Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Problem Solving Terhadap Kenyataan Yang Terjadi dalam Masyarakat Islam Berdasarkan Alquran Zahid
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.226 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v2i1.52

Abstract

Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh banyaknya organisasi-organisasi, kelompok maupun lembaga yang berbasis Islam yang masih menggunakan teori-teori barat dalam menjalankan roda organisasinya terkhusus pada persoalan pemecehan masalah atau yang dikenal dalam istilah manajemen Problem Solving. Dengan demikian bahwa nama Islam secara realisasinya bisa dikatakan hanya sebatas simbolis saja. Untuk itu dalam hal problem solving hendaknya setiap organisasi maupun lembaga atau kelompok tersebut menjadikan Alquran sebagai landasan dan teori utamanya. Karena dalam sebuah organisasi, kelompok, maupun lembaga, problem solving ini merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami. Karena disetiap bidang apapun, masalah memiliki kesempatan yang besar untuk hadir. Masalah yang diteliti dalam artikel ini adalah bagaimanakah langkah-langkah dan sikap pemecahan masalah dalam Alquran menurut Tafsir Al-Azhar?. Adapun tujuan penelitian dimaksudkan adalah untuk menganalisis serta menjelaskan langkah- langkah dan sikap pemecahan masalah dalam Alquran menurut Tafsir Al-Azhar. Teori yang menjadi rujukan dalam artikel ini merujuk kepada beberapa buku yang berkaitan dengan problem solving terhadap kenyataan yang ada dalam masyarakat berbasis islam itu sendiri. Dalam beberapa buku literatur di jelaskan mengenai tentang langkah-langkah pemecahan masalah diantaranya, analisis situasi, analisis persoalan, analisis keputusan, dan analisis persoalan potensial. Semua teori itu diambil dari beberapa buku diantaranya buku Problem Solving And Decision For Improvement, buku Problem Solver dan buku Langkah-langkah Pemecahan Masalah. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode library research (penelitian kepustakaan), yaitu dengan menganalisis tema-tema Alquran yang berhubungan dengan problem solving lalu ditafsirkan oleh Buya Hamka yang akan dipaparkan secara deskriptif dan kemudian ditarik kesimpulan dengan metode iduktif. Dalam analisis ini didapat ditarik suatu kesimpulan bahwa musyawarah adalah jalan utama yang harus dilalui dalam menyelesaikan masalah, kemudian melakukan analisis situasi, analisis sebab-sebab potensial dan persoalan, analisis keputusan, dan analisis persoalan potensial.
KONSEP, KARAKTERISTIK DAN WILAYAH (SCOPE) KAJIAN MANAJEMEN KURIKULUM BAHASA ARAB MUH BUSRO; SAMAN; ZAHID
EL WAHDAH Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/elwahdah.v1i2.4161

Abstract

Bahasa Arab merupakan salah satu pelajaran yang menjadi kebutuhan dalam Kegiatan Pembelajaran di Indonesia dan juga di beberapa negara yang lain. Selain berkaitan dengan Pembelajaran Bahasa sebagai Komunikasi, Bahasa Arab di Indonesia merupakan salah satu Pondasi bagi Peserta didik dalam mengkaji dan memahami ilmu-ilmu Agama Islam. Setiap Ilmu atau Pelajaran yang masuk dalam kerangka kurikulum yang ada di Indonesia mempunyai Konsep, karakteristik dan Wilayah Kajian yang berbeda-beda. Karena ketiga hal tersebut harus saling berkaitan. Maka dari itu artikel ini menjelasakan ketiga hal tersebut, khususnya Bahasa Arab. Hal ini bertujuan untuk mengefektifkan Pembelajaran Bahasa Arab yang diajarkan mulai dari jenjang Pendidikan dasar sampau dengan jenjang Pendidikan tinggi.