Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Eksplorasi Naratif Media: Analisis Framing CNN Indonesia Terhadap Pelanggan Aset Kripto Pratama, Teguh Agum
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 4 No. 2 (2024): Mei - Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v4i2.1618

Abstract

Artikel ini memiliki point of interest pada bagaimana CNN Indonesia memframing pemberitaan cryptocurrency dalam konteks kenaikan jumlah investor yang masif hingga mencapai 18 juta lebih pelanggan. Kajian ini mengadopsi metodologi kualitatif dengan konsolidasi model framing Robert N Entman untuk mengidentifikasi bagaimana media membingkai isu ini. Kkomponen kunci dari teori framing Entman mengidentifikasi masalah, analisis penyebab, evaluasi moral, dan rekomendasi penyelesaian akan digunakan untuk membedah dan memahami narasi yang dibangun oleh CNN Indonesia mengenai ekspansi pasar aset kripto. Hasil daripada kajian ini: Angka 18,25 juta pelanggan aset kripto yang dilaporkan oleh CNN Indonesia menandakan pertumbuhan yang signifikan dalam industri ini, mencerminkan minat yang besar terhadap aset digital dan potensi adopsi massal. Framing media oleh CNN Indonesia dapat mempengaruhi persepsi publik secara positif, menggambarkan ini sebagai langkah maju dalam inovasi teknologi finansial yang memberikan akses lebih luas dan mendorong keuangan yang inklusif dan terdesentralisasi. Namun, ada juga kemungkinan framing negatif yang menyoroti risiko dan spekulasi pasar, menuntut regulasi yang lebih ketat untuk melindungi investor dari volatilitas dan praktik tidak etis, menunjukkan dualitas persepsi yang dapat dibentuk oleh media terhadap fenomena ekonomi yang sama.
Peran Komunikasi Interkultural dalam Penguatan Moderasi Beragama Pada Masyarakat Kota Medan (Analisis FKUB di Medan) Pratama, Teguh Agum; Harahap, Nursapia
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v5i2.819

Abstract

This article focuses on the analysis of strengthening religious moderation in the people of Medan City which is promoted by the Medan City FKUB using an intercultural communication perspective. This is because the problem of intolerance is the root of social problems that can divide society, especially in Medan, which is a multicultural city. The urgency of this study rests on how intercultural communication is able to initiate attitudes of tasamuh and unity regarding differences through the support of contact communication between groups. Religious harmony forums have a role in creating a forum for culturally and religiously heterogeneous communities. This study adopts a qualitative method with a phenomenological approach. The data collection techniques used in this article are interviews, observation and documentation supported by primary and secondary data. This article uses thematic analysis techniques to better understand the observed phenomenon. The results of this study emphasize the importance of intercultural communication and intergroup contact in supporting religious moderation, which is the key to creating a tolerant, just and balanced society. Intercultural communication is effective in promoting inter-religious dialogue, religious discourse, and religious seminars. In order to overcome bad prejudice and strengthen tolerance. This approach is also vital in conveying information and the concept of religious moderation. Despite technical and semantic challenges, the implementation of intercultural communication can make a significant contribution to religious discussions and unity. FKUB in Medan City has demonstrated success in implementing this approach, creating a harmonious social space and respecting differences as gifts, by promoting collective support for humanitarian principles.
FROM REFLECTION TO REACTION: MORAL MIRRORING DAN KONTESTASI NILAI MELALUI RESPONS NETIZEN DALAM ISU #INDONESIAGELAP Pratama, Teguh Agum
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i2.23935

Abstract

Artikel ini membahas praktik moral mirroring dan kontestasi nilai dalam respons netizen terhadap isu #IndonesiaGelap sebagai cerminan krisis legitimasi moral di ruang digital. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami dinamika produksi nilai dalam era melemahnya kepercayaan publik terhadap institusi formal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual untuk mengeksplorasi interaksi netizen di platform X (Twitter). Sumber data primer dikumpulkan melalui Brand24 berupa komentar, tagar, dan reaksi publik, sementara data sekunder berasal dari berita daring, jurnal ilmiah, dan laporan akademik. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis konten, dikombinasikan dengan triangulasi sumber untuk memastikan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom komentar berfungsi sebagai arena moral baru, tempat netizen merefleksikan nilai keadilan, transparansi, supremasi sipil, dan resistensi terhadap otoritarianisme melalui praktik slacktivism yang bersifat kolektif. Pembahasan menunjukkan bahwa moral mirroring memperkuat narasi tandingan terhadap dominasi negara dan membentuk fragmentasi etika publik. Kesimpulannya, ruang digital telah menjadi medan produksi nilai dan ekspresi resistensi moral yang berdaya politik. Implikasinya, aktor negara dan akademisi perlu menjadikan respons digital sebagai indikator transformasi kesadaran kolektif, serta mendorong model komunikasi politik yang lebih partisipatif, adaptif, dan responsif terhadap dinamika moralitas publik di era demokrasi digital.
Incel dan Konstruksi Gender dalam Interseksi Marginalisasi dan Ekspresi Radikal di X Pratama, Teguh Agum; Kevin Rasyid Sabili Nasution
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jik.v22i1.9783

