Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Keluarga dalam Mendukung Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan Budaya 5S Tsania, Aulia; Rigianti, Henry Aditia
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.5626

Abstract

Artikel ini membahas peran keluarga dalam mendukung pendidikan karakter melalui pembiasaan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun). Penanaman pendidikan karakter tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu adanya peran dari sekolah yang membersamai siswa ketika jam sekolah dan peran keluarga yang memupuk pendidikan karakter dari kecil ketika di rumah. Penanaman pendidikan karakter beraneka ragam caranya, diantaranya dengan pembiasaaan budaya 5S yang dapat diterapkan keluarga dalam keseharian siswa sebagai upaya membentuk Profil Pelajar Pancasila yang berakhlak mulia. Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui hal-hal yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk mendukung pendidikan karakter melalui pembiasaan budaya 5S, sehingga dapat menjadi referensi pembaca untuk membentuk karakter siswa kearah yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kulitatif dengan metode pengumpulan data wawancara pada wali murid kelas 3 SDN Ngluwar 1 serta observasi pada siswa kelas 3 SDN Ngluwar 1. Dari hasil penelitian diketahui bahwa peran keluarga sangat berpengaruh dalam pembentukan pendidikan karakter siswa, salah satu upaya dalam pembentukan karakter ialah pembiasaan 5S yang berhasil menumbuhkan nilai karakter toleransi, peduli sosial dan cinta damai siswa kelas 3 SDN Ngluwar 1. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yang menyatakan bahwa besarnya nilai karakter toleransi 100%, nilai karakter peduli sosial sebesar 100%, serta nilai karakter cinta damai sebesar 97,5%.
Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pembelajaran IPAS di Kelas IV Sekolah Dasar Tsania, Aulia; Wahyu Kurniawati
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7255

Abstract

Karakter peduli lingkungan ialah sikap seseorang untuk mencegah parahnya lingkungan alam dan sekitarnya serta upaya dalam memperbaiki kerusakan lingkungan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam menanamkan karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Semarangan 1. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan cara guru dalam merencanakan pembelajaran IPAS dengan menyantumkan karakter peduli lingkungan di kelas IV SDN Semarangan 1 adalah dengan merencanakan kurikulum yang akan digunakan, menyusun ATP dan Modul Ajar dengan menyisipkan karakter peduli lingkungan, pelaksanaan pembelajaran dan diakhir pembelajaran melakukan penilaian pembelajaran sesuai dengan Capaian Pembelajaran. Peran guru dalam merencanakan pembelajaran IPAS dengan menyantumkan karakter peduli lingkungan di kelas IV SDN Semarangan 1 diimplementasikan dalam program pengembangan diri di sekolah melalui kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan guru serta keteladanan guru. Faktor pendukung yaitu fasilitas yang memadahi serta sinergi sekolah dengan wali murid. Faktor penghambat yaitu terdapat masih beberapa peserta didik yang kurang peduli terhadap lingkungan. Dampak keberhasilan penanaman karakter ini, peserta didik lebih sadar untuk mencintai lingkungan, menyadari apa yang perlu dilakukan ketika melihat lingkungannya kotor, serta menyadari dampak kebersihan bagi dirinya.
Peran Keluarga dalam Mendukung Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan Budaya 5S Tsania, Aulia; Rigianti, Henry Aditia
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.5626

Abstract

Artikel ini membahas peran keluarga dalam mendukung pendidikan karakter melalui pembiasaan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun). Penanaman pendidikan karakter tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu adanya peran dari sekolah yang membersamai siswa ketika jam sekolah dan peran keluarga yang memupuk pendidikan karakter dari kecil ketika di rumah. Penanaman pendidikan karakter beraneka ragam caranya, diantaranya dengan pembiasaaan budaya 5S yang dapat diterapkan keluarga dalam keseharian siswa sebagai upaya membentuk Profil Pelajar Pancasila yang berakhlak mulia. Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui hal-hal yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk mendukung pendidikan karakter melalui pembiasaan budaya 5S, sehingga dapat menjadi referensi pembaca untuk membentuk karakter siswa kearah yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kulitatif dengan metode pengumpulan data wawancara pada wali murid kelas 3 SDN Ngluwar 1 serta observasi pada siswa kelas 3 SDN Ngluwar 1. Dari hasil penelitian diketahui bahwa peran keluarga sangat berpengaruh dalam pembentukan pendidikan karakter siswa, salah satu upaya dalam pembentukan karakter ialah pembiasaan 5S yang berhasil menumbuhkan nilai karakter toleransi, peduli sosial dan cinta damai siswa kelas 3 SDN Ngluwar 1. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yang menyatakan bahwa besarnya nilai karakter toleransi 100%, nilai karakter peduli sosial sebesar 100%, serta nilai karakter cinta damai sebesar 97,5%.
Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pembelajaran IPAS di Kelas IV Sekolah Dasar Tsania, Aulia; Wahyu Kurniawati
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7255

Abstract

Karakter peduli lingkungan ialah sikap seseorang untuk mencegah parahnya lingkungan alam dan sekitarnya serta upaya dalam memperbaiki kerusakan lingkungan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam menanamkan karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Semarangan 1. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan cara guru dalam merencanakan pembelajaran IPAS dengan menyantumkan karakter peduli lingkungan di kelas IV SDN Semarangan 1 adalah dengan merencanakan kurikulum yang akan digunakan, menyusun ATP dan Modul Ajar dengan menyisipkan karakter peduli lingkungan, pelaksanaan pembelajaran dan diakhir pembelajaran melakukan penilaian pembelajaran sesuai dengan Capaian Pembelajaran. Peran guru dalam merencanakan pembelajaran IPAS dengan menyantumkan karakter peduli lingkungan di kelas IV SDN Semarangan 1 diimplementasikan dalam program pengembangan diri di sekolah melalui kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan guru serta keteladanan guru. Faktor pendukung yaitu fasilitas yang memadahi serta sinergi sekolah dengan wali murid. Faktor penghambat yaitu terdapat masih beberapa peserta didik yang kurang peduli terhadap lingkungan. Dampak keberhasilan penanaman karakter ini, peserta didik lebih sadar untuk mencintai lingkungan, menyadari apa yang perlu dilakukan ketika melihat lingkungannya kotor, serta menyadari dampak kebersihan bagi dirinya.
Tes Diagnostik Miskonsepsi Peserta Didik pada Materi Gaya Kelas IV Sekolah Dasar Tsania, Aulia; Kurniawati, Wahyu
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Vol 16 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/edukasi.v16i2.11275

Abstract

Science in general teaches to develop reasoning skills and be able for understand concepts, but in reality science learning there are still students who experience misconceptions. The purpose of the study is to determine the magnitude of misconceptions in 4th-grade students of SD Negeri Ngrukeman and to find out the causes of misconceptions, so that they can determine the right solution to the problem. This research uses quantitative descriptive research. The data collection technique used diagnostic tests and the subjects in this study were 4th-grade students of SD Negeri Ngrukeman. Based on the results of the diagnostic test, it is known that the percentage of students' misconceptions on the topic "The Effect of Force on Objects" is 65%, the topic "Magnets, a Magical Object" is 59%, the topic "Elastic Objects" is 31%, the topic "Why We Don't Float in the Air" is 11%. The causal factors of the misconceptions themselves are 1) students' wrong preconceptions; 2) ineffective learning models; 3) teachers repeating material when students experience misconceptions; and 4) teaching materials that have not facilitated concept understanding properly. The solution that can be done is the need to develop teaching materials that contain practices and learning models that can reduce misconceptions.