Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

An Effective Pain Management with Peanut Ball and Aromatheapy Rose for Pain Reduction at the Time of Childbirth Tambunan, Lensi Natalia; Trihartiningsih, Evie
International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (IJCIMS) Vol 5 No 2: September 2023
Publisher : Lamintang Education and Training Centre, in collaboration with the International Association of Educators, Scientists, Technologists, and Engineers (IA-ESTE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36079/lamintang.ijcims-0502.567

Abstract

The delivery process, pain is regarded as the most unpleasant even the most chilling by mothers. The pain can affect the condition of the mother is a tired, fear, worry, and stress. Handling pain in non-pharmacological in pregnancy and childbirth is a method of relaxation are cheaper, effective, simple and without side effects as using peanut ball and aromatherapy rose. This study aims to know the effect of peanut ball and aromatheapy rose in the reduction of pain during childbirth. The method used in this study is literature review by examining a number of articles that have been determined, this study consists of 10 articles that will be analyzed with the technique of manual article selection. It has been discovered that the use of peanut balls and the giving of aromatheapys has an effect on poenurunan birth pain when phase I. It is expected that use peanut ball and the provision of aromatherapy rose as a way of an alternative aimed at reducing pain in childbirth when Phase I.
GAMBARAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA DI KELURAHAN BERENG BENGKEL Munanadia, Munanadia; Trihartiningsih, Evie
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2023): Volume 2, Nomor 3, Juni 2023
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v2i3.262

Abstract

Anak memiliki ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Menteri Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan Standar Antropometri Anak yang digunakan sebagai acuan untuk penilaian status gizi anak dan tren pertumbuhan anak. Tahun 2022 prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6%. Untuk prevalensi balita stunting di wilayah Kalimantan Tengah dikisaran 26,9%. Fokus pemerintah saat ini terkait tumbuh kembang adalah pencegahan stunting agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal guna menghadapi bonus demografi 2030. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita di Kelurahan Bereng Bengkel yang akan menjadi Kampung KB percontohan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah balita usia 1-5 tahun dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data akan dianalisa menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian diketahui jenis kelamin (laki-laki 48,9%, dan perempuan 51,1%), BB/U dengan kondisi normal (76,6%), TB/U dengan kondisi normal (100%), teratur melakukan kunjungan posyandu (74,4%), KMS terisi dengan lengkap (70,2%), Status imunisasi tidak lengkap (46,8%), Mendapatkan vitamin A (95,7%), dan balita sakit ditangani oleh tenaga kesehatan (91,5%). Walaupun tidak ditemukan kejadian stunting, namun perlu diperhatikan kenaikan berat badan balita setiap bulan dengan rutin melakukan kunjungan posyandu dan imunisasi lengkap sesuai jadwal, selain itu peran kader untuk mencatat hasil penimbangan dan pengukuran sehingga KMS terisi lengkap dan bisa dimanfaatkan sebagai deteksi dini masalah gizi lainnya terhadap balita di Kelurahan Bereng Bengkel
PEANUT BALL EFEKTIF MENGURANGI LAMA PERSALINAN KALA I Trihartiningsih, Evie; Munanadia, Munanadia
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2, Nomor 2, April 2023
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v2i2.269

Abstract

Persalinan lama atau memanjang seringkali dihadapi oleh ibu bersalin. Persalinan memanjang itu sendiri berpotensi tinggi memicu terjadinya risiko persalinan dan merupakan salah satu tanda bahaya persalinan. Penanganan yang cepat dan tepat dibutuhkan untuk memastikan keselamatan kondisi ibu dan bayi. Salah satu alternatif untuk mengatasi lama persalinan kala I yaitu dengan peanut ball. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektifitas peanut ball terhadap lama persalinan kala I. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah semua ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel adalah 30 ibu bersalin di Bidan Praktik Mandiri dengan teknik consecutive sampling. Data dianalisa menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian diketahui usia ibu 20-35 tahun (76,7%), ibu tidak ada mengalami kecemasan (60%) dan ibu mendapat dukungan suami atau keluarga (56,7%). Penggunaan peanut ball lebih efektif mempercepat persalinan kala I dan ibu bersalin dapat menggunakan peanut ball sebagai salah satu teknik non farmakologi dalam mengurangi atau meminimalkan lama persalinan kala I
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-24 Bulan di Puskesmas Pahandut: Description of Mother’s Knowledge About Stunting Event in Toodlers Aged 12-24 Months at Pahandut Community Health Center Palangka Raya City Santi, Santi; Trihartiningsih, Evie; Putri, Dian Purnama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9753

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Stunting adalah keadaan gagal tumbuh yang di alami oleh anak berusia dibawah lima tahun. Kejadian stunting pada balita masih jadi perhatian utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan Data yang di dapatkan dari Puskesmas Pahandut pada tahun 2020 sebesar (18,58), tahun 2021 sebesar (21,1%), pada tahun 2022 sebesar (18,4%) sedang pada tahun 2024 mulai dari bulan mei sampai dengan bulan juli berjumlah (10,5%) balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan ibu tentang kejadian stunting pada bali ta usia 12-24 bulan Di Puskesmas Pahandut. Metode penelitian ini menggukan metode kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang kunjungan di Puskesmas Pahandut dan sampel di ambil menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 52 responden dan analisis univariat. Hasil penelitian ini menujukan hasil sebagian besar ibu balita yang berusia 20-35 tahun yaitu sebanyak 43 orang (83%), dan berdasarkan pendidikan sebagian besar berada pada pendidikan tinggi yaitu 26 orang (50%), berdasarkan jenis pekerjaan sebagian besar ibu memilih tidak bekerja yaitu sebanyak 37 orang (71%), dan berdasarkan penghasilan sebagian besar pada kategori rendah yaitu 12 orang (23%), dan berdasarkan pengetahuan sebagian besar ibu balita dalam kategori baik yaitu 25 orang (48%). Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar pengetahuan ibu tentang kejadian stunting dalam kategori baik tetapi masih ada ibu yang memiliki pengetahuan cukup dan pengetahuan kurang sehingga di harapkan bagi petugas kesehatan lebih menyebar luaskan informasi tentang stunting untuk masyarakat.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA MELALUI SENAM LANSIA DI POSYANDU KEMUNING WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYON KOTA PALANGKA RAYA Trihartiningsih, Evie; Tambunan, Lensi Natalia; Putri, Dian Purnama; Agustin, Sefentina
JURNAL BAKTI UPPR: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): JURNAL BAKTI UPP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54683/jbuppr.v2i1.98

