Peternakan ayam kampung memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama di wilayah semi-perkotaan seperti Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Namun, produktivitas ayam kampung masih rendah akibat manajemen pembibitan yang belum optimal dan minimnya penerapan teknologi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak melalui penerapan teknologi tepat guna (TTG) berupa inkubator sederhana dalam manajemen pembibitan ayam kampung. Metode pelaksanaan meliputi tahapan persiapan, pelatihan teknis, pendampingan lapangan, serta evaluasi hasil. Sebanyak 20 peternak ayam kampung dari Kelurahan Anduonohu terlibat secara aktif dalam kegiatan ini. Pelatihan mencakup pemilihan indukan unggul, teknik penetasan, pengoperasian inkubator, dan manajemen anak ayam (DOC). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi hasil penetasan, serta wawancara terhadap peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak sebesar 61,4%, peningkatan daya tetas telur dari 58,3% menjadi 83,6%, serta penurunan tingkat kematian DOC dari 26,8% menjadi 9,7%. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya kelompok pembibitan ayam kampung mandiri “Sumber Makmur” yang berfungsi sebagai wadah pengelolaan usaha dan inovasi bersama. Dapat disimpulkan bahwa penerapan teknologi tepat guna berbasis partisipatif mampu meningkatkan produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan peternak ayam kampung di tingkat lokal. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa guna memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi.