Penyuluhan pertanian merupakan sistem penyampaian informasi, inovasi dengan komunikasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta merubah sikap maupun perilaku petani. Keberhasilan pembangunan pertanian didukung oleh kualitas sumberdaya manusia khususnya penyuluh sebagai pelaku utama, dan petani sebagai sasaran. Sumberdaya manusia yang terdiri dari faktor ekternal maupun internal individu merupakan pengerak dan penyinergi sumberdaya lainnya untuk mencapai tujuan penyuluhan. Tujuan penelitian adalah merumuskan keberhasilan penyuluhan melalui karakteristik petani dan penyuluh dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan teori Speech Communication Model. Data primer dengan wawancara dan kuisioner terstruktur terhadap 65 orang penyuluh dan petani menggunakan proportionate stratified random sampling di 9 Kecamatan, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sementara populasi penyuluh diambil seluruhnya, selanjutnya dianalisis dengan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penyuluh berpengaruh positif dilihat dari demografi, kompetensi dan input layanan, serta karakteristik petani dilihat demografi, karakteristik, dan keterjangkauan komunikasi yang berpengaruh tinggi terhadap keberhasilan penyuluhan. Karakteristik petani dan penyuluh berkorelasi positif terhadap kegiatan penyuluhan, yang artinya semakin tinggi kemampuan, kompetensi, keterampilan, dan motivasi, petani dan penyuluh maka keberhasilan penyuluhan dapat meningkat untuk mencapai tujuan penyuluhan, sehingga terwujudnya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan petani. Upaya yang dapat dilakukan dengan melalui kegiatan pelatihan, bimbingan teknik dan sebagainya secara berkelanjutan dan sesuai kebutuhan. Selain itu dukungan pemerintah dalam penyediaan pembiayaan, sarana, prasarana, serta program