Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Investigasi Tingkat Minat Yang Ditunjukkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran PJOK Tahun 2024 Sitanggang, Charisma Maranatha; Setiawan, Danu; Simatupang, Christopher Ronggo Panuntunan; Manalu, Bulan Oktapia; Gulo, Carlan Septianus Samatohu; Gulo, Celvin Remer Meiman Syah Putra
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v4i2.2567

Abstract

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner atau angket, dan layanan yang diberikan bersifat deskriptif statistik. Untuk mengumpulkan data, digunakan metode survei. Dengan menggunakan survei, yang merupakan suatu prosedur, dimungkinkan untuk mengumpulkan data (satu atau lebih variabel) dari individu-individu yang merupakan bagian dari suatu populasi. Setelah pengisian kuesioner atau angket selesai, skor yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan proses statistik deskriptif kuantitatif yang dinyatakan dalam bentuk persentase. Dalam lingkup layanan ini, populasi mencakup semua siswa yang terdaftar di sekolah dasar negeri 064015 yang terletak di kecamatan Medan Timur. Untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk layanan ini, peneliti menggunakan sampel yang terdiri dari seluruh populasi saat ini, yang mencakup total 39 siswa. Penelitian ini dilakukan dengan bantuan kuesioner sebagai instrumen. Di sisi lain, rumus % digunakan dalam teknik analisis data. Diketahui bahwa ada 22 siswa yang termasuk dalam kelompok tinggi, yang menyumbang 56,4% dari total keseluruhan. Setelah itu, ada 14 siswa yang termasuk dalam kategori rendah, yang menyumbang 35,9% dari total, dan akhirnya, ada satu siswa yang termasuk dalam kategori sangat rendah, yang menyumbang 2,6% dari total. Berdasarkan hasil temuan penelitian, tingkat minat anak-anak yang bersekolah di sekolah dasar negeri 064015 di kecamatan Medan Timur dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani termasuk dalam kategori kuat. Menurut temuan penelitian, hal ini merupakan sebuah fakta.
Investigasi Tingkat Hasil Belajar Yang Ditunjukkan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran PJOK Tahun 2024 Setiawan, Danu; Sitanggang, Charisma Maranatha; Simatupang, Christopher Ronggo Panuntunan; Manalu, Bulan Oktapia; Gulo, Carlan Septianus Samatohu; Gulo, Celvin Remer Meiman Syah Putra
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 5 No 1 (2024): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v5i1.2667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah paradigma pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) dapat meningkatkan hasil belajar menggiring bola dengan kaki bagian dalam pada siswa kelas X di SMA NEGERI 1 Stabat pada tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebagai metodologinya. Selama empat kali pertemuan, metode pembelajaran menggiring bola dasar sepakbola akan dinilai dengan menggunakan Tes Hasil Belajar I dan Tes Hasil Belajar II. Setelah prosedur pengambilan data selesai, analisis akan dilakukan: Sembilan dari tiga puluh siswa telah mencapai nilai yang menunjukkan bahwa mereka telah mencapai tingkat ketuntasan belajar yang dipersyaratkan, yaitu tujuh puluh persen. Tingkat ketuntasan ini belum dicapai oleh dua puluh satu siswa yang tersisa, atau tiga puluh persen. Hanya 71,3 persen siswa yang mencapai ketuntasan klasikal (KKM). Sepanjang siklus, data hasil belajar dari siklus II menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam melakukan penilaian hasil belajar telah meningkat secara signifikan. Dari tiga puluh siswa, dua puluh enam (86%) telah mencapai ketuntasan belajar, sementara empat (14%) belum. Dari siklus I ke siklus II, terlihat bahwa nilai rata-rata seluruh hasil belajar mengalami peningkatan. Hal ini diungkapkan oleh hasil observasi. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil analisis data, model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berpotensi untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Learning Outcomes Associated with the Execution of Short Service in Badminton Among Junior High School Students: The Proficiency of Eye-Hand Coordination in Motor Activities Sitorus, Akbar Alvian; Simaremare, Aris; Arjuna, Arjuna; Buulolo, Boisandi; Pandia, Brema Pehulisa; Karo Karo, Alan Alfiansyah Putra; Salim, Muhammad Ikram; Sitanggang, Charisma Maranatha; Sihombing, Lasdo Pangihutan; Laia, Yupiter Prakasa
Journal of Foundational Learning and Child Development Vol. 1 No. 01 (2025): January 27, 2025
Publisher : CV. INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/ChildDev.v1i01.3

Abstract

Purpose of the study: This research aimed to investigate the relationship between eye-hand coordination and the learning outcomes associated with badminton short service execution among junior high school students, and to determine the extent to which eye-hand coordination influences skill acquisition in this fundamental badminton technique. Materials and methods: The study employed a quantitative non-experimental approach involving 27 male junior high school students aged 13-15 years from Medan City, Indonesia. Data collection utilized pre-test and post-test measurements of eye-hand coordination through a standardized ball throwing and catching test and short service proficiency using an adapted French Short Service Test. Students participated in an eight-week training program focused on developing eye-hand coordination and short service technique. Data were analyzed using SPSS version 26, employing descriptive statistics, Pearson correlation, and regression analysis. Results: Findings revealed a significant positive correlation between eye-hand coordination scores and short service proficiency (r = 0.783, p < 0.001). Regression analysis indicated that eye-hand coordination accounted for approximately 61.3% of the variance in short service performance. Students with higher initial eye-hand coordination demonstrated greater learning improvements following the training intervention (19.1 ± 5.2 points) compared to students with lower coordination (13.7 ± 4.5 points). Conclusions: Eye-hand coordination significantly influences badminton short service learning outcomes among junior high school students. The development of eye-hand coordination enhances students' ability to perform precise short services, suggesting that physical education curricula should incorporate specific coordination training to optimize badminton skill acquisition.
The Role of Foot-Eye Coordination and Leg Muscle Strength in Football Shooting Performance: A Correlational Analysis Among Youth Athletes Sitanggang, Charisma Maranatha; Salim, Muhammad Ikram; Karo Karo, Alan Alfiansyah Putra; Wayne, Mitchell
INSPIREE: Indonesian Sport Innovation Review Vol. 5 No. 03 (2024): SEPTEMBER
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & DPE Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/inspiree.v5i03.136

Abstract

The  purpose  of  the study. This study aimed to investigate the relationship between foot-eye coordination, leg muscle strength, and football shooting accuracy among youth football players, and to determine which factor contributes more significantly to shooting performance. Materials and methods. Twenty-four male youth football players (aged 16-18 years) from Mabar Hilir Club, Medan City, participated in this cross-sectional correlational study. Participants underwent three assessment protocols: (1) foot-eye coordination using a modified ball control test, (2) leg muscle strength using isokinetic dynamometry, and (3) shooting accuracy using a standardized target shooting test. Data were analyzed using Pearson correlation coefficients and multiple regression analysis with SPSS v27. Results. Significant positive correlations were found between shooting accuracy and foot-eye coordination (r = 0.742, p < 0.001) and leg muscle strength (r = 0.628, p < 0.001). Multiple regression analysis revealed that foot-eye coordination explained 55.1% of the variance in shooting accuracy, while leg muscle strength contributed an additional 16.3% (R² = 0.714, p < 0.001). Conclusions. Foot-eye coordination demonstrates a stronger association with football shooting accuracy than leg muscle strength in youth athletes. Training programs should prioritize the development of coordinative abilities alongside strength training to optimize shooting performance.