Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Etnomatematika Pada Aktivitas Petani Cabai Di Desa Jajag Kabupaten Banyuwangi Dalam Pembuatan Lembar Proyek Siswa Materi Geometri Rahmawati , Mita; Rhomdani, Rohmad Wahid; Fatqurhohman, Fatqurhohman
Tematik : Jurnal Konten Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2023): TEMATIK: Jurnal Konten Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Tadris Matematika Fakultas Tadris Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/tematik.v1i2.1183

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan dan menentukan kelayakan LPS. Dari hasil penelitian pengembangan ini dapat dinyatakan bahwa LPS yang dikembangkan layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan semangat siswa dalam berlatih soal matematika. Jenis penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (R&D). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner Subyek uji coba penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Jember. Hasil penelitian dan pengembangan ini berupa produk LPS dengan judul “Eksplorasi Etnomatematika Pada Kegiatan Petani Cabai Di Desa Jajag Kabupaten Banyuwangi Dalam Pembuatan Lembar Proyek Mahasiswa Materi Geometri”. Penyajian hasil data penelitian dan pengembangan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil validasi instrumen dan validasi LPS. Validasi LPS oleh validator memperoleh skor rata-rata 3,14. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa LPS yang dikembangkan dinyatakan valid. Data kualitatif diperoleh dari hasil angket respon siswa terhadap LPS yang dikembangkan. Berdasarkan hasil angket respon siswa, sebanyak 55% siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi geometri, 87,5% siswa lebih mudah memahami materi geometri, 90% siswa memiliki semangat untuk belajar lebih lanjut, 70% LPS mempresentasikan menarik, 80% bahasa pertanyaan sangat mudah dipahami, 77,5% kalimat pertanyaan tidak menimbulkan makna ganda, 77,5% kalimat pertanyaan tidak menimbulkan makna ganda, dan 80% LPS sangat membantu dalam pembelajaran geometri, yang sangat baik. Artinya, gambar di LPS sudah jelas. Berdasarkan hasil tes yang dilakukan siswa terhadap LPS diperoleh nilai rata-rata 84.
Model Pemberdayaan Masyarakat Urban melalui Budidaya Lele Galon Terintegrasi Pratiwi, Yolanda; Miralda, Juwita; juliarni , Leni; Dwi Putri, Shafira; Irma, Ade; Rahmawati , Mita; idsan , Ahmad; Irham , syuaib; Razi, Fahrul; Yasmin, Santri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di wilayah perkotaan melalui model pemberdayaan berbasis budidaya lele dalam galon yang terintegrasi dengan urban farming cabai dan sereh. Kegiatan dilaksanakan di RT 005/RW 002 Kelurahan Sawah Lama, Tangerang Selatan, dengan melibatkan partisipasi aktif 18 warga. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, praktik lapangan, dan pendampingan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur untuk mengidentifikasi perubahan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan keterlibatan warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu kenaikan pengetahuan teknik budidaya dari 30% menjadi 85%, keterampilan praktik dari 25% menjadi 80%, serta partisipasi warga dalam urban farming dari 35% menjadi 75%. Kesadaran pemanfaatan limbah plastik juga meningkat melalui penggunaan galon bekas sebagai media budidaya, dan muncul inisiatif warga untuk mengembangkan pembibitan tanaman secara mandiri. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi sederhana antara budidaya ikan dan tanaman dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung ketahanan pangan keluarga di kawasan urban padat penduduk. Model ini memiliki potensi untuk direplikasi di wilayah lain dengan menyesuaikan kondisi sosial dan ketersediaan sumber daya lokal