Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana pendapatan UMKM di Kota Madiun terdampak oleh literasi keuangan digital dan seberapa mudah penggunaan sistem QRIS. Sistem pembayaran online yang cepat, mudah, dan aman seperti QRIS semakin populer di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seiring dengan kemajuan teknologi keuangan. Namun kemampuan pelaku usaha dalam memahami dan mengelola layanan keuangan digital sangat mempengaruhi tingkat adopsi teknologi ini. Tim peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mensurvei 99 pelaku UMKM pengguna QRIS di sektor perdagangan. Beberapa uji regresi linier, uji reliabilitas dan validitas, serta koefisien determinasi digunakan untuk menganalisis data. Ditemukan adanya dampak positif namun tidak signifikan secara statistik dari literasi keuangan digital terhadap pendapatan UMKM. Kemudahan penggunaan sistem QRIS juga memiliki dampak positif yang serupa, namun dampaknya dapat diabaikan. Pada saat yang sama, tidak ada satu pun variabel yang dapat menyebabkan lebih dari 1,11–3,1 persen keragaman pendapatan UMKM; sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak tercakup dalam penelitian ini. Hasil seperti ini menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kualitas produk, taktik pemasaran, dan perilaku konsumen memiliki dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan pendapatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dibandingkan faktor-faktor seperti literasi keuangan dan kenyamanan sistem pembayaran digital.