Penelitian ini mengkaji transformasi Ilmu Kalam dari bentuk klasik menuju Kalam Jadid sebagai respons terhadap dinamika zaman dan tantangan pemikiran modern. Fokus kajian diarahkan pada perbedaan mendasar antara Ilmu Kalam klasik dan Kalam Jadid, faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan paradigma teologi Islam, serta penerapan konkret Kalam Jadid dalam merespons isu-isu kontemporer. Ilmu Kalam klasik umumnya bersifat apologetik dan berorientasi pada pembelaan doktrin, sementara Kalam Jadid menawarkan pendekatan rasional-kritis yang lebih dialogis dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, filsafat modern, serta realitas sosial-politik umat Islam.Transformasi ini didorong oleh berbagai faktor, antara lain kemajuan ilmu pengetahuan, perkembangan pemikiran filsafat Barat, serta kebutuhan umat Islam akan teologi yang relevan dengan konteks kekinian. Sebagai contoh penerapan, Kalam Jadid digunakan untuk membahas isu-isu seperti pluralisme agama, HAM, lingkungan hidup, dan relasi agama-negara. Studi ini menunjukkan bahwa Kalam Jadid merupakan bentuk revitalisasi pemikiran teologis Islam yang bertujuan untuk menjaga relevansi ajaran Islam dalam menghadapi kompleksitas dunia modern.
Copyrights © 2025