Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI PROYEK R&D DALAM UTILITAS TERATUR: KASUS UTILITAS TRANSMISI DAYA SHOLIKATUN, SITI
Dinamika: Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi Vol 3 No 1 (2023): DINAMIKA : Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/dinamika.v3i1.322

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pemilihan proyek R&D berdasarkan pendekatan holistik yang selaras dengan strategi, tujuan utilitas, dan kondisi pasar di sektor transmisi listrik. Pada saat yang sama, ini mengidentifikasi, mengkategorikan, dan mengukur faktor-faktor yang terkait dengan proyek R&D di sektor ketenagalistrikan. Konsep analisis menjadi model multikriteria HDM yang mempertimbangkan semua aspek yang terkait dengan proyek R&D. Latar belakang masalah: Pemilihan proyek R&D sangat penting bagi banyak organisasi, dan ini merupakan keputusan yang kompleks karena dipengaruhi oleh banyak faktor yang bervariasi antar organisasi karena tujuan dan kondisi yang berbeda. Ada anggaran terbatas untuk investasi, dan metode pemilihan proyek R&D saat ini difokuskan pada analisis keuangan atau perhitungan probabilistik matematis yang rumit. Kebaruan: model penelitian ini adalah untuk membuat metode untuk membantu meningkatkan pemilihan ex-ante proyek R&D di organisasi yang diatur terutama sektor utilitas transmisi listrik, yang memainkan salah satu peran terpenting dalam keseluruhan sistem tenaga listrik. Metode Penelitian: HDM (Hierarchical Decision Model) dipilih sebagai metode untuk mengevaluasi proyek R&D dalam penelitian ini. Kategori dan faktor yang terkait dengan proyek R&D dalam organisasi yang diatur dibagi menjadi empat tingkatan: 1) Misi, 2) Kriteria, 3) Subkriteria, dan 4) Alternatif. Model dan penerapannya berpotensi berlaku untuk organisasi nirlaba dan teregulasi di seluruh dunia. Hasil Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bobot alternatif harus berbeda secara signifikan untuk memberikan efek yang cukup besar pada setting alternatif dengan mengubah bobot kriteria. Selain Technical Success, time to market, dan strategic fit sebagai subkriteria dengan bobot tertinggi, regulasi untuk mempertahankan tingkat reliabilitas yang tinggi menjadi penting. Kesimpulan: Penyesuaian model dengan karakteristik yang berbeda merupakan area penelitian yang potensial untuk dilakukan. Model yang digunakan memberikan analisis kuantitatif untuk alternatif berdasarkan utilitas tertentu, sehingga mengadaptasi model ke skenario dan kondisi lain adalah penting dan akan menjadi langkah penting untuk menggeneralisasi model.
Analisis Yuridis terhadap Penggunaan Teknologi Blockchain dalam Pengamanan Data Pribadi: Studi Kasus di Indonesia Kriswandaru, Althea Serafim; Pratiwi, Berliant; Laksito, Joni; Ariani , Widya; Sholikatun, Siti
Perkara : Jurnal Ilmu Hukum dan Politik Vol. 2 No. 4 (2024): Desember | Perkara: Jurnal Ilmu Hukum Dan Politik
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/perkara.v2i4.2225

Abstract

Protecting personal data has become increasingly critical in the digital era, especially in Indonesia, where data breaches remain a pressing issue. Blockchain technology has emerged as a potential solution due to its decentralization and enhanced security mechanisms. This study aims to analyze the legal aspects of implementing blockchain technology for personal data protection in Indonesia, focusing on its effectiveness and alignment with existing regulations. A qualitative methodology was employed, including case studies in the fintech and healthcare sectors, supported by normative legal analysis. The findings indicate that blockchain significantly improves data security, with companies reporting a notable decrease in data breaches after adoption. Mechanisms such as hashing and decentralization ensure data integrity and reduce unauthorized access. However, regulatory gaps and high implementation costs hinder widespread adoption. The Personal Data Protection Law (UU PDP) in Indonesia does not yet address the unique characteristics of blockchain, creating legal ambiguities. This study highlights the need for regulatory updates and suggests targeted incentives to encourage adoption. The research contributes to theoretical understanding by integrating legal analysis with blockchain implementation and offers practical recommendations for policymakers. Future studies should explore cross-sectoral applications and comparative analyses with countries successfully adopting blockchain.