Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mangrove Nurseries as an Effort for Rehabilitation and Optimizing the Functions of Coastal Ecosystem Areas in Bandar Khalifah District, Serdang Bedagai Regency, North Sumatra Province Manurung, Vindy Rilani; Harahap, Zulham Apandy; Rangkuti, Ahmad Baiquni; Husaini, Hasbi; Peranginangin, Denny Pahwen
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v7i2.9476

Abstract

The coastal area of ​​Serdang Berdagai district, Bandar Khalifa sub-district, has a population of 25,857 people With 80% working as fishermen, which is still dominated by small-scale fishing, This coastal area has a high diversity of mangroves, However, based on a survey, the mangrove ecosystem in this location has begun to be damaged and competition with trawl fishing boats, damage and competition result in a decrease in the catch of small fishermen, so that the optimization of the ecological area needs to be done through the implementation of mangrove rehabilitation, nurseries and the application of fishing aids, with the aim of increasing the catch of fishermen, The approach method used demonstration and counseling methods, socialization of activities by delivering material to mitra in the form of sharing sessions, followed by field practice with mangrove nurseries carried out by the community service team, Ministry of Marine Affairs and Fisheries extension and fishing mitra POKMASWAS Elang Putih and fishermen group KUB Bina Usaha Mandiri
The Use of Rumpon: Fish Aggregate Device (FAD) Made of Artificial Boat for Fishing Activities in Pasar Sorkam Village, Central Tapanuli Regency, North Sumatera Province Manurung, Vindy Rilani; Susetya, Ipanna Enggar; Sebayang, Nur Ulina Warnisyah; Harahap, Zulham Apandy; Husaini, Hasbi; Desnamrina, Kenni Cendekia; Dewinta, Astrid Fauzia
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v8i1.9509

Abstract

Pasar Sorkam Beach, Binasi Village is an area with many large coastal areas with an area of ​​3.85 km2, with a population of 1262 people and an average livelihood as a fisherman, with a total catch of 40234.7 tons. Based on information from POKMASWAS and temporary fishing groups, there are problems, that is the decline in fish catches due to damage to the ecosystem caused by illegal fishing and fishing that is Harmful to the environment, so that a solution is needed to solve this problem, namely by making fish aggregate device (FAD) called Rumpon that support sustainable fisheries so that it is in line with Sustainability Development Goals (SDGs) number 14. The method of implementing this activity is the educational method with demonstrations and counseling through four stages, preparation of activities, field practice, socialization, monitoring and evaluation. The results and discussions obtained were that preparation of activities was carried out after site surveys and literature studies with experience in using Rumpon, construction planning and determining the release of Rumpon, field practice was carried out by releasing Rumpon by all activity participants and accompanied by the Indonesian Navy, the release is intended as a new fishing ground for fishermen, socialization of activities attended by all participants, monitoring and evaluation, monitoring through the head of POKMASWAS, evaluation using a questionnaire with 15 questions about the condition of fishermen, community service activities are conducive and fishing group mitra are very enthusiastic about this activity.
Potensi Ekologi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pini, Nias Selatan: Potensi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Muhtadi, Ahmad; Khairunnisa; Damanik, Mhd. Ridha Syafi'i; Siregar, Zufriwandi; Simaremare, Elisabet Rosevenny; Lubis, Muhammad Riza Kurnia; Azahirin; Br. Tarigan, Sri Masnita; Husaini, Hasbi; Ariston, Lovedrian
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.24280

Abstract

Pulau Pini dan pulau-pulau kecil di sekitarnya merupakan wilayah pesisir yang memiliki ekosistem penting, seperti terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang berperan sebagai habitat utama berbagai sumber daya ikan dan penopang keanekaragaman hayati laut. Namun demikian, informasi ilmiah mengenai kondisi ekosistem serta tantangan pengelolaan kawasan konservasi di wilayah pulau-pulau kecil ini masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekologi, tantangan, serta arah pengelolaan kawasan konservasi di perairan Pulau Pini, Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2023 di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Pulau Pini melalui pengamatan kondisi ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menilai status ekosistem pesisir, sedangkan identifikasi faktor internal dan eksternal pengelolaan kawasan konservasi dianalisis menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki potensi ekosistem pesisir yang signifikan dengan ditemukannya 7 spesies mangrove dan 6 spesies lamun. Persentase tutupan lamun berkisar antara 32,75%–61,50% yang menunjukkan kondisi ekosistem dari kategori kurang sehat hingga sehat. Kondisi terumbu karang tergolong kategori kurang dengan rata-rata tutupan karang hidup sebesar 38,35%, sedangkan mangrove berada pada kategori sedang dengan sebaran yang relatif terbatas. Zonasi kawasan konservasi terdiri atas zona inti, zona pemanfaatan terbatas, dan zona lain sesuai peruntukannya yang diarahkan untuk perlindungan ekosistem pesisir. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi Pulau Pini berada pada Kuadran I (strategi SO), yang menekankan pemanfaatan kekuatan ekosistem pesisir untuk memaksimalkan peluang pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan perlindungan habitat, pemantauan ekosistem secara berkala, serta peningkatan partisipasi masyarakat merupakan strategi utama dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan di perairan Pulau Pin