Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR LEMBAR KEGIATAN SISWA MATEMATIKA BERBASIS INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD/MI Saputra, Angga Nuraufa Zamzami
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 2 No. 01 (2023): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v2i01.559

Abstract

Kurikulum yang sekarang ini dianggap pemerintah paling mampu menjadi pandangan baru dalam fokus acuan pendidikan adalah kurikulum 2013. Berbeda dengan dengan kurikulum sebelumnya, kurikulum 2013 dalam perencanaan implementasinya diharapkan dapat memberikan dukungan dengan menerapkan pembelajaran berpusat pada siswa. Kenyataan dilapangan, dalam penerapan kurikulum yang berpusat di siswa ternyata belum sepenuhnya terlaksana, faktor metode dan sumber belajar yang diterapkan menjadi kunci permasalahan kurikulum yang berpusat pada siswa. Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) matematika berbasis inquiry dalam meningkatkan berpikir kritis belum ditemukan di proses pembelajaran di sekolah-sekolah swasta maupun negeri. Pembelajaran dengan menggunakan pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) matematika berbasis inquiry materi penyajian data untuk meningkatkan berpikir kritis siswa SD/MI diharapkan dapat menyumbangkan kontribusi berupa output pendidikan yang dihasilkan akan sesuai dengan harapan. Pengembangan bahan ajar Lembar Kegiatan Siswa (LKS) menggunakan langkah penelitian dan pengembangan yaitu perencanaan, penyusunan bahan ajar LKS, uji validasi pakar, revisi produk, uji coba lapangan kecil, revisi produk, uji coba lapangan, dan revisi akhir produk.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR LEMBAR KEGIATAN SISWA MATEMATIKA BERBASIS INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD/MI Saputra, Angga Nuraufa Zamzami
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 2 No. 01 (2023): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v2i01.559

Abstract

Kurikulum yang sekarang ini dianggap pemerintah paling mampu menjadi pandangan baru dalam fokus acuan pendidikan adalah kurikulum 2013. Berbeda dengan dengan kurikulum sebelumnya, kurikulum 2013 dalam perencanaan implementasinya diharapkan dapat memberikan dukungan dengan menerapkan pembelajaran berpusat pada siswa. Kenyataan dilapangan, dalam penerapan kurikulum yang berpusat di siswa ternyata belum sepenuhnya terlaksana, faktor metode dan sumber belajar yang diterapkan menjadi kunci permasalahan kurikulum yang berpusat pada siswa. Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) matematika berbasis inquiry dalam meningkatkan berpikir kritis belum ditemukan di proses pembelajaran di sekolah-sekolah swasta maupun negeri. Pembelajaran dengan menggunakan pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) matematika berbasis inquiry materi penyajian data untuk meningkatkan berpikir kritis siswa SD/MI diharapkan dapat menyumbangkan kontribusi berupa output pendidikan yang dihasilkan akan sesuai dengan harapan. Pengembangan bahan ajar Lembar Kegiatan Siswa (LKS) menggunakan langkah penelitian dan pengembangan yaitu perencanaan, penyusunan bahan ajar LKS, uji validasi pakar, revisi produk, uji coba lapangan kecil, revisi produk, uji coba lapangan, dan revisi akhir produk.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI MI ISLAM PURWOKERTO SRENGAT BLITAR TAHUN AJARAN 2023/2024 Saputra, Angga Nuraufa Zamzami; Muhammad Muslih; Wahyu Lailatul Baridah
Comprehensive Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 November (2023): STAIZA
Publisher : Tim Jurnal STAI KH. Zainuddin Ponpes Mojosari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63829/js.v1i1nov.8

Abstract

The curriculum in Indonesia continues to undergo improvements. Currently, the Independent Curriculum is the newest curriculum initiated by the Ministry of Education and Culture. Even though this curriculum is not yet mandatory in all units, the Independent Curriculum is a hot topic being discussed in the world of education. This article discusses the implementation of the Merdeka Curriculum in one of the institutions that is not a driving school, namely MI Islam Purwokerto Srengat Blitar. The aim is to measure the extent of implementation of the Independent Curriculum in the unit. This research uses a qualitative method with a descriptive presentation of the reduction results from data obtained through observation, interviews and documentation. The results of this research are: 1) MI Islam Purwokerto uses teaching modules that are in accordance with the Merdeka Curriculum; 2) MI Islam Purwokerto increases the time available for practical activities, out-of-class learning and project-based learning in order to develop student character, competence and creativity; 3) MI Islam Purwoketo has implemented learning in 3 types of activities, namely intracurricular, extracurricular and co-curricular.