Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Gamified Distance Learning Application Design for Enhanced Student Engagement and User Experience Putra Prakasa, Fedelis Brian; Samodra, Joseph Eric; Purnomo Sidhi, Thomas Adi
Jurnal Buana Informatika Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Buana Informatika, Volume 15, Nomor 01, April 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v15i1.8737

Abstract

Distance Learning in Indonesia is one of the learning methods that began to be applied during the Covid-19 pandemic. Yet students face some obstacles, such as lack of motivation, struggling with operating learning devices, difficulty maintaining focus, and student engagement during the learning process. Gamification offers a solution to these problems by significantly enhancing user motivation and engagement, as it has been tested in research to have a profound impact. Therefore, this study aims to design a mobile application for Distance Learning by implementing gamification. It employs qualitative and quantitative data, including 32 students' responses from questionnaires like UEQ-S, utilized for testing user interface, and UES-SF, employed for testing gamification elements. By implementing gamification in this design, an engagement score of 83% was obtained, and the overall UEQ-S result was 1.89 in the Excellent category.
Desa Sumbermulyo dengan Potensi Pengembangan Anggur Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.827 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i4.5220

Abstract

Desa Sumbermulyo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul dengan luas wilayah sebesar 8,19 km2 yang dalam persentase luas kecamatan ini sebesar 36,12%. Potensi desa dari Desa Sumbermulyo sangat bervariasi, yang dalam hal ini potensi yang dikembangkan yakni potensi hasil alamnya yaitu anggur. Pengembangan potensi sumber daya alam yakni anggur dilakukan karena dapat dijadikan peluang berwirausaha bagi masyarakat di desa. Pengolahan pengembangan anggur ini dilakukan dengan melakukan riset potensi desa secara daring terlebih dahulu, lalu ditemukan potensi Kampung Anggur, sehingga selanjutnya diolah anggur untuk dijadikan produk makanan dan minuman berbahan dasar anggur. Produk yang pertama yaitu Susu GRAPRO yaitu termasuk minuman probiotik yang menggunakan anggur sebagai bahan utamanya. Produk yang kedua yaitu Muffin Anggur, produk ini merupakan makanan yang termasuk dalam bolu yang dicetak menggunakan cup kecil. Produk ini dapat dijadikan cemilan yang membuat kenyang dan menyehatkan. Kedua produk ini dipilih karena selain rasanya yang lezat, juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
Potensi Pengembangan Desa Tirtosari Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5221

Abstract

Jurnal ini membahas mengenai pengembangan potensi desa yang ada di Desa Tirtosari, serta membahas cara pembuatan pupuk organik dari kulit bawang merah. Desa Tirtosari menghasilkan produk pertanian di mana yang terbesar yakni hasil bawang merah dan cabai. Data yang dikutip dari laporan Kapanewon Kretek Dalam Angka Tahun 2020, tercatat pada tahun 2019 petani di Desa Tirtosari mampu menghasilkan sebanyak 962 kw bawang merah. Sektor pertanian merupakan sektor yang menjanjikan bagi Desa Tirtosari. Pengembangan potensi desa berfokus pada pemberian penyuluhan terkait bidang pertanian. Hasil tani yang berkualitas salah satunya tergantung pada penggunaan pupuknya. Penggunaan pupuk organik dari kulit bawang merah menjadi peluang yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian. Hasil dari kegiatan pengadian ini yaitu memberikan informasi mengenai cara pembuatan pupuk organik dari kulit bawang merah serta pemasarannya. Kemudian, ditemukan juga beberapa potensi lainnya pada Desa Tirtosari yang meliputi sektor pariwisata, industri olahan makanan, dan industri peternakan.
Pengembangan Potensi Desa Mulyodadi Melalui Produk Olahan Keripik Buah Gayam Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5222

Abstract

Desa Mulyodadi memiliki potensi tanaman khas yaitu tanaman Gayam. Tanaman Gayam dijumpai di sepanjang tepi aliran sungai dan di kebun di wilayah desa Mulyodadi. Buah Gayam sebagai tanaman khas desa Mulyodadi dinilai dapat dikembangkan menjadi produk olahan makanan dalam bentuk keripik buah Gayam. Bentuk program pengembangan ini berupa pengembangan dari produk khas desa yaitu buah Gayam. Olahan keripik Gayam dinilai lebih praktis dan efisien dalam bentuk olahan makanan ringan. Meninjau dengan dampak akibat dari pembatasan aktivitas masyarakat guna mengurangi penyebaran virus Corona mayoritas masyarakat mengalami dampak pengurangan pendapatan hingga kehilangan pekerjaan. Maka melalui produk keripik buah Gayam ini, bertujuan dalam mengembangkan potensi desa Mulyodadi dalam menciptakan peluang usaha baru yang dapat dilakukan  dalam masa pandemi COVID-19, sehingga dapat menunjang kesejahteraan masyarakat desa Mulyodadi.  Pengembangan dengan produk buah Gayam melalui olahan keripik berpotensi mengembangkan keunggulan produk khas desa yaitu buah Gayam. Dalam 1 produk keripik buah gayam dengan berat 200 gram dapat menghasilkan harga sekitar Rp.15.000,- hingga Rp. 25.000,-  
Inovasi Pengembangan Komoditas Cabe Desa Sidomulyo Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.5223

