Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Pada Aspek Partisipasi Masyarakat Terhadap Kemenangan 15 Kali Penghargaan Adipura Di Kota Padang Panjang Putra, Nandito; Hanum, Ikhsanti; Satya, Martiza Mutiara; Fajar, Salwa Abelia
INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Vol 5, No 1 (2024): INDEPENDEN : Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/independen.5.1.49-56

Abstract

Pemberian penghargaan ADIPURA merupakan salah satu inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah dalam menciptakan kota yang berkelanjutan dari segi ekologis, sosial, dan ekonomi, dengan tetap mengedepankan prinsip Good Governance. Pengelolaan sampah kota, sebagai salah satu kriteria utama penilaian, menjadi fokus utama bagi pemerintah daerah yang berupaya meraih penghargaan ADIPURA. Meskipun Kota Padang Panjang mengalami keberhasilan dalam mendapatkan penghargaan 15 kali secara berturut sejak tahun 2009, ada hal positif dari masyarakat yang berpengaruh signifikan terutama terjadi pada pengelolaan sampah kota, menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan perolehan penghargaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Positivistik Rasionalistik dan memfokuskan analisis pada empat aspek implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Padang Panjang, yaitu tingkat penerimaan, pemahaman, keterlibatan, dan tindak lanjut, dengan tujuan mendukung pencapaian penghargaan ADIPURA. Hasil analisis menunjukkan peningkatan nilai pada keempat aspek tersebut selama periode 2004-2019 yang secara jelas mendukung kesuksesan perolehan penghargaan ADIPURA
Pengembangan Virtual Reality Chemistry Berbasis Kearifan Lokal Alam Kalimantan Tengah Untuk Meningkatkan Kemampuan 4C Mahasiswa Anatasya, Violina; Putra, Nandito
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v15i2.343

Abstract

Practicum is an effective method used in learning to improve skills and deepen chemical concepts and theories. However, the main obstacle in the chemistry practicum process is the procurement process regarding the limitations of the tools and materials needed. One innovative solution to overcome this challenge is to utilize Virtual Reality (VR) technology, which allows students to understand the material through interactive simulations. On the other hand, Central Kalimantan has a wealth of local wisdom that can be used as a means to associate chemical concepts with daily life. Through this research, a Virtual Reality Chemistry Laboratory (VRCL) was developed that integrates elements of local wisdom in Central Kalimantan. The research method used in this study is development research (R&D) with the ADDIE model, with the initial step of conducting analysis. This study aims to evaluate the extent to which VRCL can improve students' understanding of chemical concepts and strengthen the connection between science and local culture. The results of this study are expected to make an important contribution to the development of more contextual and relevant learning methods for students. The use of Virtual Reality Chemistry Laboratory combined with the local wisdom of Central Kalimantan's nature aims to improve the 4Cs (Communication, Collaboration, Critical Thinking, and Creativity) skills of students in associating technology with local wisdom values. After going through the learning process using virtual reality media through VR headsets, students can practice the 4Cs skills in terms of focusing questions, observing, identifying assumptions, making conclusions, and determining actions.
Utilizing AI (Artificial Intelligence) Platforms as Learning Media for MIPA Students at Palangka Raya University Anatasya, Violina; Putra, Nandito; Triliyansi
JCER (Journal of Chemistry Education Research) Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 No. 1 June 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcer.v9n1.p1-4

Abstract

This research analyzes the use of AI (Artificial Intelligence) platform as a learning media for Mathematics and Natural Sciences Education students at Palangka Raya University. As technology develops, AI is often used in higher education as a system that mimics human intelligence. Various AI platforms have diverse functions that support student learning activities. The research method used descriptive qualitative with data collection through questionnaires on Google Form. The results show that students actively use AI, with ChatGPT being the most frequently used. AI makes it easier for students to obtain information quickly, makes the learning process more effective, and learning more interesting. However, there are risks of AI dependency and data inaccuracy. This research also describes the utilization of AI to contribute to improving the quality of learning for MIPA Education students at Palangka Raya University.
PENGARUH FAKTOR EKONOMI TERHADAP PERILAKU MEMILIH MASYARAKAT DI KECAMATAN PADANG SELATAN PADA PILKADA 2024 Putra, Nandito; Hendrik, Doni
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal JISIPOL Vol. 9 No. 2 (2025): MAY 2025
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu elemen utama demokrasi yang memberikan kedaulatan rakyat adalah partisipasi politik. Di Indonesia, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menjadi wujud utama partisipasi politik yang dipengaruhi oleh bermacam faktor, salah satunya adalah faktor ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh faktor ekonomi terhadap partisipasi politik dan perilaku memilih masyarakat di Kecamatan Padang Selatan pada Pilkada 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 140 sampel yang tersebar di 14 kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah total responden (52,9%) menganggap politik uang sangat mempengaruhi keputusan memilih. Selain itu, 58,6% responden menyatakan kesediaan menerima uang dari calon kepala daerah. Meskipun sebagian besar responden tidak bergantung pada bantuan sosial, 41,7% merasa takut kehilangan bantuan jika tidak memilih calon tertentu. Hasil ini menunjukkan bahwa politik uang dan ketergantungan ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku memilih, dengan pengaruh yang paling signifikan pada masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.
PENGARUH SIKAP PERMISIF TERHADAP POLITIK UANG DI KOTA PADANG PADA PILKADA 2024 Putra, Nandito; Hendrik, Doni
Jurnal Wahana Bina Pemerintahan Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pengembangan Studi Pemerintahan Program Pascasarjana Magister(S2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55745/jwbp.v7i1.337

Abstract

Dalam sistem demokrasi, perilaku memilih idealnya didasarkan pada pertimbangan rasional seperti visi, misi, dan rekam jejak para calon kandidat. Namun, realitasnya di lapangan menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan politik masyarakat masih kerap dipengaruhi oleh faktor-faktor non-rasional, salah satunya adalah praktik politik uang. Kenyataan ini tidak hanya mencerminkan rendahnya kesadaran politik masyarakat, tetapi juga menunjukkan adanya permasalahan yang mendalam, seperti tekanan ekonomi, keterbatasan akses terhadap pendidikan politik, hingga budaya politik yang sudah terbentuk sejak lama di kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap permisif masyarakat terhadap praktik politik uang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Padang. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan lebih dari 1.400 responden yang disurvei melalui penyebaran kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 61,6% responden mengaku terpengaruh oleh politik uang dalam menentukan pilihan, sedangkan 38,4% menyatakan tidak terpengaruh. Selain itu, 43,8% responden mengakui pernah menerima uang atau barang seperti sembako dari pasangan calon atau tim sukses, menunjukkan masih kuatnya budaya permisif di tengah masyarakat. Faktor dominan yang memengaruhi sikap tersebut meliputi kondisi ekonomi masyarakat, rendahnya literasi politik, dan lemahnya penegakan hukum. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik politik uang masih menjadi tantangan yang serius dalam demokrasi lokal. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat, antara lain dengan memperkuat integritas penyelenggaraan pemilu, dan menegakkan hukum secara tegas guna memutus siklus politik uang yang terus berulang.