Abstract

This article examines the incel phenomenon as a manifestation of radicalism and misogyny within the construction of gender in the digital era. The urgency of this study lies in the growing influence of incel narratives on X, intensifying gender polarization and the potential for gender-based violence. The research employs a qualitative method with a virtual ethnographic approach and content analysis technique. Post and public comments, as data, were collected through the Keyhole application. The findings indicate the algorithms facilitate the radicalization of masculine identity and amplify radical expressions, underscoring the need for intervention through education and responsible social media regulation.
Walking On Embers: The Complexity of Adolescent Sexual Dynamics and Its Implications for Sex Education Structure in University Pratama, Teguh Agum; al Mujahid, Naqil Sayyaf
Paedagogia: Jurnal Pendidikan Vol 14 No 1 (2025): PAEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/pdg.Vol14.Iss1.594

Abstract

This article discusses the complexity of adolescent sexual behaviour in Indonesia and its implications for the need to reform sex education. The study highlights the increasing prevalence of premarital sex among adolescents, driven by uncontrolled access to sexual information via digital media. The urgency of this research lies in the lack of comprehensive sex education in Indonesia and the absence of open dialogue within families. This situation is exacerbated by the high number of adolescents engaging in premarital sex, with approximately 60% of those aged 16-17 involved. This study employs a qualitative approach using phenomenological methods to understand adolescents' perceptions and experiences of sexuality. Data were collected through content analysis of various digital platforms, including social media, news articles, videos, and online forums. This approach allows researchers to capture the nuances of how sexual information is disseminated and received by young audiences. Data triangulation techniques were employed to enhance the validity of the research by comparing multiple sources of information. Findings indicate that Indonesian adolescents are caught between traditional values and the influence of modernisation, particularly through social media. The wide accessibility of sexual information without proper guidance has led to confusion, risky sexual behaviour, increased teenage pregnancies, and the spread of sexually transmitted infections. This underscores the need for a more comprehensive reform of sex education in Indonesia, incorporating biological, psychological, social, and cultural dimensions. In conclusion, reforming sex education in Indonesia is crucial to providing adolescents with a more holistic understanding of sexuality in the digital age.
Analisis Implementasi Keamanan Data melalui Teknologi Blockchain (Studi Kasus Pustipada UINSU) Anhar, Muhammad Ali; Pratama, Teguh Agum
Jurnal Ilmu Komputer (JUIK) Vol 4, No 2 (2024): JUNE 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/juik.v4i2.2989

Abstract

Artikel ini mengkaji terkait penerapan blockchain sebagai fitur pelindung data di Pustipada UINSU. Hal ini, menjadi fokus kajian terhadap pemanfaatan blockchain untuk menjaga integritas data civitas akademik kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Sehingga, blockchain memiliki potensi dalam menjagaan data untuk menghindari aktivitas peretesan maupun kebocoran data. Dalam kajian ini menggunakan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus untuk mengkaji implementasi teknologi blockchain dalam keamanan data di PUSTIPADA UINSU secara komprehensif. Dengan teori kriptografi sebagai dasar, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi langsung, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan mempertimbangkan: 1. faktor teknis, 2. sosial, 3. Infrastruktur. Dalam mempengaruhi keberhasilan implementasi. Hasilnya adalah teknologi blockchain, yang berbasis pada kriptografi, menawarkan prospek signifikan untuk diadopsi di beragam sektor, termasuk pendidikan. Dalam konteks spesifik database kampus atau PUSTPADA UINSU, penerapan teknologi blockchain dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan proteksi dan integritas data. Beberapa aspek penting yang perlu dipertimbangkan. A). Infrastruktur teknologi informasi yang ada harus mampu mendukung implementasi blockchain. B). Pertimbangan hukum dan regulasi yang berlaku juga harus diperhatikan. C). Pemahaman yang memadai tentang teknologi blockchain di antara pengguna dan pihak yang terlibat sangatlah penting. Oleh karena itu, meskipun teknologi blockchain menunjukkan potensi yang besar, penerapannya harus dipertimbangkan secara hati-hati dan melibatkan berbagai pihak yang relevan. Adopsi teknologi baru seperti ini bukanlah proses yang sederhana, namun memerlukan pemikiran dan perencanaan yang matang. Kata Kunci : Blockchain, Kriptografi, Keamanan Data, Pustipada UINSU.
Incel dan Konstruksi Gender dalam Interseksi Marginalisasi dan Ekspresi Radikal di X Pratama, Teguh Agum; Kevin Rasyid Sabili Nasution
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jik.v22i1.9783

Abstract

This article examines the incel phenomenon as a manifestation of radicalism and misogyny within the construction of gender in the digital era. The urgency of this study lies in the growing influence of incel narratives on X, intensifying gender polarization and the potential for gender-based violence. The research employs a qualitative method with a virtual ethnographic approach and content analysis technique. Post and public comments, as data, were collected through the Keyhole application. The findings indicate the algorithms facilitate the radicalization of masculine identity and amplify radical expressions, underscoring the need for intervention through education and responsible social media regulation.