Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studies of Improving Drinking Water Quality in the Kalurahan Banaran Kabupaten Kulon Progo Using Porous Concrete Filter Arviananda, Rr. Dita; Kamulyan, Budi; Nurrochmad, Fatchan
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 19 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v19i2.64125

Abstract

Some citizens of the Kalurahan Banaran Kabupaten Kulon Progo everyday use water that has an iron content (Fe) of 8.8 mg/L and a turbidity of 120 NTU, which is above the limit set by the Minister of Health's Regulation RI Number: 2 Tahun 2023 on the Quality Requirements of Drinking Water. To solve this problem, research has been conducted to reduce Fe and turbidity by using porous concrete filters. Three models of porous concrete A (porousity 0.42), B (porousity 0.44), and C (porousity 0.46), were used to filter water samples using two aerator diffusers at speeds of 3 L/h and 6 L/hour on each porous concrete filter. The results of the study showed that at an aeration rate of 3 L/hour, there had been a successive decrease in turbidity and Fe from 14.9 NTU to 1.38 NTU and 1.64 mg/L to 0.14 mg/L (filter A); 80 NTU to 0.5 NTU and 6.55 mg/L to 0.02 mg/L (filter B); 80 NTU to 0.1 NTU and 6.5 mg/L to 0 mg/L (filter C). For an aeration rate of 6 L/hour, there had been a successive decrease in turbidity and Fe from 80 NTU to 0.82 NTU and 6.55 mg/L to 0.05 mg/L (filter A); 89.8 NTU to 0.28 NTU, and 7.8 mg/L to 0.01 mg/L (filter B); 80 NTU to 0.28 NTU and 6,55 mg/L to 0 mg /L (filter C). The results show that the porous concrete filter can be considered an alternative to drinking water treatment in the Kalurahan Banaran Kabupaten Kulon Progo.
Evaluasi Sistem Drainase Menggunakan Program EPA SWMM 5.2 di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soekardjo Kota Tasikmalaya Indah Kisma Fauziah; Rani Sulistia Rahman; Gusti Fikri Pirdaus; Agim Fizar Syaban; Erra Nabila; Pengki Irawan; Raden Roro Dita Arviananda
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.15447

Abstract

Sistem drainase merupakan serangkaian prasarana dan sarana yang berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan kelebihan air pada suatu area atau lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem drainase di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dengan menggunakan perangkat lunak EPA SWMM 5.2. Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi serta keterbatasan kapasitas saluran drainase eksisting menyebabkan kawasan RSUD dr. Soekardjo, yang berada di wilayah perkotaan, memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap genangan dan banjir. Penelitian ini memanfaatkan data curah hujan dari 4 (empat) Pos Curah Hujan (PCH), yaitu PCH Cimulu, Kawalu, Lanud, dan Cikunten, dengan periode data selama sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis menggunakan metode poligon Thiessen menunjukkan bahwa PCH Cimulu memiliki pengaruh dominan terhadap wilayah studi. Curah hujan rencana dihitung menggunakan distribusi Log Pearson III untuk berbagai periode ulang, sedangkan intensitas hujan ditentukan berdasarkan distribusi waktu hujan. Data dimensi saluran drainase eksisting diperoleh melalui survei lapangan dan selanjutnya digunakan sebagai input dalam pemodelan hidraulika menggunakan EPA SWMM 5.2. Hasil simulasi menunjukkan beberapa saluran, seperti C4, C7, dan C8, mengalami kondisi meluap (overflow), sementara saluran lainnya mendekati kapasitas maksimum, sehingga evaluasi EPA SWMM 5.2. memberikan gambaran kondisi drainase eksisting serta dasar perumusan solusi teknis yang lebih efisien.