Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Financial Analysis and Business Development Strategy for Carp (Cyprinus carpio L) Floating Net at Pulau Harapan Village, Muara Muntai District Narulita, Cynthia; Helminuddin, Helminuddin; Abdusysyahid, Said
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The purpose of this study was to analyze the feasibility of the business, and business sensitivity, and develop strategies for the development of a floating net cage business in Pulau Harapan Village, Muara Muntai District. Data collection was carried out in April - August 2021, with a purposive sampling method with a total sample of 34 respondents consisting of 30 respondents of carp floating net cage business farmers and 4 stakeholder respondents. Data were analyzed using financial analysis with discounted investment criteria NPV, IRR, Net B/C R, and undiscounted investment criteria Payback Period, for sensitivity analysis and determining policy strategies using SWOT analysis. The results showed that the calculation of the score value was in quadrant 1 where the floating net cage (KJA) business in Pulau Harapan Village, Muara Muntai District was financially feasible (profitable) so that it could be continued (Go Project) and the results of the sensitivity analysis of the business were still in the profitable category and feasible to continue and the strategy used for the development of the floating net cage business was an Aggressive strategy.
Financial Analysis and Business Development Strategy for Carp (Cyprinus carpio L) Floating Net at Pulau Harapan Village, Muara Muntai District Narulita, Cynthia; Helminuddin, Helminuddin; Abdusysyahid, Said
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The purpose of this study was to analyze the feasibility of the business, and business sensitivity, and develop strategies for the development of a floating net cage business in Pulau Harapan Village, Muara Muntai District. Data collection was carried out in April - August 2021, with a purposive sampling method with a total sample of 34 respondents consisting of 30 respondents of carp floating net cage business farmers and 4 stakeholder respondents. Data were analyzed using financial analysis with discounted investment criteria NPV, IRR, Net B/C R, and undiscounted investment criteria Payback Period, for sensitivity analysis and determining policy strategies using SWOT analysis. The results showed that the calculation of the score value was in quadrant 1 where the floating net cage (KJA) business in Pulau Harapan Village, Muara Muntai District was financially feasible (profitable) so that it could be continued (Go Project) and the results of the sensitivity analysis of the business were still in the profitable category and feasible to continue and the strategy used for the development of the floating net cage business was an Aggressive strategy.
Comparative analysis of income between fishing businesses with bottom longlines and floating traps in Sanga-Sanga Sub District Kutai Kartanegara District Sudewi, Sudewi; Helminuddin, Helminuddin; Fitriyana, Fitriyana; Abdusysyahid, Said
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan 2025: Special Issue ICFM
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.0.0.48210

Abstract

The fishing business in Sanga-Sanga Sub-district is carried out by fishermen who use different fishing gear such as basic longline and floating bubu. This study aimed to analyze the income from the fishing business by basic longline fishermen and floating bubu and whether there is a real difference between the income of basic longline fishermen and floating bubu. Based on the analysis result, it was known that the average income of fishermen who use basic longlines was Rp 46,579,291.67/year while fishermen who use floating bubu is Rp 9,963,200.00/year. The statistical analysis results of the unpaired two-sample t-test showed that the calculated t value was 5.905 greater than the t table value of 2.447 and had a significance value of the t test which was smaller than 0.05. This meant that there was a significant difference in income between basic longline fishermen and floating bubu fishermen.Keywords:Financial AnalysisFishing GearIncome DifferencesKutai Kartanegara
Comparative analysis of income between fishing businesses with bottom longlines and floating traps in Sanga-Sanga Sub District Kutai Kartanegara District Sudewi, Sudewi; Helminuddin, Helminuddin; Fitriyana, Fitriyana; Abdusysyahid, Said
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan 2025: Special Issue ICFM
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.0.0.48210