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens) adalah buah dari tanaman genus Capsicum yang terkenal akan cita rasa pedasnya. Cabai rawit terkenal di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Cabai rawit dibudidakayan di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil produksi cabai rawit Desa Sidomulyo pada tahun 2020 mencapai 448 kw, menjadikan cabai rawit sebagai salah satu komoditas pertanian terbesar di Desa Sidomulyo. Akan tetapi, harga cabai di Indonesia memiliki sifat yang fluktuatif, hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi para produsen disaat harga cabai turun dan permintaan rendah, karena cabai memiliki risiko cepat rusak atau busuk. Dalam mengatasi permasalahan ini, masyarakat Desa Sidomulyo dapat   memproduksi olahan berbasis cabai. Salah satu olahan cabai rawit yang terkenal adalah bubuk cabai. Bubuk cabai dapat diolah dengan cara mengeringkan cabai rawit di bawah sinar matahari kemudian ditumbuk kasar. Bubuk kasar tersebut kemudian disangrai sebentar sebelum dihaluskan bersamaan dengan bawang putih yang telah digoreng hingga halus. Hasilnya kemudian disangrai selama 20 menit sambil menambah bumbu rempah. Setelah selesai, bubuk cabai siap untuk dikonsumsi. Sebotol bubuk cabai yang dikemas dengan menarik dapat memberikan peluang usaha baru dan diharapkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari Desa Sidomulyo.
Pengembangan Potensi Desa Tirtomulyo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.5225

Abstract

Desa Tirtomulyo terletak di kecamatan Kretek, kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan luas sekitar 4,19 km2 dan jumlah penduduk sebanyak 6.994 jiwa. Salah satu potensi yang dimiliki desa Tirtomulyo berasal dari sektor pertanian dan peternakan. Berdasarkan data yang dikutip dari laporan BPS Kretek Dalam Angka Tahun 2020, tercatat pada tahun 2019 peternak di Desa Tirtomulyo mampu menghasilkan sebanyak 39.682 ayam ras petelur. Hal ini menjadikan sektor peternakan merupakan sektor yang menjanjikan bagi Desa Tirtomulyo. Hasil ternak berupa telur dapat dimanfaatkan dengan diolah menjadi bubuk cangkang telur. Bubuk cangkang telur nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk dan kompos, pengganti kapur dolomit, sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama, dan dapat dijadikan sebagai bahan tambahan untuk olahan makanan. Disamping itu, pada jurnal ini juga akan dibahas secara singkat mengenai program kerja mengenai protokol kesehatan saat COVID-19, yang dilakukan sebelum dan sesudah vaksin. Berdasarkan data yang didapatkan, kemudian dianalsis dan akhirnya ditarik sebuah kesimpulan secara metode berpikir induktif dengan luaran buku saku mengenai protokol kesehatan yang dilakukan sebelum dan sesudah vaksin. Hasil dari program pengabdian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan membantu warga desa Tirtomulyo untuk dapat mengembangkan potensi baru serta pengetahuan baru.
Desa Sumbermulyo dengan Potensi Pengembangan Anggur Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i4.5220

Abstract

Desa Sumbermulyo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul dengan luas wilayah sebesar 8,19 km2 yang dalam persentase luas kecamatan ini sebesar 36,12%. Potensi desa dari Desa Sumbermulyo sangat bervariasi, yang dalam hal ini potensi yang dikembangkan yakni potensi hasil alamnya yaitu anggur. Pengembangan potensi sumber daya alam yakni anggur dilakukan karena dapat dijadikan peluang berwirausaha bagi masyarakat di desa. Pengolahan pengembangan anggur ini dilakukan dengan melakukan riset potensi desa secara daring terlebih dahulu, lalu ditemukan potensi Kampung Anggur, sehingga selanjutnya diolah anggur untuk dijadikan produk makanan dan minuman berbahan dasar anggur. Produk yang pertama yaitu Susu GRAPRO yaitu termasuk minuman probiotik yang menggunakan anggur sebagai bahan utamanya. Produk yang kedua yaitu Muffin Anggur, produk ini merupakan makanan yang termasuk dalam bolu yang dicetak menggunakan cup kecil. Produk ini dapat dijadikan cemilan yang membuat kenyang dan menyehatkan. Kedua produk ini dipilih karena selain rasanya yang lezat, juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
Potensi Pengembangan Desa Tirtosari Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5221

