Pandangan Orthodoks mengakui bahwa Alkitab merupakan firman Allah yang berotoritas serta sebagai standar kebenaran. Namun pada kenyataanya ada juga pandangan-pandangan dari para filsuf modern dan para teolog liberal menolak anggapan ini. Menurut mereka Alkitab memiliki kesalahan-kesalahan serta ketidaksesuaian-ketidaksesuaian baik dalam hal sejarah maupun Ilmu pengetahuan. Singkatnya, Alkitab bertentangan dengan Ilmu pengetahuan. Anggapan bahwa Alkitab memiliki kesalahan karena ditulis oleh manusia yang memiliki keterbatasan dan kelemahan. Sehingga di dalam penelitian ini, peneliti bertujuan memberikan elaborasi untuk mengkaji pandangan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah library research dengan pendekatan biblis-sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua anggapan para filsuf modern dan teolog liberal ditolak karena di dalam Alkitab tidak terdapat kesalahan (innerancy). Sebab para nabi maupun rasul secara langsung mendapatkan pengilhaman dari Roh Kudus untuk menuliskan firman sehingga tidak mungkin terdapat kesalahan. Kesalahan yang ada hanyalah terdapat pada naskah salinan-salinan bukan pada naskah asli (autografe). Selain itu juga kurangnya memperhatikan teks dan konteks, serta prinsip-prinsip dalam penafsiran Alkitab membuat salah memahami maksud firman Tuhan. Dengan demikian Alkitab tidak bertentangan dengan sejarah maupun ilmu pengetahuan melainkan semakin meneguhkan kebenarannya.
Copyrights © 2024