Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pentingnya Pendidikan Inklusi Untuk Memenuhi Anak Berkebutuhan Khusus Triana, Rizki Sevi
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol. 8 No. 1 (2024): SPEED: JOURNAL OF SPECIAL EDUCATION
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/speed.v1i8.1860

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang pemenuhan anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hak-hak anak berkebutuhan khusus (ABK, jenis penelitian yang digunakan berupa kualitatif. Teknik mengumpulan data dengan metode wawancara dan observasi. Subjek penelitian ialan guru kelas, beserta kepala sekolah,hasil penelitian menuntukkan bahwa anak yang berkebutuhan khusus atau (ABK) sudah sebagian mendapatkan hak mereka, walaupun melum sepenuhnya terpenuhi.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Daya Ingat Menggunakan Media APE Beras pada Kelompok B di TK Muslimat NU 177 Farida, Jayyidatul; Suwargono, Trio; Triana, Rizki Sevi
Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 6 No 02 (2024): OKTOBER
Publisher : Program Studi PGMI, Universitas Al Falah As Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/ad.v6i02.2042

Abstract

This study was conducted to improve memory ability using APE Rice media in group B at Muslimat NU 177 Kindergarten, Ampel Village, Wuluhan District. Where there is a problem experienced by group B teachers, namely group B students are able to mention numbers 1 - 10 and are able to mention the letters of the alphabet, but if asked to pour what has been mentioned both numbers and alphabets there are still students who are wrong with the pattern and shape, so researchers are trying to make Educational Game Tools from materials that are easily found, namely rice. Memory ability is the ability to recall information that has been delivered, seen and received. This type of research is a class action research with Suharsimi Arikunto model. The object of this research is group B students of Muslimat NU 177 Kindergarten, Ampel Village, Wuluhan District, totaling 16 children with 7 boys and 9 girls. The assessment instrument in this study used observation sheets and documentation. Before being given action, the researcher made an initial observation / pre-cycle and got an average score of 43.75% (Starting to Develop), then the researcher reflected to carry out further research in cycle I using APE Rice media without color and obtained an average score of 50.25% (Starting to Develop) and increased very significantly to 89% (Developing Very Well) in cycle II action after there was an improvement in media in the form of colored rice.
Pembiasaan Jejak Kaki Warna Warni untuk Meningkatkan Kebiasaan Antre Anak Usia Dini Elidiami, Septiah; Wijaya, Pipit Rika; Triana, Rizki Sevi; Afandi, Ahmad
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 02 (2025): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paud-lectura.v8i02.26855

Abstract

This study aims to improve the queuing habits of 4–5-year-old children through habituation using visual media in the form of colorful footprints. Queuing is a form of social-emotional development that is essential to instill from an early age to foster discipline, patience, and respect for others. The research method used was Classroom Action Research (CAR) carried out in two cycles. The research subjects were Group A-2 children at TK Al Hidayah 38. Data were collected through observation and documentation. The results showed that the consistent use of colorful footprints as visual media effectively improved children's queuing habits, both when taking stationery and submitting assignments. By the end of the cycles, there was a significant improvement in children's discipline and order during queuing. The data showed that the percentage of children categorized as "developing as expected" and "very well developed" increased from only 17.65% in the pre-cycle to 35.29% in Cycle 1 and 41.17% in Cycle 2. This increase reflects the improved achievement of learning objectives. These findings indicate that habituation using simple visual media can be an effective strategy for fostering positive social behavior in early childhood.
Pentingnya Pendidikan Inklusi Untuk Memenuhi Anak Berkebutuhan Khusus Triana, Rizki Sevi
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol. 8 No. 1 (2024): SPEED: JOURNAL OF SPECIAL EDUCATION
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/speed.v1i8.1860

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang pemenuhan anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hak-hak anak berkebutuhan khusus (ABK, jenis penelitian yang digunakan berupa kualitatif. Teknik mengumpulan data dengan metode wawancara dan observasi. Subjek penelitian ialan guru kelas, beserta kepala sekolah,hasil penelitian menuntukkan bahwa anak yang berkebutuhan khusus atau (ABK) sudah sebagian mendapatkan hak mereka, walaupun melum sepenuhnya terpenuhi.
Implementasi Kegiatan Manjhe’ (Bertani Padi) dalam Menstimulasi Kemandirian Anak Usia Dini di KB Miftahul Ulum Sukowono Adawiyah, Afita; Trianggono, Mochammad Maulana; Triana, Rizki Sevi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pnsayd58

