Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Sintesis Bioetanol dari Rumput Laut Coklat (Sargassum sp) Asal Pulau Timor Sebagai Energi Terbarukan Bria, Patrisius Maryanto; Kolo, Sefrinus Maria Dolfi
Eksergi Vol 20, No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v20i3.9857

Abstract

Pasokan bahan bakar minyak (BBM) saat ini masih bergantung pada bahan bakar fosil yang mengakibatkan menipisnya cadangan minyak di perut bumi. Konsumsi energi di sektor transportasi saat ini sebesar 44,2%. Hal ini mengakibatkan meningkatan emisi gas karbon dioksida yang berdampak pada penipisan ozon. Bioetanol merupakan salah satu bahan bakar terbarukan yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kadar gula dan kadar bioetanol yang tinggi. Sargassum sp dinilai ideal untuk dikonversi menjadi bioetanol karena memiliki kandungan karbohidrat 53,28% dan selulosa 23,97-35,22%. Kandungan karbohidrat yang tinggi ini dapat diubah menjadi bioetanol melalui beberapa metode yaitu preparasi, hidrolisis, fermentasi dan distilasi. Preparasi sampel dilakukan dengan tujuan mengurangi ukuran dan memperluas permukaan sampel menggunakan saringan 35 mesh.  Hidrolisis dilakukan pada suhu 150 0C selama 50 menit menggunakan katalis H2SO4 2% dengan bantuan microwave. pH yang digunakan dalam proses fermentasi adalah 4,5 dan mikroorganisme yang digunakan yaitu Saccharomyces cerevisiae. Hidrolisat gula dianalisis dengan metode DNS menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Uji kualitatif etanol dilakukan secara kimiawi menggunakan kalium dikromat dan uji kuantitatif etanol menggunakan hand refraktometer. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar gula pereduksi adalah 6296,67 ppm. Hasil uji kualitatif etanol dikonfirmasi dari perubahan warna dari orange menjadi hijau kebiruan. Hasil analisis etanol kuantitatif menggunakan refraktometer tangan sebesar 34%.
Sintesis Bioetanol Dari Limbah Pinang (Areca catechu L.) Dengan Microwave Irradiasi Menggunakan Katalis H2SO4 Oktaviani Nailheli; Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Janrigo Klaumegio Mere; Bria, Patrisius Maryanto
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.13930

Abstract

Permintaan energi menjadi salah satu tantangan utama dunia, termasuk Indonesia. Sektor industri, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal ini berbanding terbalik dengan penurunan produksi minyak bumi domestik secara alami. Konsekuensinya, krisis energi, penipisan cadangan bahan bakar fosil (energi tak terbarukan), dan kenaikan harga bahan bakar global menjadi tak terhindarkan. Dalam beberapa tahun terakhir, telah dilakukan penelitian untuk mendapatkan bahan bakar alternatif dari sumber daya alam terbarukan seperti bioetanol. Bioetanol adalah salah satu jenis sumber energi terbarukan yang saat ini masih dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif. Dalam penelitian ini, dilakukan produksi bioetanol dari limbah sabut aren dengan tujuan mengetahui pengaruh waktu hidrolisis menggunakan microwave terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Metode penelitian ini terdiri dari persiapan sampel, hidrolisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis, analisis kualitatif etanol menggunakan larutan kalium dikromat, dan analisis kuantitatif etanol menggunakan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kadar gula reduktan tertinggi yang diperoleh pada waktu hidrolisis 60 menit sebesar 41,1 g/L. Analisis kualitatif menggunakan kalium dikromat menunjukkan adanya etanol dalam fermentasi sabut aren ditandai dengan perubahan warna larutan kalium dikromat dari oranye menjadi biru saat ditambahkan ke hasil fermentasi. Dengan menggunakan konsentrasi inokulum 8%, diperoleh kadar etanol 18,88% yang dianalisis menggunakan HPLC.
Sintesis Bioetanol Dari Limbah Kulit Pisang Kepok Dan Limbah Sabut Pinang Sebagai Energi Terbarukan Bria, Patrisius Maryanto; Sefrinus Maria Dolfi Kolo
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.14653

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang produksi bioetanol dari limbah kulit pisang kepok dan limbah sabut pinang sebagai energi terbarukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui berapa kadar gula pereduksi dan kadar bioetanol yang dihasilakan dari kulit pisang dan sabut pinang. Penelitian ini meliputi preparasi sampel, hidrolisis, fermentasi, distilasi, analisis kualitatif dan kuantitatif bioetanol. Kadar gula pereduksi yang diperoleh dari penelitian ini sebesar 57,88 g/L pada perlakuan KP.75%:SP.25%. Hasil analisis kualititatif positif mengandung bioetanol yang ditandai dari perubahan warna jingga menjadi hijau kebiruan dan konsentrasi bioetanol dari uji kuantitatif menggunakan hand refracrometer sebesar 39 % v/v.
Potensi Biomassa Laut Asal Pulau Timor Sebagai Bahan Baku Produksi Bioetanol Untuk Mengatasi Masalah Krisis Energi Dalam Mewujudkan Substainble Development Goals 7 Mikson Nahak; Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Bria, Patrisius Maryanto
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.15348

