Pompey, Cut Sarida
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN ELEVASI KAKI 20 DERAJAT PADA PASIEN MULTIPLE FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH POST-ORIF TERHADAP PENINGKATAN PERFUSI PERIFER Tsauroh, Maila Faiqoh; Pompey, Cut Sarida
Indonesian Journal of Health Development Vol 5 No 2 (2023): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v5i2.119

Abstract

Reduksi terbuka dan fiksasi internal atau open reduction and internal fixation (ORIF) adalah perawatan medis untuk fraktur ekstremitas yang terdiri dari metode bedah yang dipasangkan dengan fiksasi internal. Namun hal ini menyebabkan komplikasi seperti nyeri dan pembengkakan pada bagian tubuh yang telah menjalani operasi. Salah satu intervensi keperawatan untuk meningkatkan perfusi perifer secara non farmakologis yaitu dengan elevasi ekstremitas bawah 20°. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas elevasi 20° ekstremitas bawah dalam meningkatkan perfusi perifer pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan dengan mengambil dua kasus sebagai unit analisis. Unit analisis adalah Pasien dengan Post ORIF Multiple Fraktur Ekstremitas Bawah di salah satu rumah sakit di Jakarta. Hasil penelitian di hari kelima didapatkan penurunan rasa nyeri dari skala 6 menjadi 2 dan penurunan pembengkakan pada lingkar pergelangan kaki kiri di hari ke 3 dari 28,3 cm menjadi 26,7 cm di hari ke 5. Teknik elevasi 20° ekstremitas bawah disertai kombinasi gerakan dorso-plantar direkomendasikan untuk pasien dengan post ORIF fraktur ekstremitas bawah untuk meningkatkan perfusi perifer.
Program Edukasi dan Simulasi Pemanfatan Teknologi Layanan Ambulans Kesehatan Daerah untuk Tingkatkan Kesiapan Masyarakat pada Penanganan Prehospital Kegawatdaruratan Stroke dengan Kader Kesehatan di Jakarta Barat Pompey, Cut Sarida; Yulianti, Retno; Kariasa, I Made; Fathurahman, Muhamad; Fajariyanto, Muhammad Iqbal; Anhari, Anhari; R, Maya; Effendy, Pepen
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18929

Abstract

ABSTRAK Kurangnya pemahaman dan kesiapan masyarakat pada pengambilan keputusan penanganan stroke menyebabkan prehospital delay dengan tingkat keparahan tinggi pasien stroke. Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) Provinsi DKI Jakarta memiliki tugas fokus berorientasi kepada pelayanan prehospital, evakuasi medis dari lokasi kejadian ke rumah sakit, maupun dari rumah sakit ke rumah sakit. Kondisi masyarakat dan peran UPT PK3D Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang signifikan sebagai mitra dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat.Meningkatan kesiapan kader kesehatan dan masyarakat RW 14 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat dalam penanganan prehospital stroke dan pemanfaatan layanan ambulans dinas kesehatan daerah. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan meliputi sosialisasi kegiatan dan diskusi awal dengan kader, memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang stroke dan kegawatdaruratannya, pengenalan dan simulasi penggunaan teknologi pemeriksaan kesehatan, pengembangan aplikasi edukatif tentang kewaspadaan dan prehospital stroke, aplikasi layanan kegawatdaruratan dan penggunaan fasilitas ambulans. Hasil pegabdian masyarakat menunjukkan jumlah kader meningkat yang mengetahui tentang stroke dan penanganan kegawatdaruratnnya, serta kader sudah dapat mencoba penggunaan aplikasi layanan kegawatdaruratan pada call center 119 dan permintaan layanan fasilitas ambulans daerah DKI Jakarta melakui aplikasi JAKI. Kader kesehatan menjadi bagian penting di masyarakat untuk penangananan prehospital kegawatdaruratan stroke dengan memiliki pemahaman tentang stroke dan kemampua pemanfaatan layanan ambulans kesehatan untuk pertolongan kegawatdaruratan. Pendampingan dan evaluasi kader dan masyarakat perlu dilakukan berkesinambungan serta penentuan program yang berkelanjutan. Kata Kunci: Ambulans Kesehatan, Kegawatdaruratan, Prehospital Stroke   ABSTRACT Lack of understanding and readiness of the community in making decisions about stroke management causes prehospital delays with high severity of stroke patients. PK3D DKI Jakarta Province has a task focused on prehospital services, medical evacuation from the scene to the hospital, and from hospital to hospital. The condition of the community and the significant role of UPT PK3D DKI Jakarta Provincial Health Office as a partner in implementing community empowerment. To increase the readiness of posyandu cadres and the community of RW 14 Kapuk Village, Cengkareng, West Jakarta in prehospital stroke management and utilization of regional health office ambulance services. Community service that has been carried out includes socialization of activities and initial discussions with cadres, providing training to increase knowledge about stroke and its emergencies, introduction and simulation of the use of health examination technology, development of educational applications on stroke awareness and prehospital, emergency service applications and use of ambulance facilities. The results of community service show an increasing number of cadres who know about stroke and its emergency handling, and cadres have been able to try using the emergency service application at the 119 call center and request for DKI Jakarta regional ambulance service facilities through the JAKI application. Health cadres are an important part of the community for the handling of stroke emergency prehospitals by having an understanding of stroke and the ability to use health ambulance services for emergency assistance. Assistance and evaluation of cadres and the community need to be carried out continuously and determine sustainable programs. Keywords: Health Ambulance, Emergency, Prehospital Stroke.
Application of Constraint-Induced Movement Therapy (CIMT) to Improve Upper Extremity Motor Skills for Hemorrhagic Stroke Patients Ramadhani, Arini Kartika; Pompey, Cut Sarida
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 7 No 1 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v7i1.50029

Abstract

One of the main complications that often arises from hemorrhagic stroke is hemiparesis, which is weakness on one side of the body resulting in a significant decline in upper extremity motor function. This condition makes it difficult for patients and causes them to lose their independence in performing daily activities. Rehabilitation through adjunctive therapy is essential for restoring motor function, and one such therapy is Constraint-Induced Movement Therapy (CIMT). This therapy is performed by restricting the movement of the healthy limb to stimulate the weaker side to be used more actively. The purpose of this case study is to analyze the application of nursing care for hemorrhagic stroke patients with CIMT therapy interventions in an effort to improve upper extremity motor function. Therapy was administered to two patients for three consecutive days, twice a day, with each session lasting 20 minutes. The therapy results were evaluated using the Fugl-Meyer Assessment Upper Extremity (FMA-UE) and the Chedoke Arm and Hand Activity Inventory-9 (CAHAI-9) instruments. The results showed an increase in FMA-UE and CAHAI-9 scores after the therapy, the FMA-UE score increased from 29 to 46 in Mrs. J and from 39 to 46 in Mrs. Y. The CAHAI-9 score also increased from 20 to 36 in Mrs. J and from 32 to 48 in Mrs. Y, indicating improved upper extremity motor function. CIMT therapy has been proven effective in improving motor function and independence in post-stroke patients. Further research is expected to examine the effectiveness of CIMT on sensory function and quality of life in patients.