Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendugaan Lapisan Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Schlumberger Secara Vertikal di Perumahan BTN Wamena, Kabupaten Jayawijaya Mantiri, Steven Y. Y.; Bungkang, Yusuf; Wenda, Christina Aprilia
Jurnal Fisika Papua Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v3i1.164

Abstract

Penelitian tentang pendugaan akuifer air tanah dilakukan di perumahan BTN Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini bertujuan untuk menduga letak dan kedalaman lapisan akuifer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei lapangan. Survei lapangan menggunakan survei metode geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi Schlumberger secara vertikal (sounding). Penelitian ini menggunakan alat geolistrik IRES T300f. Nilai resistivitas dihitung berdasarkan nilai beda potensial dan kuat arus listrik yang tercatat pada alat geolistrik. Data hasil pengukuran diolah dengan menggunakan perangkat lunak IP2WIN untuk menentukan letak dan kedalaman lapisan akuifer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan akuifer ditemukan pada 3 (tiga) titik pengukuran. Pada titik 1, lapisan akuifer terdapat pada lapisan 7 dan 9. Lapisan 7 memiliki nilai resistivitas 6,288 Ωm dengan kedalaman 16 m – 29,37 m tergolong lapisan akuifer bebas. Lapisan 9 memiliki nilai resistivitas 3,903 Ωm dengan kedalaman 63,35 m – 118,7 m tergolong lapisan akuifer tertekan. Pada titik 2, lapisan akuifer terdapat pada lapisan 4, 8 dan 10. Lapisan 4 memiliki nilai resistivitas 4,825 Ωm dengan kedalaman 7,614 – 8,909 m tergolong akuifer bebas. Lapisan 8 memiliki nilai resistivitas 5,079 Ωm dengan kedalaman 20,53 m – 39,11 m tergolong lapisan akuifer tertekan. Lapisan 10 memiliki nilai resistivitas 7,91 Ωm dengan kedalaman 84,82 m – 188 m tergolong lapisan akuifer tertekan. Pada titik 3, lapisan akuifer terdapat pada lapisan 8, yang memiliki nilai resistivitas 5,267 Ωm dengan kedalaman 28,46 m – 59,45 m tergolong akuifer tertekan. Air tanah yang terkandung dalam lapisan-lapisan akuifer pada setiap titik pengukuruan cenderung keruh karena lebih banyak mengandung lempung sebagai lapisan pelindung atau kedap air.
Morfologi dan Distribusi Syzygium spp. di Distrik Heram Kota Jayapura Lunga, Nelly; Mantiri, Steven Y. Y.
Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology
Publisher : Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.372 KB) | DOI: 10.36339/

Abstract

Pemanfaatan genus Syzygium antara lain sebagai tanaman buah-buahan, tanaman obat, tanaman hias, dan tanaman industri. Dalam praktis penggunaannya, konsep spasial dinyatakan dengan data, yang sering disebut data spasial. Data spasial merupakan komponen utama dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Luaran dasar dari Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah peta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis, karakteristik, dan sebaran Syzygium yang terdapat di wilayah Distrik Heram, Kota Jayapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jelajah. Penentuan sampel dilakukan dengan cara survei secara sengaja (Purposif Sampling). Survei dilakukan dengan menjelajahi wilayah Kelurahan Heram untuk mengamati keberadaan Syzygium. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripsi kualitatif yaitu dengan menguraikan tentang karakter morfologi Psidium yang ditemukan, yang meliputi: akar, batang, daun, bunga, dan buah. Data koordinat akan digunakan untuk membuat peta sebaran. Varietas Psidium yang ditemukan sebanyak 11 varietas/kultivar Syzygium yang terdiri atas 3 spesies yaitu Syzygium aqueum (Burm.f.) Alston, Syzygium samarangense (Blume) Merr. and L.M. Perr, dan Syzygium malaccense (L.) Merr & Perry. Karakteristik khas dari setiap varietas yang ditemukan dapat dilihat pada organ batang, daun, bunga dan buah. Penyebaran Syzygium aqueum (Burm.f.) Alston merata pada kelurahan Yabansai, kelurahan Heram, kelurahan Hedam, kelurahan Waena, kampung Waena, dan kelurahan Yoka. Syzygium samarangense (Blume) Merr. and L.M. Perr ditemukan pada Kelurahan Waena dan Kelurahan Heram. Sedangkan Syzygium malaccense (L.) Merr & Perry ditemukan pada kelurahan Yabansai dan kelurahan Hedam.  
IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAN POTENSI AIR TANAH MENGGUNAKAN GEOLISTRIK SCHLUMBERGER DI NIMBOKRANG KABUPATEN JAYAPURA Sari, Ficha Puspita; Mantiri, Steven Y. Y.; Sutarman, Tatang; Lunga, Nelly
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2026): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v8i2.7017

Abstract

Ketersediaan air tanah penting bagi masyarakat Kampung Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, terutama ketika kualitas air permukaan menurun dan debit sumur berkurang pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi struktur lapisan bawah permukaan berdasarkan resistivitas serta menentukan letak, kedalaman, dan ketebalan lapisan yang berpotensi mengandung air tanah. Pengukuran dilakukan dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger secara vertikal pada enam titik, masing-masing dengan bentangan 600 m. Beda potensial dan arus diukur menggunakan Resistivity Meter HV500 AK, kemudian resistivitas semu diinversi menggunakan IPI2Win dan diinterpretasikan dengan mempertimbangkan litologi serta geologi lokal. Hasil menunjukkan struktur bawah permukaan yang heterogen berupa tanah lunak pasiran, tanah lanau, material campuran, dan batuan gamping. Zona potensial air tanah diidentifikasi pada titik 2, 3, 4, dan 5. Titik 3 memiliki interval prospektif tertebal, yaitu 47,20 m pada kedalaman 23,30-70,50 m dengan resistivitas 2,90 Ωm. Hasil ini menunjukkan bahwa survei Schlumberger efektif sebagai pendekatan awal untuk menentukan target eksplorasi air tanah di Nimbokrang, tetapi verifikasi hidrogeologi dan pemboran tetap diperlukan.