Farah Syafirna
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Immanuel Kant tentang Kritisisme dan Implementasinya dalam Pendidikan Islam Farah Syafirna; Jihan Faeruzia Haris; Atika Najwa; Muhammad Faqih Khamimi
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 4 No. 2 (2023): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/takwiluna.v4i2.1022

Abstract

This research aims to find out the figures of philosophers in the world of education, especially Islamic education. In this case we have the task of analyzing Immanuel Kant's thinking (criticism). This research uses research methods on selected references by taking into account the opinions of other figures regarding Kant's policies or thoughts. Immanuel Kant was a German philosopher who was considered one of the most influenced modern European thinkers, as well as the last philosopher in the Age of Enlightenment. He prioritized criticism. which can open or change other people's principles and thoughts about education. According to Kant, everything that happens must first be scrutinized by adjusting the existing ratios. Not with the thoughts of previous philosophers who argued that they only believed easily in the ability of reason without researching or looking directly and observing existing events. Simply put, Immanuel Kant said that if we want to believe or accept something, we must first investigate whether it can be accepted or not.
a Transformasi Ilmu Kalam Menuju Kalam Jadid: Telaah Atas Perubahan Paradigma Teologi Islam Kontemporer Farah Syafirna; Khunaifi, Agus
Robbayana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Robbayana
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/robbayana.v3i2.91

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi Ilmu Kalam dari bentuk klasik menuju Kalam Jadid sebagai respons terhadap dinamika zaman dan tantangan pemikiran modern. Fokus kajian diarahkan pada perbedaan mendasar antara Ilmu Kalam klasik dan Kalam Jadid, faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan paradigma teologi Islam, serta penerapan konkret Kalam Jadid dalam merespons isu-isu kontemporer. Ilmu Kalam klasik umumnya bersifat apologetik dan berorientasi pada pembelaan doktrin, sementara Kalam Jadid menawarkan pendekatan rasional-kritis yang lebih dialogis dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, filsafat modern, serta realitas sosial-politik umat Islam.Transformasi ini didorong oleh berbagai faktor, antara lain kemajuan ilmu pengetahuan, perkembangan pemikiran filsafat Barat, serta kebutuhan umat Islam akan teologi yang relevan dengan konteks kekinian. Sebagai contoh penerapan, Kalam Jadid digunakan untuk membahas isu-isu seperti pluralisme agama, HAM, lingkungan hidup, dan relasi agama-negara. Studi ini menunjukkan bahwa Kalam Jadid merupakan bentuk revitalisasi pemikiran teologis Islam yang bertujuan untuk menjaga relevansi ajaran Islam dalam menghadapi kompleksitas dunia modern.