Koanak, Ivoni Arisandi Kristina
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KLAIM EKSKLUSIVITAS KRISTUS DALAM KONTEKS KEMAJEMUKAN AGAMA DI INDONESIA Koanak, Ivoni Arisandi Kristina
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v4i2.200

Abstract

Klaim eksklutivitas Kristus merupakan pengajaran fundamental yang membedakan kekristenan dengan agama-agama lain sekaligus tantangan bagi orang-orang Kristen yang hidup di tengah kemajemukan agama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggali bagaimana makna makna klaim ekslusifitas Kristus di tengah-tengah pluralitas agama. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil dari penelitian untuk menunjukkan bahwa soteriologi Kristen adalah pengajaran Kristen yang dapat dibuktikan secara historis. Allah yang adil dan kasih menebus dan menyelamatkan orang-orang berdosa melalui karya agung kematian dan kebangkitan-Nya. Yesus Kristus menjadi satu-satunya jalan serta syarat bagi keselamatan dan pendamaian antara umat-Nya dengan Allah.
KETAKSALAHAN ALKITAB: KAJIAN BIBLIS DAN SISTEMATIS TERHADAP KRITIK FILSUF MODERN DAN TEOLOG LIBERAL Sanda, Hendrik Yufengkri; Koanak, Ivoni Arisandi Kristina
Sesawi Vol 6, No 1 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i1.290

Abstract

Pandangan Orthodoks mengakui bahwa Alkitab merupakan firman Allah yang berotoritas serta sebagai standar kebenaran. Namun pada kenyataanya ada juga pandangan-pandangan dari para filsuf modern dan para teolog liberal menolak anggapan ini. Menurut mereka Alkitab memiliki kesalahan-kesalahan serta ketidaksesuaian-ketidaksesuaian baik dalam hal sejarah maupun Ilmu pengetahuan. Singkatnya, Alkitab bertentangan dengan Ilmu pengetahuan. Anggapan bahwa Alkitab memiliki kesalahan karena ditulis oleh manusia yang memiliki keterbatasan dan kelemahan. Sehingga di dalam penelitian ini, peneliti bertujuan memberikan elaborasi untuk mengkaji pandangan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah library research  dengan  pendekatan  biblis-sistematis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua anggapan para filsuf modern dan teolog liberal ditolak karena di dalam Alkitab tidak terdapat kesalahan (innerancy). Sebab para nabi maupun rasul secara langsung mendapatkan pengilhaman dari Roh Kudus untuk menuliskan firman sehingga tidak mungkin terdapat kesalahan. Kesalahan yang ada hanyalah terdapat pada naskah salinan-salinan bukan pada naskah asli (autografe). Selain itu juga kurangnya memperhatikan teks dan konteks, serta prinsip-prinsip dalam penafsiran Alkitab membuat salah memahami maksud firman Tuhan. Dengan demikian Alkitab tidak bertentangan dengan sejarah maupun ilmu pengetahuan melainkan semakin meneguhkan kebenarannya.
MEMPERTAHANKAN OTORITAS ALKITAB DI ERA POSTMODERN: KRITIK RELATIVISME DAN TAWARAN HERMENEUTIKA KONTEKSTUAL Koanak, Ivoni Arisandi Kristina; Sanda, Hendrik Yufengkri
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v6i1.366

Abstract

In the postmodern era, views on the Bible are challenged by changes in cultural paradigms, philosophy, and the way people think. Traditionally, the Bible, which is considered an authoritative and absolute source, is often questioned or reinterpreted based on the framework of individual subjectivity. Postmodernism shifts the focus from objective understanding to personal and subjective interpretation. Postmodernists see the Bible as a cultural narrative that is open to various interpretations, without recognizing a single truth. A more narrative and relational approach, as well as recognition of plurality of views, can be used to reach individuals who feel alienated by an overly dogmatic approach. The method used in this study is qualitative research with a descriptive-analytical approach. The results of the study show that the views of postmodernists are wrong because they are built on the principles of subjectivism, pluralism, relativism and skepticism. The Bible in the postmodern world requires an adaptive approach but still adheres to solid theological principles. The church and Christian communities must continue to explore creative ways to explain the relevance of the Bible as the living word of God in a changing culture.