remaja usia tahun 16-18 tahun di Kota Semarang, sebesar 2.67% tergolong sangat pendek, 14.85 tergolong pendek, 0.43% tergolong sangat kurus, 11.65% tergolong kurus, dan 6.92% tergolong obesitas. Gambaran dan perhatian tentang kesehatan dan gizi pada remaja khusunya anak sekolah merupakan isu yang sangat penting. Kurangnya pengetahuan terkait gizi juga akan mengganggu kemampuan seseorang untuk menerapkan informasi gizi dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan gizi pada usia muda merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan pengetahuan seseorang. Pendidikan gizi dapat dilakukan dengan cara penyuluhan. Penyuluhan terkait gizi seimbang pada remaja sekolah dapat berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan diharapkan dapat merubah perilaku remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMA Al-Fattah Terboyo, Kota Semarang dengan total peserta berjumlah 31 orang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dan media leaflet. Kegiatan peyuluhan berjalan dengan lancar dan ditandai dengan antusias siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan penyuluhan. Kegiatan pengabdian ini telah menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa-siswi di SMA Al-Fattah Terboyo. Sebelum dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan siswa dengan kategori baik sebesar 22.6% dan setelah dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan siswa dengan kategori baik meningkat menjadi 48.4%.
Peningkatan Pengetahuan Kepada Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi di Rumah Pelita Manyaran Azizah, Agtika Yasyfa Nur
Kreativasi : Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 2 (2024): Vol.3 No.2,2024: September 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/kreativasi.v3i2.35912

Abstract

Maternal mortality rates (MMR) are frequently used to evaluate a community's level of health. In general, the effectiveness of maternal health initiatives may also be assessed using MMR. One factor that contributes to the maternal mortality rate is high-risk pregnancies. High-risk pregnancies are those that have conditions that might raise the fetus's chance of abnormalities or injury. Low- and lower-middle-income nations, such as Indonesia, account for about 95% of all maternal mortality. Numerous studies have have shown that pregnant women lack knowledge of health risks during pregnancy. A potential strategy for lowering MMR is educating women about high-risk pregnancies. The purpose of this community service project is to educate expectant mothers about pregnancy risks in order to reduce complications for both the mother and the fetus at Rumah Pelita Manyaran, Semarang City. Providing education is done through the counseling method. The media used is leaflet media. Pregnant women who attended the Pregnant Women Class at Rumah Pelita Manyaran in Semarang City were the targets of this social project. The results of the measurement indicated a significant growth in knowledge. Pregnant women in the good category had a knowledge level of 45% before counseling, and that level of knowledge increased to 60% after counseling.
Implementasi Program Golden Moral untuk Membentuk Generasi Khairu Ummah bagi Santri TPQ Pelangi Nusantara Azizah, Agtika Yasyfa Nur; Agustin, Ayu Tri; Dewi, Dyah Mustika Chandra; Anisa, Mutiara Nur; Azizah, Zahroh Nur; Wicaksono, Anggit
Al Mu'azarah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/almuazarah.v2i2.2354

Abstract

TPQ Pelangi Nusantara has several issues, including the absence of a standardized curriculum, limited teaching staff, and lack of parental involvement in children's character education. As a solution, the Golden Moral program is implemented by adjusting the principles of golden habits, a concept that emphasizes the formation of good habits in daily life. The program aims to improve children's morals and the quality of TPQ education through various activities such as program socialization and distribution of supporting books, Qur'an and Iqro reading and writing training, and strengthening speaking skills through speech training. In addition, there is also literacy corner (pojok literasi), worship education (wudhu, tayamum, salat), game-literasi (garasi), and creation event (ajang kreasi). The program runs for four months, from August to November 2023. This program succeeded in changing the behavior of students to be better and have a positive character and succeeded in improving the quality of learning in TPQ. Santri also experienced an increase in the ability to read and write the Qur'an of the students, the students' understanding of speech materials, worship, and other islamic materials, as well as fostering creativity in their work.
Mapping Stunting and Its Risk Factors in Sub-Districts Throughout Semarang City in 2022 Azizah, Agtika Yasyfa Nur; Ningrum, Dina Nur Anggraini; Wahyuningsih, Siti Endah
Journal of Health Education Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhealthedu.v10i1.5728

Abstract

 Background: The prevalence of stunting in Semarang City is the lowest compared to other districts/cities at 10.40%. Semarang City has not used a mapping system in handling stunting cases even though mapping stunting and its risk factors with GIS can help policymakers read areas that can be used as a basis for determining stunting-related programs because each region has different characteristics. Methods: This study combined an ecological study and mapping approach with a cross-sectional design. This research was conducted in 2022. The population in this study were all 16 sub-districts in Semarang City. The sampling technique in this study was total sampling.  Results: The results showed that in the mapping of correlated risk factors, the variables of the percentage of households that have access to safe sanitation,  percentage of households with shared toilet, percentage of LBW, percentage of pregnant women with parity >4, and percentage of pregnant women aged >35 years old were significantly associated with the prevalence of stunting. Conclusions: Sub-districts that can be prioritized for stunting prevention, treatment, and screening are Semarang Selatan, Semarang Utara, Semarang Tengah, Semarang Timur, and Tugu
Penyuluhan Gizi Seimbang Dengan Media Leaflet Pada Siswa SMA Al-Fattah Terboyo Azizah, Agtika Yasyfa Nur
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): PRAXIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v3i1.1122

Abstract

Kota Semarang memiliki tekad untuk mengurangi permasalahan gizi khususnya pada remaja sekolah. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan persentase remaja usia tahun 16-18 tahun di Kota Semarang, sebesar 2.67% tergolong sangat pendek, 14.85 tergolong pendek, 0.43% tergolong sangat kurus, 11.65% tergolong kurus, dan 6.92% tergolong obesitas. Gambaran dan perhatian tentang kesehatan dan gizi pada remaja khusunya anak sekolah merupakan isu yang sangat penting. Kurangnya pengetahuan terkait gizi juga akan mengganggu kemampuan seseorang untuk menerapkan informasi gizi dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan gizi pada usia muda merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan pengetahuan seseorang. Pendidikan gizi dapat dilakukan dengan cara penyuluhan. Penyuluhan terkait gizi seimbang pada remaja sekolah dapat berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan diharapkan dapat merubah perilaku remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMA Al-Fattah Terboyo, Kota Semarang dengan total peserta berjumlah 31 orang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dan media leaflet. Kegiatan peyuluhan berjalan dengan lancar dan ditandai dengan antusias siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan penyuluhan. Kegiatan pengabdian ini telah menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa-siswi di SMA Al-Fattah Terboyo. Sebelum dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan siswa dengan kategori baik sebesar 22.6% dan setelah dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan siswa dengan kategori baik meningkat menjadi 48.4%.