Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Iron Intake Dismenore in Adolescent Girls Putri, Dian Purnama
International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (IJCIMS) Vol 5 No 2: September 2023
Publisher : Lamintang Education and Training Centre, in collaboration with the International Association of Educators, Scientists, Technologists, and Engineers (IA-ESTE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36079/lamintang.ijcims-0502.570

Abstract

The problem of dysmenorrhea in adolescent girls is still one of the main health problems. The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is 64.25%, consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary dysmenorrhea. One of the causes of dysmenorrhea is a lack of iron intake, iron plays a role in the formation of hemoglobin. Lack of iron intake can disrupt the formation of hemoglobin, so that the amount of hemoglobin in red blood cells will also decrease. The condition of low hemoglobin in red blood cells, causing the body to lack oxygen will cause anemia and dysmenorrhea. The aim of this study was to determine the relationship between iron intake and the incidence of dysmenorrhea in young women at MA Darul Ulum Palangka Raya. This type of research is observational analytic with cross sectional design. The sampling technique used is a non-probability sampling technique with a purposive sampling approach. The sample of this research was young women of MA Darul Ulum Palangkaraya, totaling 55 respondents. The results of the Chi-Square Test analysis are a p value of 0.000 (α<0.05) which proves that there is a relationship between the independent variable (iron intake) and the dependent variable (dysmenorrhea incidence). There is a relationship between iron intake and the incidence of dysmenorrhea in young women at MA Darul Ulum Palangkaraya.
PENGARUH TEH DAUN KALAKAI (STENOCHLAENA PALUSTRIS) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI ANEMIA Putri, Dian Purnama; Pujiastuti, Rr Sri Endang; Ramlan, Djamaluddin
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Vol 7, No 2 (2022): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/mj.v7i2.10889

Abstract

Abstract: Adolescents are the next generation of the nation but there are many problems experienced by adolescents in Indonesia, namely iron deficiency (anemia), stunting, chronic lack of energy, and obesity. The prevalence of anemia incidence increases every year, Riskesdas data shows the prevalence of anemia in young women in Indonesia in 2013 was 37.1%, and in 2018 there was a fairly high increase of 48.9%, so that the greater the impact that occurs on adolescent women anemia such as physical growth and adolescent mental health. One way to deal with anemia is to use kalakai leaf plants which are used as tea. Kalakai leaf tea contains iron, vitamin C, vitamin A, and protein that serves to raise hemoglobin levels. The purpose of this study was to determine the effect of Kalakai leaf tea (Stenochlaena palutris) on haemoglobin levels in young women who had anemia. The research method uses a quasi-experimental method with a pretest posttest design with control group design. The results showed that there was an influence of hemoglobin levels before and after treatment with a p-value of 0.000. There were differences in hemoglobin levels in the intervention group and the control group in anemic young women with a p-value of 0.034. In the intervention group increased hemoglobin levels by 19.6% and the control group by 14.67%. The conclusion of this study is that there is an influence before and after the administration of kalakai leaf tea (Stenochlaena palutris) on hemoglobin levels in anemic young women.Abstrak: Remaja merupakan generasi penerus bangsa namun banyak permasalahan yang dialami remaja di Indonesia yaitu kekurangan zat besi (anemia), stunting, kurang energi kronis (KEK), dan obesitas. Prevalensi kejadian anemia meningkat setiap tahunnya, data Riskesdas menunjukkan prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 37,1%, dan pada tahun 2018 terjadi peningkatan yang cukup tinggi yaitu mencapai 48,9%, sehingga semakin besar dampak yang terjadi pada remaja putri anemia seperti pertumbuhan fisik dan kesehatan mental remaja. Salah satu cara dalam menangani anemia yaitu menggunakan tumbuhan daun kalakai yang dijadikan teh. Teh daun kalakai memiliki kandungan zat besi, vitamin C, vitamin A, dan protein yang berfungsi untuk menaikkan kadar hemoglobin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teh daun Kalakai (Stenochlaena palutris) terhadap kadar haemoglobin pada remaja semu atau quasi eksperiment dengan rancangan pretest posttest with control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan p-value 0.000. terdapat perbedaan kadar hemoglobin kelompok intervensi dan kelompok control pada remaja putri anemia dengan nilai p-value 0.034. pada kelompok intervensi peningkatan kadar hemoglobin sebesar 19,6% dan kelompok kontrol 14,67%. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian teh daun kalakai (Stenochlaena palutris) terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri anemia. 
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-24 Bulan di Puskesmas Pahandut: Description of Mother’s Knowledge About Stunting Event in Toodlers Aged 12-24 Months at Pahandut Community Health Center Palangka Raya City Santi, Santi; Trihartiningsih, Evie; Putri, Dian Purnama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9753