Abstract

Lansia akan mengalami kemunduran terutama di bidang kemampuan fisik sehinggga mengakibatkan timbulnya gangguan dalam hal mencukupi kebutuhan sehari-harinya yang berakibat dapat meningkatkan ketergantungan untuk memerlukan bantuan orang lain. Salah satu cara untuk memperbaiki kesehatan lansia adalah dengan senam lansia. Senam lansia membuat tubuh agar tetap bugar dan tetap segar sehingga bermanfaat untuk menghambat proses degeneratif/penuaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode penyuluhan, dimana penyuluhan dilakukan di halaman Posyandu Kemuning. Jumlah lansia yang mengikuti kegiatan sebanyak 42 lansia. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah terlaksananya senam lansia serta adanya peningkatan pengetahuan lansia terkait peningkatan kualitas hidup lansia.
PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI KEGIATAN AKTIVITAS FISIK DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DI POSYANDU KEMUNING KOTA PALANGKA RAYA Tambunan, Lensi Natalia; Trihartiningsih, Evie; Putri, Dian Purnama; Agustin, Sefentina; Astika, Vina; Pitrya, Pitrya
JURNAL BAKTI UPPR: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): JURNAL BAKTI UPP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54683/jbuppr.v2i2.114

Abstract

Lansia bukan suatu penyakit, tetapi tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradptasi dengan stress lingkungan. Penurunan kemampuan berbagai organ, fungsi dan system tubuh itu bersifat alamiah atau normal terjadi. Lansia diharapkan selalu beraktifitas fisik seperti berjalan, berolah raga, bergerak sehingga tubuh menjadi sehat dan bugar serta kualitas hidup menjadi lebih baik.Selin itu, perlu dilakukannya pemeriksaan Kesehatan rutin. Oleh sebab itu perlu pemberdayaan Masyarakat berupa pelaksanaan aktifitas fisik dan pemeriksaaan tekanan darah. Lansia mengikuti sebanyak 29 lansia. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan adanya respon yang baik dari lansia yang hadir.
Preferensi Masyarakat Desa Marikoi Terhadap Proses Layanan Melahirkan dengan Dukun Bayi Perspektif Maqasid Syariah Astyawan, Adelia Zahratunnisa; Trihartiningsih, Evie; Ningsih, Fitriani; Anugraheni, Muchlisa; Rokhmi, Siti Nafizah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i1.1025

Abstract

This study discusses the preferences of Marikoi villagers in choosing TBA delivery services over medical professionals. The main factors influencing this decision are hereditary trust, affordability, and ease of access to TBAs who are closer to the community. From an obstetric perspective, this practice poses a high health risk as TBAs do not have adequate medical skills to handle labor complications. However, from a maqashid sharia perspective, the principle of protection of life (hifz an-nafs) emphasizes that the safety of mothers and babies should be the top priority. Therefore, an integration strategy between TBAs and health workers is needed so that traditional practices can still be carried out within safe limits. The government also needs to improve access to health services and educate the public on the importance of safe delivery in medical facilities. With this approach, it is hoped that maternal and infant mortality rates can be reduced without eliminating the cultural values that are still upheld by the community.
Pengetahuan tentang Pola Makan pada Lansia Penderita Hipertensi : Knowledge of Dietary Patterns in Elderly People with Hypertension Sentia, Sentia; Trihartiningsih, Evie; Ulfa, Ika Mardiatul
Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan (JIBI) Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jibi.v4i1.1835

Abstract

Studi pendahuluan pada 10 lansia penderita hipertensi di Puskesmas Kereng Bangkirai, terdapat 7 lansia memiliki pola makan tidak sehat. Pola Makan yang tidak seimbang atau tidak sehat pada lansia dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri dan meningkatkan tekanan darah, penurunan aktivitas fisik, dan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis seperti hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang pola makan pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Kereng Bangkirai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan populasi 36 lansia dan sampel penelitian menggunakan teknik total sampling. Hasil Penelitian menggambarkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang pola makan pada lansia penderita hipertensi berjumlah 24 responden (66,67%), responden memiliki pengetahuan cukup berjumlah 9 responden (25%) dan responden memiliki pengetahuan kurang berjumlah 3 responden (8,33%). Sedangkan responden berdasarkan umur sebagian besar pada umur 60-74 tahun berjumlah 34 responden (94,44%), jenis kelamin di dominasi oleh perempuan berjumlah 23 responden (63,88%), dan pendidikan sebagian besar berada dikategori SMA berjumlah 16 responden (44,44%). Tingkat pengetahuan lansia tentang pola makan tergolong baik. Sebagian besar lansia telah memahami pentingnya pola makan yang sehat dalam mengontrol tekanan darah. Namun, masih terdapat sebagian kecil lansia dengan pengetahuan cukup dan kurang, sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan penyuluhan kesehatan untuk memperkuat pemahaman mereka tentang pola makan yang sesuai bagi penderita hipertensi.