Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengalaman komunikasi mahasiswi bercadar dalam menghadapi stigma masyarakat Risti, Athifa Nabila; Hadisiwi, Purwanti; Prihandini, Puji
Manajemen Komunikasi Vol 6, No 2 (2022): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v6i2.32106

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang pengalaman komunikasi mahasiswi bercadar dalam menghadapi stigma masyarakat. Menjadi bagian dari warga negara Indonesia dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam, namun ternyata tidak serta merta membuat cadar menjadi paham yang meluas tanpa adanya stigma dari masyarakat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan memahami motif mahasiswi bercadar dalam menggunakan cadar, makna cadar bagi mahasiswi bercadar, dan untuk mengetahui bagaimana mahasiswi bercadar mengatasi stigma masyarakat. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi dengan subjek penelitian yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling sebanyak 7 orang. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif mahasiswi bercadar terbagi atas dua tahapan. Pertama ialah alasan menggunakan cadar karena trauma, mengikuti tren, sering mengikuti kajian, dan karena pergaulan. Kedua ialah harapan menggunakan cadar yang terbagi atas enam kategori, yaitu harapan terhadap orang tua, sahabat, jodoh, pekerjaan, lingkungan sekitar, dan akhirat. Variasi makna cadar bagi mahasiswi bercadar ialah sebagai pengingat, pembatas, pelindung, dan sebagai media untuk menundukkan pandangan laki-laki. Dalam mengatasi stigma masyarakat mahasiswi bercadar melakukan lima bentuk penyelesaian yaitu, memberikan penjelasan, membiarkan masyarakat, melepas cadar di tempat tertentu, mengganti cadar dengan masker, dan membuktikan dengan berakhlak baik.
Komunikasi Kebijakan Program Satu Nagari Satu Event sebagai Media Promosi Pariwisata Kabupaten Tanah Datar Eriend, Dion; Risti, Athifa Nabila; Edlina, Ria; Surendra, Gilang
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 3 (2025): September - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i3.3817

Abstract

Satu Nagari Satu Event (SNSE) is one of the flagship programs of the Regent of Tanah Datar, aimed at promoting regional tourism through events grounded in local culture and traditional wisdom. The limited effectiveness of culture-based tourism promotion at the local level, along with the uneven participation of villages in the SNSE program, where only 46 out of 75 villages in Tanah Datar Regency have implemented it, indicates challenges in both the policy communication process and the diffusion of innovation at the village level. This study aims to analyze how the policy communication process of the SNSE program unfolds and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its effectiveness as a tourism promotion medium in Tanah Datar Regency. The study employs a qualitative method with a descriptive approach and is grounded in Everett M. Rogers’ Diffusion of Innovation theory. Data were collected through in-depth interviews, moderate participant observation, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and thematic conclusion drawing. The findings reveal that SNSE policy communication operates through two primary patterns: a formal, regulatory channel grounded in Regent Regulation of Tanah Datar No. 22 of 2022, and an informal, participatory channel facilitated through village deliberations and digital media. The innovation adoption process is uneven, with some villages acting as early adopters due to strong resource readiness and social support, while others fall into the late majority or approach the laggard category due to limited capacity and low levels of policy literacy. Nevertheless, the SNSE program has proven effective in increasing community participation, strengthening local identity, and fostering culture-based creative economic growth.