Abstract

Pendidikan anak usia dini PAUD memainkan peran kunci dalam membentuk kemandirian anak Melalui PAUD anak anak diberi kesempatan untuk belajar melakukan berbagai hal sendiri sehingga meningkatkan rasa percaya diri mereka Mereka juga belajar cara memecahkan masalah mengelola emosi dan berinteraksi dengan orang lain Ini tidak hanya membantu mereka dalam kehidupan sehari hari tetapi juga meletakkan fondasi yang kuat untuk pendidikan formal dan masa depan mereka Oleh karena itu Pendekatan pembelajaran inovatif sangat diperlukan untuk menumbuhkan kemandirian anak dan salah satu caranya adalah dengan melibatkan mereka dalam kegiatan manjhe bertani padi Penelitian ini menerapkan pendekatan Deskriptif Kualitatif dengan fokus pada anak anak kelompok usia 4 5 tahun serta melibatkan guru tenaga pendidik dan kepala sekolah di KB Miftahul Ulum Sukowono sebagai subjek penelitian Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode utama yaitu observasi wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang fenomena yang diteliti Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang efektif tentang cara menstimulasi kemandirian anak yang tercermin dari kemampuan mereka menyelesaikan tugas menanam berani mencoba hal baru dan memecahkan masalah Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran yang mendukung kemandirian anak Selain itu kegiatan manjhe bertani padi diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi pendidik dan orang tua sebagai salah satu metode atau strategi pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan kemandirian pada anak usia dini < p>
STIMULATING EARLY CHILDHOOD CREATIVITY THROUGH A LOCAL WISDOM–BASED COOKING CLASS PROGRAM Yuliawati, Nurma; Trianggono, Mochamad Maulana; Triana, Rizki Sevi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v13i1.6244

Abstract

This research aims to provide an in-depth description of stimulating creativity in early childhood through local wisdom-based cooking class activities at KB Rahmatan Lil Alamin, Lampeji. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through participatory observation, structured interviews, and documentation. The cooking class activity is designed by combining the cooking learning process and the introduction of local cultural values through the activity of decorating traditional Apem cakes. Research results show that this activity effectively stimulates four aspects of creativity, namely fluency, flexibility, originality and elaboration). In addition to enhancing creativity, this activity also fosters appreciation for local cultural heritage and strengthens children's social interactions with teachers, peers, and parents. These findings indicate that local wisdom-based cooking classes can be implemented as a contextual, holistic, and meaningful learning strategy to optimize the creativity potential of early childhood.
Interactive Pop-Up Storybooks as a Medium to Cultivate Tolerance in Early Childhood: A Local Wisdom Approach Triana, Rizki Sevi; Hasanah, Hisbiyatul; Ningsih, Eva Aini Desta; Kharismawati, Indah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4373

Abstract

Interactive learning media play a crucial role in promoting cognitive and social development in early childhood education. This study aims to develop an interactive pop-up storybook based on local wisdom as a medium to foster the value of tolerance in young children. Using the 4D Research and Development (R&D) model (Define, Design, Develop, Disseminate), the study involved children aged 4–6 years enrolled in early childhood education programs. The Define stage identified needs, analyzed curriculum alignment, and explored cultural relevance. The Design stage produced a prototype integrating local cultural values, interactive features, and multisensory elements to enhance engagement and understanding of social values. The Develop stage included validation of the prototype by experts in early childhood education, child psychology, and local wisdom, resulting in an overall validity score of 90.2% (highly valid), followed by a limited trial which showed significant improvements in engagement, social interaction, and children’s understanding of tolerance. The Disseminate stage evaluated the usability of the media by teachers, achieving a high score of 87.5%. The results indicate that the interactive pop-up storybook effectively enhances cognitive, social, and emotional engagement while instilling tolerance and social values. This study underscores the potential of culturally contextualized interactive media to strengthen holistic learning experiences, learning motivation, and the development of inclusive social character in early childhood.
Peningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Pemanfaatan Media Tutup Botol Bekas Pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Salsabila Muslimah, Ferawati; Kharismawati, Indah; Triana, Rizki Sevi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4832

Abstract

Anak usia 4–5 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif yang penting sehingga memerlukan stimulasi yang tepat melalui pembelajaran yang menarik dan konkret. Namun, hasil observasi di RA Salsabila menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam mengenal konsep bilangan, menghitung benda, dan mengelompokkan warna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun melalui pemanfaatan media tutup botol bekas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak secara signifikan. Pada tahap prasiklus, tingkat ketuntasan hanya mencapai 20%. Pada siklus I meningkat menjadi 40% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 6,66% Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada siklus II meningkat menjadi 73,33% (BSH) dan 20% (BSB). Peningkatan ini terlihat pada kemampuan anak dalam mengelompokkan warna, menghitung benda, dan mengenal konsep bilangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media tutup botol bekas efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun di RA Salsabila. Selain itu, media ini mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan keaktifan anak, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penggunaan bahan daur ulang.