Abstract

Pantai Atapupu dan Pantai Bolok yang berada di pulau Timor NTT sangat melimpah akan biomassalautnya. Namun kelimpahan biomassa laut yang ada di pulau Timor NTT tidak dimanfaatkan olehmasyarajat setempat sebagai bahan pangan dan masyarakat setempat hanya menganggap sebagailimbah yang merusak estetika pantai. Namun jika ditelusuri kandungan karbohidrat dari biomassabimassa tersebut sangat tinggi yakni mencapai 77%. Kandungan yang tinggi ini sangat berpotensiuntuk dikonversi menjadi bioetanol melalui proses hidrolisis menggunakan katalis asam, fermentasidan pemurnian (distilasi) untuk mengatasi masalah krisis energi dalam mewujudkan substainbledevelopment goals 7. Metode yang tepat untuk konversi biomassa laut yang berada di pulau TimorNTT yakni hidrolisis menggunakan katalis asam sulfat 3%, waktu pemanasan 50 menit, suhupemanasan 150C untuk menghasilkan kadar gula berkisar hingga 97,1 g/L. Sedangkan fermentasiterbaik dilakukan selama 7 hari menggunakan konsentrasi inokulum ragi 12% pada pH 4,5 untukmemperoleh bioetanol dengan konsentrasi berkisar hingga 43,40%. 0
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Daun Afrika Vernonia amygdalina Del Dan Ekstrak Etanol Eucalyptus Populus Asal Pulau Timor Noviana Mery Obenu; Bria, Patrisius Maryanto; Rogerius Asa
Jurnal Redoks Vol. 10 No. 1 (2025): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v10i1.17825

Abstract

  Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi senyawa metabolit sekunder pada tanaman daun afrika (Vernonia amygdalina Del) dan daun aibubur (Eucalyptus populus) asal pulau Timor. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut metanol dan etanol yang dilakukan secara maserasi selama 1×4 jam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ekstraksi secara dingin dan identifikasi secara kualitatif menggunakan pereaksi kimia. Ekstrak yang diperoleh kemudian dipekatkan menggunakan evaporator. Hasil identifikasi senyawa metabolit sekunder pada ekstrak metanol daun afrika dan ekstrak etanol daun aibubur menjukan bahwa ekstrak metanol daun afrika mengandung 4 senyawa metabolit sekunder yakni flavonoid, saponin, tannin dan fenol. Sedangkan ekstrak etanol daun aibubur terdapat 3 senyawa metabolit sekunder yakni flavonoid, tannin dan fenol. Kedua ekstrak sama-sama tidak mengandung senyawa streroid/triterpenoid
Sintesis Bioetanol dari Rumput Laut Coklat (Sargassum sp) Asal Pulau Timor Sebagai Energi Terbarukan Bria, Patrisius Maryanto; Kolo, Sefrinus Maria Dolfi
Eksergi Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v20i3.9857

Abstract

Pasokan bahan bakar minyak (BBM) saat ini masih bergantung pada bahan bakar fosil yang mengakibatkan menipisnya cadangan minyak di perut bumi. Konsumsi energi di sektor transportasi saat ini sebesar 44,2%. Hal ini mengakibatkan meningkatan emisi gas karbon dioksida yang berdampak pada penipisan ozon. Bioetanol merupakan salah satu bahan bakar terbarukan yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kadar gula dan kadar bioetanol yang tinggi. Sargassum sp dinilai ideal untuk dikonversi menjadi bioetanol karena memiliki kandungan karbohidrat 53,28% dan selulosa 23,97-35,22%. Kandungan karbohidrat yang tinggi ini dapat diubah menjadi bioetanol melalui beberapa metode yaitu preparasi, hidrolisis, fermentasi dan distilasi. Preparasi sampel dilakukan dengan tujuan mengurangi ukuran dan memperluas permukaan sampel menggunakan saringan 35 mesh.  Hidrolisis dilakukan pada suhu 150 0C selama 50 menit menggunakan katalis H2SO4 2% dengan bantuan microwave. pH yang digunakan dalam proses fermentasi adalah 4,5 dan mikroorganisme yang digunakan yaitu Saccharomyces cerevisiae. Hidrolisat gula dianalisis dengan metode DNS menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Uji kualitatif etanol dilakukan secara kimiawi menggunakan kalium dikromat dan uji kuantitatif etanol menggunakan hand refraktometer. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar gula pereduksi adalah 6296,67 ppm. Hasil uji kualitatif etanol dikonfirmasi dari perubahan warna dari orange menjadi hijau kebiruan. Hasil analisis etanol kuantitatif menggunakan refraktometer tangan sebesar 34%.
Pelatihan Pembuatan VCO Dalam Menunjang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMA ST. Paulus Weliman Kolo, Sefrinus Maria Dolfi; Bria, Patrisius Maryanto; Hoar, Maria Gaudensiana
Innovation for Community Service Journal Vol 3 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Department of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/icsj.v3i1.20400

Abstract

Telah dilakukan pengabdian kepada Masyarakat di SMA St. Paulus Weliman Kabupaten Malaka tentang pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai proyek kewirausahaan dalam menunjang Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini meliputi siswa-siswi kelas 10 SMA ST. Paulus Weliman yang berjumlah 26 orang, 1 guru mata Pelajaran dan 2 orang tim pengabadian dari program studi kimia universitas timor yang terdiri dari 1 dosen dan 1 mahasiswa. Pengabdian ini dilaksanakan selama 2 hari. Tujuan dari pengabdian ini untuk melatih siswa-siswi kelas X untuk menciptakan VCO yang berkualitas untuk dijadikan produk unggulan dalam proyek kewirausahaan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berupa diskusi dan eksperimen. Pada metode diskusi tim pengabdian menjelaskan materi yang berkaitan dengan VCO seperti proses pembuatan sampai dengan manfaat VCO bagi kesehatan. VCO yang dihasilkan dikemas untuk diperjual-belikan. Keberhasilan pelatihannya dilihat berdasarkan hasil kusioner yang dibagikan.