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Stunting adalah keadaan gagal tumbuh yang di alami oleh anak berusia dibawah lima tahun. Kejadian stunting pada balita masih jadi perhatian utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan Data yang di dapatkan dari Puskesmas Pahandut pada tahun 2020 sebesar (18,58), tahun 2021 sebesar (21,1%), pada tahun 2022 sebesar (18,4%) sedang pada tahun 2024 mulai dari bulan mei sampai dengan bulan juli berjumlah (10,5%) balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan ibu tentang kejadian stunting pada bali ta usia 12-24 bulan Di Puskesmas Pahandut. Metode penelitian ini menggukan metode kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang kunjungan di Puskesmas Pahandut dan sampel di ambil menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 52 responden dan analisis univariat. Hasil penelitian ini menujukan hasil sebagian besar ibu balita yang berusia 20-35 tahun yaitu sebanyak 43 orang (83%), dan berdasarkan pendidikan sebagian besar berada pada pendidikan tinggi yaitu 26 orang (50%), berdasarkan jenis pekerjaan sebagian besar ibu memilih tidak bekerja yaitu sebanyak 37 orang (71%), dan berdasarkan penghasilan sebagian besar pada kategori rendah yaitu 12 orang (23%), dan berdasarkan pengetahuan sebagian besar ibu balita dalam kategori baik yaitu 25 orang (48%). Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar pengetahuan ibu tentang kejadian stunting dalam kategori baik tetapi masih ada ibu yang memiliki pengetahuan cukup dan pengetahuan kurang sehingga di harapkan bagi petugas kesehatan lebih menyebar luaskan informasi tentang stunting untuk masyarakat.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA MELALUI SENAM LANSIA DI POSYANDU KEMUNING WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYON KOTA PALANGKA RAYA Trihartiningsih, Evie; Tambunan, Lensi Natalia; Putri, Dian Purnama; Agustin, Sefentina
JURNAL BAKTI UPPR: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): JURNAL BAKTI UPP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54683/jbuppr.v2i1.98

Abstract

Lansia akan mengalami kemunduran terutama di bidang kemampuan fisik sehinggga mengakibatkan timbulnya gangguan dalam hal mencukupi kebutuhan sehari-harinya yang berakibat dapat meningkatkan ketergantungan untuk memerlukan bantuan orang lain. Salah satu cara untuk memperbaiki kesehatan lansia adalah dengan senam lansia. Senam lansia membuat tubuh agar tetap bugar dan tetap segar sehingga bermanfaat untuk menghambat proses degeneratif/penuaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode penyuluhan, dimana penyuluhan dilakukan di halaman Posyandu Kemuning. Jumlah lansia yang mengikuti kegiatan sebanyak 42 lansia. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah terlaksananya senam lansia serta adanya peningkatan pengetahuan lansia terkait peningkatan kualitas hidup lansia.
PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI KEGIATAN AKTIVITAS FISIK DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DI POSYANDU KEMUNING KOTA PALANGKA RAYA Tambunan, Lensi Natalia; Trihartiningsih, Evie; Putri, Dian Purnama; Agustin, Sefentina; Astika, Vina; Pitrya, Pitrya
JURNAL BAKTI UPPR: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): JURNAL BAKTI UPP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54683/jbuppr.v2i2.114

Abstract

Lansia bukan suatu penyakit, tetapi tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradptasi dengan stress lingkungan. Penurunan kemampuan berbagai organ, fungsi dan system tubuh itu bersifat alamiah atau normal terjadi. Lansia diharapkan selalu beraktifitas fisik seperti berjalan, berolah raga, bergerak sehingga tubuh menjadi sehat dan bugar serta kualitas hidup menjadi lebih baik.Selin itu, perlu dilakukannya pemeriksaan Kesehatan rutin. Oleh sebab itu perlu pemberdayaan Masyarakat berupa pelaksanaan aktifitas fisik dan pemeriksaaan tekanan darah. Lansia mengikuti sebanyak 29 lansia. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan adanya respon yang baik dari lansia yang hadir.
Overview of Elderly Knowledge About Self-Care at the Kayon Public Health Center in Palangka Raya City Siska, Helni Dea; Sari, Anggita; Putri, Dian Purnama
ENDLESS: INTERNATIONAL JOURNAL OF FUTURE STUDIES Vol. 8 No. 3 (2025): ENDLESS: International Journal of Future Studies
Publisher : Global Writing Academica Researching & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/endlessjournal.v8i3.352

Abstract

Self-care is an activity carried out by a person to maintain their health independently. It aims to maintain health and encourage the development and prevention of disease. This study aims to determine the description of elderly knowledge about self-care at the Kayon Community Health Center in Palangka Raya City. This study uses a descriptive research type with an elderly population in the Kayon Community Health Center work area and the research sample uses a purposive sampling technique with a sample size of 55 elderly. The study shows that respondents based on age are mostly aged 60-69 years with a total of 54 respondents (98.18%), based on gender, they are dominated by men with a total of 30 respondents (54.55%), based on marital status, the majority are married with a total of 49 respondents (89.09%) and education is mostly in the tertiary category with a total of 31 respondents (56.36%). Based on knowledge, the majority of respondents had good knowledge of self-care (30 respondents (54.55%), respondents had sufficient knowledge (22 respondents (40%), and respondents had insufficient knowledge (3 respondents (5.55%). Overall, the elderly in this study had a good level of knowledge regarding self-care, which reflects an adequate understanding of how to maintain health in old age. However, efforts are still needed to improve health education for elderly with sufficient and insufficient levels of knowledge to achieve an optimal quality of life.