Dian Saputra Marzuki
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Segmentasi Pasar Pelayanan Kesehatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Faisal Makassar Amaliah Amriani AS; Muh. Alwy Arifin; Dian Saputra Marzuki
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i3.30

Abstract

Persaingan di industri rumah sakit Indonesia semakin ketat, hal ini menuntut pihak manajemen rumah sakit bekerja lebih giat lagi, termasuk Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Segmentasi pasar perlu dilakukan agar rumah sakit dapat memfokuskan pelayanan kesehatan terhadap pasar tertentu sehingga terciptanya loyalitas pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui segmentasi pasar berdasarkan karakteristik pengguna jasa pelayanan kesehatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei deskriptif. Total sampel sebanyak 99 orang di ruang rawat inap RS Islam Faisal Makassar dengan pengambilan sampe menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara dengan responden. Pengolahan data dilakukan dengan analisis distribusi frekuensi dan analisis cluster. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa karakteristik demografi pasar Rumah Sakit berada pada kategori umur dewasa (26-45 tahun), perempuan, memiliki ukuran keluarga sedang, tingkat pendidikan tinggi, tidak bekerja/ IRT dengan pendapatan keluarga kurang. Berdasarkan karakteristik geografi, memiliki lokasi tempat tinggal dalam Kota Makassar dan status tempat tinggal merupakan rumah milik sendiri. Berdasarkan karakteristik psikografi memiliki motivasi dan persepsi tinggi. Berdasarkan karakteristik perilaku, pola pencarian pengobatan ketika sakit sedang dan berat memanfaatkan pelayanan kesehatan sedangkan ketika sakit ringan cenderung untuk membeli obat di warung/ apotek, frekuensi pemanfaatan rumah sakit tinggi. Berdasarkan karakteristik yang didapatkan, segmentasi pasar di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar terbagi atas tiga segmen yaitu Hospital Aversion (34,3%), Hospital Care Minimizer (2,0%), dan Hospital Care Maximizer (64,6%) yang memiliki 10 karakteristik berbeda antar segmen yaitu umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, ukuran keluarga, lokasi tempat tinggal, status tempat tinggal, motivasi, pola penggunaan pelayanan kesehatan saat sakit ringan dan sedang, dan intensitas penggunaan rumah sakit.
Implementation of the Standard Inpatient Class Policy at RSUP Dr. Tadjuddin Makassar Muhammad Alwy Arifin; Andi Luthfiyyah Anna; Dian Saputra Marzuki; Sukri Palutturi; Ryryn Suryaman Prana Putra
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v4i3.5951

Abstract

Background: Based on Presidential Regulation No. 59 of 2024, which replaces Presidential Regulation No. 82 of 2018 on Health Insurance, the implementation of the Standard Inpatient Class (KRIS) is mandated for four types of hospitals in Indonesia, including RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. The KRIS policy must be implemented in all hospitals in Indonesia cooperating with BPJS Health by June 30, 2025. However, the current implementation of KRIS primarily focuses on adjusting medical facilities and infrastructure toward a single class. To analyze the implementation of the KRIS policy at RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar in 2024 based on Input and Process aspects. Method: This study employed descriptive research with a qualitative approach, using interviews, observations, and document reviews conducted from February to March 2024 at RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Eleven informants were selected using purposive sampling. Result: The "Man" input is adequate but faces obstacles. There is no specific budget allocation ("Money") and no difference in financial management before and after policy implementation. "Material" needs are not fully met, and there are established "Methods" or rules for implementing the KRIS policy. Conclusion: Overall, the implementation of KRIS at RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, as a pilot hospital for KRIS, has been successful. However, several variables still need improvement. It is recommended that the hospital enhance its strategies in various aspects of KRIS policy implementation.
Health Policy Perspectives on Combating Diarrhea in Toddlers Muhammad Alwy Arifin; Dian Saputra Marzuki
Journal of Health Literacy and Qualitative Research Vol. 5 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/jhlqr.v5i1.379

Abstract

Diarrhea remains a significant cause of morbidity and mortality among children under five, particularly in low- and middle-income countries. Health policies targeting the prevention and management of diarrhea in toddlers have evolved over the years, yet challenges persist. This literature review examines the effectiveness of existing health policy interventions, identifies gaps, and suggests potential avenues for improving outcomes in combating diarrhea in toddlers. The review underscores the need for integrated and context-specific approaches that address the multifaceted determinants of diarrheal diseases.