Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The effectiveness of hydrocolloid dressing in post-operative wound healing: a narrative review Hastuti, Hediati; Nugraha, Bambang Aditya; Annisa, Hanun Nur; Aprilia, Ilma; Maesaroh, Imas; Karwati, Karwati; Hasna, Lathifah
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): May: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v6i2.5034

Abstract

Hydrocolloid dressings, recognized as advanced wound care solutions, enhance the healing process through their impermeable characteristics. This narrative review aims to evaluate the efficacy of hydrocolloid dressings in managing post-operative wounds. This research scrutinized literature from databases and search engines such as PubMed, Cochrane Library, and Google Scholar, focusing on publications from 2013-2023. Analysis of five selected articles revealed that hydrocolloid dressings not only effectively support the healing of surgical wounds but also offer prolonged usage and cost-efficiency. These benefits underscore the value of hydrocolloid dressings as a recommended practice for post-operative wound care among nurses and healthcare professionals.
HALUSINASI DAN PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN RETARDASI MENTAL RINGAN: A CASE REPORT Hastuti, Hediati; Sriati, Aat
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2542

Abstract

Retardasi mental merupakan kondisi kurangnya intelegensia dengan karakteristik seperti kurangnya daya ingat, konsentrasi, serta perilaku agresif yang tidak terkontrol. Kondisi tersebut dapat mengarah pada masalah kesehatan jiwa risiko perilaku kekerasan yang seringkali beriringan dengan halusinasi. Prevalensi psikosa dalam kurun waktu seumur hidup lebih tinggi terjadi pada individu dengan disabilitas intelektual ringan, hal tersebut dapat berisiko timbulnya gejala psikosa berulang. Seorang pasien laki-laki berusia 19 tahun dengan riwayat retardasi mental ringan dilakukan perawatan di RSJ X akibat mengamuk dan mengatakan halusinasi kembali muncul. Gejala tersebut terjadi berulang sejak pasien berusia 15 tahun. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan halusinasi dan perilaku kekerasan pasien retardasi mental ringan. Asuhan keperawatan dilakukan dengan memberikan upaya pengontrolan halusinasi dan perilaku kekerasan melalui latihan asertif. Hasil studi menunjukkan pasien RM ringan memiliki kecenderungan kurangnya pengontrolan emosi dan berulang kali mengalami gejala psikosa yakni halusinasi penglihatan berupa melihat bayangan seseorang atau bundaran hitam serta pendengaran berupa bisikan yang mengarahkan risiko perilaku kekerasan. Hal tersebut biasa terjadi ketika sedang sendiri atau sepi. Perilaku kekerasan ditunjukkan dengan mengamuk, berteriak, dan memukul. Pasien mampu menceritakan kejadian terdahulu namun belum dapat mengontrol emosi dan halusinasinya dengan optimal. Kasus ini menggarisbawahi adanya kemungkinan karakteristik retardasi mental melatarbelakangi gejala psikotik terjadi berulang.