Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Coral Reef Cover in Nias Regency, North Sumatra Simaremare, Elisabet Rosevenny; Wahyuningsih, Hesti; Aththorick, T Alief
Tunas Geografi Vol. 13 No. 2 (2024): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v13i2.59317

Abstract

Marine and fisheries resources in the waters of Nias Regency are one of the sectors that drive the community's economy, especially in coastal areas. Coral reefs are one of the marine ecosystems in Nias Regency that have high ecological and economic value. This research aims to evaluate the environmental conditions of coral reefs in the Nias Regency Water Area, especially in the seascape tourism zone around the waters of Onolimbu Island and Musi Island as research locations. The research was conducted from March to May 2023 in the coastal waters of Nias Regency to collect ecological and socio-economic data. Coral cover analysis was carried out using underwater photo methods and classified based on condition categories set by the Ministry of Environment. The condition of coral reefs at this research location is in the damaged to moderate category (23.47-45.13%) with an average abundance of 31.54% and is included in the medium category. The percentage of coral reef life form types consists of Dead Coral Algae (DCA) (34.86%), Hard Coral (31.81%), Sands (15.73%), Recent Dead Coral (5.84%), and the rest are Rubble, Other Biota and Rock. Coral Reefs, Coral Cover, Nias Regency
Potensi Ekologi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pini, Nias Selatan: Potensi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Muhtadi, Ahmad; Khairunnisa; Damanik, Mhd. Ridha Syafi'i; Siregar, Zufriwandi; Simaremare, Elisabet Rosevenny; Lubis, Muhammad Riza Kurnia; Azahirin; Br. Tarigan, Sri Masnita; Husaini, Hasbi; Ariston, Lovedrian
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.24280

Abstract

Pulau Pini dan pulau-pulau kecil di sekitarnya merupakan wilayah pesisir yang memiliki ekosistem penting, seperti terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang berperan sebagai habitat utama berbagai sumber daya ikan dan penopang keanekaragaman hayati laut. Namun demikian, informasi ilmiah mengenai kondisi ekosistem serta tantangan pengelolaan kawasan konservasi di wilayah pulau-pulau kecil ini masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekologi, tantangan, serta arah pengelolaan kawasan konservasi di perairan Pulau Pini, Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2023 di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Pulau Pini melalui pengamatan kondisi ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menilai status ekosistem pesisir, sedangkan identifikasi faktor internal dan eksternal pengelolaan kawasan konservasi dianalisis menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki potensi ekosistem pesisir yang signifikan dengan ditemukannya 7 spesies mangrove dan 6 spesies lamun. Persentase tutupan lamun berkisar antara 32,75%–61,50% yang menunjukkan kondisi ekosistem dari kategori kurang sehat hingga sehat. Kondisi terumbu karang tergolong kategori kurang dengan rata-rata tutupan karang hidup sebesar 38,35%, sedangkan mangrove berada pada kategori sedang dengan sebaran yang relatif terbatas. Zonasi kawasan konservasi terdiri atas zona inti, zona pemanfaatan terbatas, dan zona lain sesuai peruntukannya yang diarahkan untuk perlindungan ekosistem pesisir. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi Pulau Pini berada pada Kuadran I (strategi SO), yang menekankan pemanfaatan kekuatan ekosistem pesisir untuk memaksimalkan peluang pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan perlindungan habitat, pemantauan ekosistem secara berkala, serta peningkatan partisipasi masyarakat merupakan strategi utama dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan di perairan Pulau Pin