Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

URGENSI TRANSISI GREEN ECONOMY OLEH GENERASI MUDA TERHADAP PENGARUH PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Nurseha, Sabina Syaharani; Kamelia, Eza Anisa; Suri, Vincentius Pieter Noehveltino Bonitu; Fikri, Muhammad Adymas Hikal
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 5 (2024): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas urgensi transisi ekonomi hijau yang dipimpin oleh generasi muda dan pengaruhnya terhadap pembangunan berkelanjutan. Fokusnya adalah pada Indonesia, yang saat ini sedang menghadapi stagnasi ekonomi dan sedang berjuang untuk melaksanakan transisi energi. Artikel ini juga mempelajari urgensi transisi green economy dengan memperhatikan peran pemerintah, tantangan, serta dampak keberhasilan ekonomi hijau serta mengeksplorasi potensi generasi muda untuk menjadi ujung tombak transisi ekonomi hijau dan perlunya penyesuaian kebijakan untuk memfasilitasi transisi ekonomi hijau. Temuan studi ini menyoroti pentingnya mengatasi tantangan transisi ekonomi hijau dan peran generasi muda dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Tinjauan Implementasi Kebijakan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Perizinan Amdal dalam Kegiatan Pertambangan (Studi Kasus: Brown Canyon, Semarang) Chandra, Felisha; Avicenna, Aufa; Nurseha, Sabina Syaharani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 13 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12747290

Abstract

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) merupakan instrumen penting bagi pendekatan perlindungan lingkungan hidup yang tertulis dalam UU No 32 Tahun 2009. Berdasarkan pernyataan tersebut, AMDAL sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan akibat pembangunan yang berpotensi memicu dampak negatif yang berkelanjutan. Artikel ini akan memfokuskan pada peran AMDAL sebagai alat kebijakan dalam mengevaluasi dampak lingkungan dari proyek penambangan yang terjadi di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif melalui data yang didapatkan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, dimana artikel ini terfokus pada pengamatan yang mendalam perihal mengeksplorasi bagaimana hasil AMDAL dapat membimbing pengambilan keputusan berkelanjutan dan apa saja upaya mitigasi untuk meminimalisir dampak negatif yang kemungkinan besar akan timbul dari kegiatan penambangan di wilayah tersebut. Artikel ini diharapkan akan memberikan wawasan mendalam tentang kompleksitas AMDAL dalam mengelola dampaknya pada lingkungan, serta dengan harapan dapat menjadi landasan bagi perbaikan kebijakan dan praktik berkelanjutan.
Implementasi Kebijakan Buku Murah pada Pemenuhan Hak Literasi Publik di Kota Semarang Nurseha, Sabina Syaharani; Laeliyah, Dini Sofia; Mayaka, Raphael Bertrand; Martitah, Martitah; Sulistianingsih, Dewi
Bookchapter Hukum dan Politik dalam Berbagai Perspektif Vol. 4 (2025)
Publisher : Bookchapter Hukum dan Politik dalam Berbagai Perspektif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi kebijakan buku murah dalam pemenuhan hak literasi publik di Kota Semarang dengan menggunakan pendekatan normatif-empiris dan teori utilitarianisme John Stuart Mill sebagai landasan analisis. Melalui survei dan analisis regulasi, ditemukan bahwa keterjangkauan buku masih menjadi hambatan utama bagi mahasiswa dan pelajar, meskipun minat baca masyarakat tergolong tinggi. Kebijakan Indonesia seperti Buku Sekolah Elektronik (BSE) belum mampu menghadirkan pemerataan akses literasi secara berkelanjutan. Sebaliknya, praktik India melalui NCERT, NBT dan mekanisme Low Price Edition menunjukkan model kebijakan yang lebih sistematis dan berdampak luas, termasuk penurunan harga sekitar 20% dan distribusi hingga 150 juta eksemplar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya harga buku menciptakan ketimpangan akses terhadap literatur berkualitas dan mendorong strategi alternatif seperti: pinjam, membeli buku bekas, atau mengakses versi ilegal. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan skema kebijakan "60:40" sebagai solusi, yaitu pemerintah membeli 60% hak ekonomi buku untuk dicetak dalam versi murah, sementara penerbit tetap memproduksi 40% edisi premium. Skema ini dinilai sejalan dengan prinsip utilitarianisme yang menempatkan kebahagiaan intelektual sebagai kesenangan bermutu tinggi, sekaligus mewujudkan amanat UU Sistem Perbukuan untuk menyediakan buku yang bermutu, murah dan merata.