Abstract

The fishing business in Sanga-Sanga Sub-district is carried out by fishermen who use different fishing gear such as basic longline and floating bubu. This study aimed to analyze the income from the fishing business by basic longline fishermen and floating bubu and whether there is a real difference between the income of basic longline fishermen and floating bubu. Based on the analysis result, it was known that the average income of fishermen who use basic longlines was Rp 46,579,291.67/year while fishermen who use floating bubu is Rp 9,963,200.00/year. The statistical analysis results of the unpaired two-sample t-test showed that the calculated t value was 5.905 greater than the t table value of 2.447 and had a significance value of the t test which was smaller than 0.05. This meant that there was a significant difference in income between basic longline fishermen and floating bubu fishermen.Keywords:Financial AnalysisFishing GearIncome DifferencesKutai Kartanegara
ANALISIS FINANSIAL DAN SENSITIVITAS SERTA BERBAGAI KENDALA USAHA ABON IKAN KUWE (Caranx ignobilis) “RASMINI FOOD” DI KECAMATAN BIDUK-BIDUK KABUPATEN BERAU Narulita, Febby Andinie; Helminuddin, Helminuddin; Fitriyana, Fitriyana
JURNAL LEMURU Vol 5 No 3 (2023): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v5i3.2744

Abstract

Kecamatan Biduk-Biduk merupakan wilayah pesisir yang saat ini mendapat perhatian untuk digali dan dikembangkan potensi parawisatanya. Dalam mengembangkan potensi parawisata, perlu juga dilakukan pengembangan potensi-potensi usaha di wilayah tersebut sehingga bisa membuat kemajuan terkait arus perputaran ekonomi dalam wilayah tersebut. Usaha abon ikan merupakan satu di antara usaha pengolahan hasil perikanan yang banyak ditekuni oleh masyarakat di wilayah ini. Rasmini Food merupakan satu di antara usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mengolah abon ikan hasil tangkapan nelayan di Biduk-Biduk dengan bahan baku utama ikan kuwe (Caranx ignobilis). Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat menganalisis kelayakan finansial usaha abon ikan kuwe (Caranx ignobilis) “Rasmini Food” dengan kriteria investasi terdiskonto yang terdiri dari NPV, IRR, Net B/C Ratio dan kriteria investasi tidak terdiskonto Payback Period serta menganalisis sensitivitas hingga mencapai batas toleransi usaha tersebut juga mendeskripsikan berbagai kendala yang dihadapi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2023 di Kampung Biduk-Biduk, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. Sampel yang digunakan sebanyak 1 responden dengan mengacu pada metode purposive sampling. Usaha abon ikan kuwe (Caranx ignobilis) “Rasmini Food” di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau secara finansial layak untuk diusahakan (menguntungkan) dengan memperoleh nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp.55.568.765,-Internal Rate of Return (IRR) 116%, Net Benefit Cost Ratio 5,47 dan Payback Period (PP) 0,84 tahun. Usaha ini peka terhadap perubahan kondisi ekonomi yang menyebabkan usaha tersebut tidak layak dengan beberapa asumsi serta menghadapi kendala antara lain adalah faktor cuaca, kerusakan alat mesin dan pemasaran.
PENGETAHUAN LOKAL SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI PETAMBAK TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI DESA SALO PALAI Fathur Nawari; Helminuddin, Helminuddin; Elly Purnamasari
JURNAL LEMURU Vol 5 No 3 (2023): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v5i3.2786

Abstract

Perikanan merupakan sektor yang terkena dampak yang cukup besar akibat perubahan iklim, satu diantaranya yaitu budidaya tambak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan iklim apa yang dirasakan serta pengetahuan strategi adaptasi yang dilakukan petambak dalam menghadapi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana dengan tahapan Pengumupulan data, Kondensasi data, Penyajian data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa dalam lima tahun terakhir perubahan iklim di Desa Salo Palai memberikan dampak signifikan pada tambak yaitu cuaca yang tidak menentu, curah hujan yang tinggi, peningkatan suhu air tambak dari biasanya dan terjadinya banjir rob pada tambak. Adapun bentuk strategi adaptasi strategi adaptasi yang dilakukan berdasarkan pengalaman selama menjadi petambak yakni merubah jadwal panen, melakukan pembuangan air tambak, meningkatkan sirkulasi air, dan melakukan penambahan tanggul tambak.