Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Pembiasaan Sholat Dhuhur Berjamaah dalam Membentuk Karakter Religus Siswa Fauziyah, Lana; Muhammada, Muhammada; Ma’ruf, Ahmad; Sholikhudin, Anang
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6 No 02 (2024): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v6i02.709

Abstract

Sebuah pembiasaan yang baik sangatlah perlu dilakukan dalam membangun karakter religious. Pembiasaan yang baik dapat dilakukan melalui kegiatan program tambahan yang ada di sekolah. Pembiasaan program yang dilakukan diharapkan dapat menjadi bekal siswa pada masa berikutnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pelaksanaan pembiasaan shalat dhuhur berjamaah di SMK Darut Taqwa Purwosari. (2) untuk mendeskripsikan karakter religius yang terbentuk melalui program shalat dhuhur berjamaah. (3) untuk mengetahui hambatan dan solusi yang dilakukan madarasah dalam membiasakan program shalat dhuhur berjamaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan study kasus. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) pembiasaan shalat dhuhur berjamaah yang ada di SMK Darut Taqwa ini agar siswa ketika pulang sekolah tidak kepiran lagi dengan shalat dhuhur berjamaah karena sudah dikerjakjan di sekolah, dan membiasakan siswa agar shalat berjamaah. (2) semenjak adanya shalat dhuhur berjamaah siswa dapat menumbuhkan karaker yaitu karakter religius yang mana bisa mengerti pada saat bergantian berwudhu, baris dengan rapi ketika shalat, tidak bergurai sendiri. (3) mengenai hambatan shalat dhuhur berjamaah yang ada di SMK Darut Taqwa yaitu: (a) terlambat datang karena masih ada yang ke toko nggk langsung ke masjid diberi hukuman push up (b) menertibkan siswa perempuan yang sedang datang bulan atau haid suruh menulis surat-surat pendek (c) faktor longkungan rumah, wali kelas kerjasama dengan orang tua agar dirumah tetap terbiasa dengan shalat dhuhur berjamaah.
Refleksi Peran Guru Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Dengan Metode Bil Qolam di Lembaga Nonformal Qoyyima, Lailun Nuril; Muhammada, Muhammada
Kutubkhanah Vol 25, No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i1.37285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam penerapan metode Bil Qolam untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an d TPQ Raudlotul Ulum. Metode Bil Qolam merupakan metode belajar membaca Al-Qur’an yang menekankan pengulangan, pelafalan yang tepat, dan penggunaan irama untuk membantu siswa memahami bacaan secara lebih mudah dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan penerapan metode Bil Qolam. Guru berperan sebagai penyampai materi, fasilitator, motivator, dan evaluator dalam proses pembelajaran. Peran aktif guru mendorong peningkatan kemampuan siswa, mulai dari mengenal huruf hijaiyah hingga membaca ayat-ayat pendek dengan lancar. Penelitian ini menegaskan bahwa keterampilan pedagogis guru, kemampuan beradaptasi, serta pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan siswa sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an di lembaga pendidikan nonformal. Guru juga mampu mengatasi tantangan berupa ketidakhadiran siswa dan perbedaan kemampuan dasar membaca siswa dengan bimbingan khusus. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan metode Bil Qolam tidak hanya bergantung pada teknik yang digunakan, tetapi juga kesiapan pedagogis dan sensitivitas guru dalam mengelola kelas secara inklusif dan adaptif. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Al-Qur’an
Implementasi Pembiasaan Sholat Dhuhur Berjamaah dalam Membentuk Karakter Religus Siswa Fauziyah, Lana; Muhammada, Muhammada; Ma’ruf, Ahmad; Sholikhudin, Anang; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6 No 02 (2024): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v6i02.709

Abstract

Sebuah pembiasaan yang baik sangatlah perlu dilakukan dalam membangun karakter religious. Pembiasaan yang baik dapat dilakukan melalui kegiatan program tambahan yang ada di sekolah. Pembiasaan program yang dilakukan diharapkan dapat menjadi bekal siswa pada masa berikutnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pelaksanaan pembiasaan shalat dhuhur berjamaah di SMK Darut Taqwa Purwosari. (2) untuk mendeskripsikan karakter religius yang terbentuk melalui program shalat dhuhur berjamaah. (3) untuk mengetahui hambatan dan solusi yang dilakukan madarasah dalam membiasakan program shalat dhuhur berjamaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan study kasus. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) pembiasaan shalat dhuhur berjamaah yang ada di SMK Darut Taqwa ini agar siswa ketika pulang sekolah tidak kepiran lagi dengan shalat dhuhur berjamaah karena sudah dikerjakjan di sekolah, dan membiasakan siswa agar shalat berjamaah. (2) semenjak adanya shalat dhuhur berjamaah siswa dapat menumbuhkan karaker yaitu karakter religius yang mana bisa mengerti pada saat bergantian berwudhu, baris dengan rapi ketika shalat, tidak bergurai sendiri. (3) mengenai hambatan shalat dhuhur berjamaah yang ada di SMK Darut Taqwa yaitu: (a) terlambat datang karena masih ada yang ke toko nggk langsung ke masjid diberi hukuman push up (b) menertibkan siswa perempuan yang sedang datang bulan atau haid suruh menulis surat-surat pendek (c) faktor longkungan rumah, wali kelas kerjasama dengan orang tua agar dirumah tetap terbiasa dengan shalat dhuhur berjamaah.