Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Beban Administrasi terhadap Lembaga Pengawas Pelayanan Publik OMBUDSMAN RI Perwakilan Jawa Tengah Rahman, Nazla Arliva; Fatihah, Kaila Intan; Senoaji, Febyola Alistya; Sugiarto, Laga
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 12 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12554936

Abstract

Penelitian artikel ini bertujuan untuk mengetahui Beban Administrasi yang terjadi pada Lembaga Pengawas Pelayanan Publik OMBUDSMAN RI Perwakilan Jawa Tengah, sebagai upaya peningkatan pelayanan publik yang efektif dan efisien. Artikel ini lebih lanjut membahas mengenai tugas OMBUDSMAN sebagai lembaga pengawas pelayanan publik yang baik demi terwujudnya lingkungan pemerintahan yang baik atau yang dikenal sebagai Good Governance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian hukum normatif-empiris dengan disertai oleh pendekatan perundang-undangan, pendekatan kajian implementasi pada setiap peristiwa, serta pendekatan analisis. Hasil akhir dalam penelitian ini menunjukkan bahwa beban administrasi OMBUDSMAN sebagai lembaga pengawas pelayanan publik terfokus pada keterlibatan publik dalam menjalankan tugasnya. Keterlibatan publik dapat berupa partisipasi masyarakat, dalam menjalankan tugasnya OMBUDSMAN perlu keterlibatan masyarakat yang dapat mendukung serta membantu jalannya pelayanan publik yang baik.
LEGAL UNCERTAINTY OF THE RIGHT TO WORK FOR FOREIGNERS AND INDONESIAN SPOUSES WHO HOLD KITAS BASED ON LAW NUMBER 6 OF 2011 IN SEMARANG CITY Senoaji, Febyola Alistya
Law Research Review Quarterly Vol. 12 No. 2 (2026): Articles in press
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lrrq.v12i2.42274

Abstract

This normative legal research analyzes the legal uncertainty regarding work rights for Foreign Workers (TKA) in mixed marriages with Indonesian Citizens (WNI) due to the disharmony between Law Number 13 of 2003 concerning Manpower in conjunction with Law Number 6 of 2023 concerning Job Creation (Job Creation Law) and Law Number 6 of 2011 concerning Immigration. The analysis of the norm hierarchy confirms that the Job Creation Law fails to impartially implement Article 42 letter e of the Immigration Law (KITAS mixed marriage), while systematization and synchronization indicate a conflict.special law versus general law which triggers dualism between RPTKA/IMTA and residence permits. Central Java BPS data of 165 foreign workers (2024) and the illegal Kendal case in 2025 illustrates this.that bewhich is contrary to that should Conclusion: The existing framework creates normative uncertainty. Recommendations include revising the Immigration Law (Article 42A, which exempts migrant workers from obtaining a permanent residence permit), a one-stop service Presidential Regulation, and a Ministry of Manpower-Immigration coordination task force to ensure legal certainty, protect families, and prioritize the national workforce in accordance with Article 28D of the 1945 Constitution and Constitutional Court Decision No. 168/PUU-XXI/2023.