Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENOKOHAN NOVEL “LILIN” KARYA SANIYYAH PUTRI SALSABILLLA SAIDMELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA Dwi Wahyu Chandra Dewi; Noor Halisah
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i2.3975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan psikologi sastra dengan aspek id, ego, dan superego pada penokohan protagonis, antagonis, dan tritagonis dalam novel “Lilin” karya Saniyyah Putri Salsabilla. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualikatif dengan metode analisis konten. Pengumpulan data dalam artikel ini menggunakan teknik pustaka cata. Pengambila data dilakukan dengan cara membaca dan selanjutnya diteliti dengan aspek psikologi dalam penokohan protagonis, antagonis, dan tritagonis. Hasil penelitian menunjukkan penokohan protagonis terdapat pada tokoh Devan, Alena, dan Nayla yang memiliki sifat baik hati dan penyanyang terhadap orang lain. Selanjutnya penokohan antagonis terdapat pada tokoh Dimas selaku ayah Nayla dan Alena yang sangat kejam terhadap Alena, tidak pernah mengakui Alena sebagai anak dan sangat membencinya. Terakhir terdapat tokoh tritagonis yaitu tokoh Dinda yang baik hati dan selalu membela Alena ketika dimarahi Dimas, Ibu tiri yang sangat di inginkan oleh semua orang. Kemudian dilihat dari segi psikologi sastra yang meliputi aspek id (Das Es) yang mencakup berbagai luapan emosi dan kepasrahan diri, ego (Das-Ich) yang mencakup sikap percaya diri, dan superego (Uber-Ich) yang mencakup rasa penasaran.
ANALISIS PENOKOHAN NOVEL “LILIN” KARYA SANIYYAH PUTRI SALSABILLLA SAIDMELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA Dwi Wahyu Chandra Dewi; Noor Halisah
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i2.3975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan psikologi sastra dengan aspek id, ego, dan superego pada penokohan protagonis, antagonis, dan tritagonis dalam novel “Lilin” karya Saniyyah Putri Salsabilla. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualikatif dengan metode analisis konten. Pengumpulan data dalam artikel ini menggunakan teknik pustaka cata. Pengambila data dilakukan dengan cara membaca dan selanjutnya diteliti dengan aspek psikologi dalam penokohan protagonis, antagonis, dan tritagonis. Hasil penelitian menunjukkan penokohan protagonis terdapat pada tokoh Devan, Alena, dan Nayla yang memiliki sifat baik hati dan penyanyang terhadap orang lain. Selanjutnya penokohan antagonis terdapat pada tokoh Dimas selaku ayah Nayla dan Alena yang sangat kejam terhadap Alena, tidak pernah mengakui Alena sebagai anak dan sangat membencinya. Terakhir terdapat tokoh tritagonis yaitu tokoh Dinda yang baik hati dan selalu membela Alena ketika dimarahi Dimas, Ibu tiri yang sangat di inginkan oleh semua orang. Kemudian dilihat dari segi psikologi sastra yang meliputi aspek id (Das Es) yang mencakup berbagai luapan emosi dan kepasrahan diri, ego (Das-Ich) yang mencakup sikap percaya diri, dan superego (Uber-Ich) yang mencakup rasa penasaran.
Makna dalam Lirik Lagu ‘Halu’ Karya Feby Putri: Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure Ulfah Ulfah; Dwi Wahyu Chandra Dewi
Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 3 No. 3 (2025): May : Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sintaksis.v3i3.1658

Abstract

This study analyzes the symbolic meaning in the lyrics of the song "Halu" by Feby Putri using Ferdinand de Saussure's semiotic approach. The purpose of the study is to reveal the relationship between the signifier and the signified in the song lyrics to understand the emotional and cultural messages contained therein. The method used is descriptive qualitative analysis with a focus on linguistic signs in the lyric text. The results of the study show that the song "Halu" utilizes metaphors (such as "candu" and "bayang-bayang") to represent one-sided love, illusion, and emotional alienation. The lyrics of the song are not only a personal expression of the creator, but also reflect the collective experience of the younger generation in interpreting unrealized relationships. This study concludes that popular music, through its semiotic structure, functions as a complex medium of cultural communication. Suggestions for further research include exploring the interaction of musical elements with lyrics and the application of other semiotic theories to enrich the analysis. These findings also emphasize the importance of media literacy in understanding music not only as entertainment, but also as a cultural product that is full of meaning.