Perancangan tata letak fasilitas produksi yang optimal berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas suatu perusahaan manufaktur. CV Putra Mas, sebuah UMKM yang memproduksi kursi susun futura, menghadapi tantangan dalam meningkatkan keseimbangan lini produksi serta mengoptimalkan tata letak fasilitas guna mengurangi pemborosan dalam pergerakan material dan waktu tunggu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang fasilitas lantai produksi dengan pendekatan Line Balancing dan Systematic Layout Planning (SLP). Analisis Line Balancing dilakukan dengan menggunakan empat metode, yaitu Ranked Positional Weight (RPW), Mirror RPW, J-Wagon, dan Largest Candidate Rule (LCR). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode RPW dan Mirror RPW menghasilkan line efficiency sebesar 82% dan smoothing index sebesar 3,28, yang merupakan hasil terbaik di antara metode lainnya. Selain itu, pendekatan SLP digunakan untuk merancang ulang tata letak fasilitas berdasarkan jumlah mesin, luas lantai produksi, luas gudang, serta sistem material handling yang digunakan, tanpa mempertimbangkan skala kedekatan antar area kerja. Dari hasil perhitungan, luas gudang bahan baku yang dibutuhkan adalah 20,16 m², sementara luas gudang barang jadi adalah 13,44 m². Perancangan ulang tata letak ini divisualisasikan dalam bentuk maket lantai produksi dengan skala 1:50, yang menggambarkan distribusi area kerja dan aliran material berdasarkan hasil line balancing. Dengan implementasi rancangan fasilitas ini, diharapkan CV Putra Mas dapat mengurangi pemborosan dalam aliran produksi, meningkatkan keseimbangan lini kerja, serta mengoptimalkan penggunaan ruang di lantai produksi, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.