Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Legalitas PIRT Pada UMKM Hasil Olahan Laut Di Desa Padelegan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Dewi Mutiah; Aprilina Pawestri; Ansori Ansori
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Mei : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v4i2.2886

Abstract

Padelegan village is a village that has a variety of processed seafood. Padelegan village has several MSMEs managed by the des aitu community itself. MSME products produced are in the form of processed marine products. Such as anchovy krispi, crab crackers, rengginang lorjuk, and others. The problem experienced by MSMEs in Padelegan Village is that they do not have a PIRT permit which has an impact on product distribution. The solution to this problem is the existence of Pirt permits which will have an impact on product distribution because consumer confidence increases. Community service activities through the Independent Community Service grant program aim to assist MSME actors in applying for Pirt permits. The method of community service consists of several stages, namely preparation, discussion, implementation and assistance, monitoring and evaluation. The method used in this service is to provide assistance in the management of household industrial production certificate (PIRT). The results of this service activity are in the form of Pirt permits owned by partners
Peran Gizi dalam Kesehatan Reproduksi pada Remaja Ela Rohaeni; Agi Yulia Ria Dini; Iis; Ika Chorin Nisa; Dewi Mutiah; Dede Kurniasih; Ega Berliana
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/ftpabb42

Abstract

Masa remaja merupakan masa perkembangan anak menjadi dewasa dari segi biologis, emosi, social, dan kognitif. Gizi seimbang pada masa ini akan sangat menentukan kematangan mereka di masa depan. Masalah gizi pada remaja timbul karena prilaku gizi yang salah, yaitu ketidak seimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupqn gizi yang dianjurkan. Manfaat serta tujuan dari penyuluhan ini diharapkan berguna untuk meningkatkan dan menambah pengetahuan tentang peran gizi dalam Kesehatan Reproduksi Remaja. Metode yang digunakan dalam program ini adalah memberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan tentang gizi seimbang pada remaja dan juga dengan mengadakan demo masak. Berdasarkan penelitian survey mawas diri, terdapat permasalahan yang paling banyak ditemukan adalah kurangnya pengetahuan mengenai makanan yang bergizi untuk remaja putri, dan lebih banyak remaja yang mengkonsusi jajanan dibandingkan dengan makanan bergizi. Prioritas masalah yaitu remaja yang masih mengkonsumsi jajanan dengan jumlah sebanyak 101 orang. Untuk mengatasi hal tersebut kami melakukan salah satu upaya dengan mengadakan penyluhan tentang gizi pada remaja dan memperkenalkan menu seibang pada remaja dengan cara megadakan demo masak. Setelah dilakukan peyuluhan dan pengadaan demo masak peserta terlihat antusias mengenai materi yang di paparkan serta dalam pelaksanaan demo masak.
"Normative Convergence and Divergence: A Comparison of Digital Cyberbullying Evidence Laws between Indonesia and Singapore in the Digital Era" Cheza Kania risky; Dewi Mutiah
KRTHA BHAYANGKARA Vol. 19 No. 2 (2025): KRTHA BHAYANGKARA: AUGUST 2025
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/krtha.v19i2.3702

Abstract

This research examines the validity of digital evidence in cyberbullying cases through a comparative normative legal study between Indonesia and Singapore. Cyberbullying, as a troubling form of cyber violence, leaves a significant digital footprint, making it key evidence in legal proceedings. This study aims to compare the legal frameworks, validity standards, and verification methods for digital proof related to cyberbullying in the two countries, as well as their legal implications for ensuring legal certainty and protecting victims. The research method used is normative law, by analyzing laws and regulations such as the KUHAP and ITE Law in Indonesia, and the Evidence Act in Singapore, along with related jurisprudence and legal doctrine. The results show significant differences in the legal framework of digital evidence. Singapore, with its Evidence Act, has a more explicit and structured legal framework that emphasizes the reliability of digital evidence, providing higher legal certainty. Indonesia, while recognizing digital evidence through the interpretation of "Surat" in KUHAP and the ITE Law, has a more general and flexible legal norm, with potential challenges in verification and legal certainty. This research concludes that Singapore's more advanced legal framework can serve as a reference supports the advancement of Indonesia's legislation pertaining to digital evidence, especially in light of efficiently addressing cyberbullying. This research contributes to the.