Abstract

Jurnal ini membahas mengenai pengembangan potensi desa yang ada di Desa Tirtosari, serta membahas cara pembuatan pupuk organik dari kulit bawang merah. Desa Tirtosari menghasilkan produk pertanian di mana yang terbesar yakni hasil bawang merah dan cabai. Data yang dikutip dari laporan Kapanewon Kretek Dalam Angka Tahun 2020, tercatat pada tahun 2019 petani di Desa Tirtosari mampu menghasilkan sebanyak 962 kw bawang merah. Sektor pertanian merupakan sektor yang menjanjikan bagi Desa Tirtosari. Pengembangan potensi desa berfokus pada pemberian penyuluhan terkait bidang pertanian. Hasil tani yang berkualitas salah satunya tergantung pada penggunaan pupuknya. Penggunaan pupuk organik dari kulit bawang merah menjadi peluang yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian. Hasil dari kegiatan pengadian ini yaitu memberikan informasi mengenai cara pembuatan pupuk organik dari kulit bawang merah serta pemasarannya. Kemudian, ditemukan juga beberapa potensi lainnya pada Desa Tirtosari yang meliputi sektor pariwisata, industri olahan makanan, dan industri peternakan.
Pengembangan Potensi Desa Mulyodadi Melalui Produk Olahan Keripik Buah Gayam Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5222

Abstract

Desa Mulyodadi memiliki potensi tanaman khas yaitu tanaman Gayam. Tanaman Gayam dijumpai di sepanjang tepi aliran sungai dan di kebun di wilayah desa Mulyodadi. Buah Gayam sebagai tanaman khas desa Mulyodadi dinilai dapat dikembangkan menjadi produk olahan makanan dalam bentuk keripik buah Gayam. Bentuk program pengembangan ini berupa pengembangan dari produk khas desa yaitu buah Gayam. Olahan keripik Gayam dinilai lebih praktis dan efisien dalam bentuk olahan makanan ringan. Meninjau dengan dampak akibat dari pembatasan aktivitas masyarakat guna mengurangi penyebaran virus Corona mayoritas masyarakat mengalami dampak pengurangan pendapatan hingga kehilangan pekerjaan. Maka melalui produk keripik buah Gayam ini, bertujuan dalam mengembangkan potensi desa Mulyodadi dalam menciptakan peluang usaha baru yang dapat dilakukan  dalam masa pandemi COVID-19, sehingga dapat menunjang kesejahteraan masyarakat desa Mulyodadi.  Pengembangan dengan produk buah Gayam melalui olahan keripik berpotensi mengembangkan keunggulan produk khas desa yaitu buah Gayam. Dalam 1 produk keripik buah gayam dengan berat 200 gram dapat menghasilkan harga sekitar Rp.15.000,- hingga Rp. 25.000,-  
Inovasi Pengembangan Komoditas Cabe Desa Sidomulyo Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.5223

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens) adalah buah dari tanaman genus Capsicum yang terkenal akan cita rasa pedasnya. Cabai rawit terkenal di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Cabai rawit dibudidakayan di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil produksi cabai rawit Desa Sidomulyo pada tahun 2020 mencapai 448 kw, menjadikan cabai rawit sebagai salah satu komoditas pertanian terbesar di Desa Sidomulyo. Akan tetapi, harga cabai di Indonesia memiliki sifat yang fluktuatif, hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi para produsen disaat harga cabai turun dan permintaan rendah, karena cabai memiliki risiko cepat rusak atau busuk. Dalam mengatasi permasalahan ini, masyarakat Desa Sidomulyo dapat   memproduksi olahan berbasis cabai. Salah satu olahan cabai rawit yang terkenal adalah bubuk cabai. Bubuk cabai dapat diolah dengan cara mengeringkan cabai rawit di bawah sinar matahari kemudian ditumbuk kasar. Bubuk kasar tersebut kemudian disangrai sebentar sebelum dihaluskan bersamaan dengan bawang putih yang telah digoreng hingga halus. Hasilnya kemudian disangrai selama 20 menit sambil menambah bumbu rempah. Setelah selesai, bubuk cabai siap untuk dikonsumsi. Sebotol bubuk cabai yang dikemas dengan menarik dapat memberikan peluang usaha baru dan diharapkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari Desa Sidomulyo.