Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perkembangan Pemanfaatan Teknologi Digital Surveilans Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR)/EWARS Di Indonesia Fitriani, Hari; Hargono, Arief; Isfandiari, Muhammad Atoillah
Majalah Sainstekes Vol. 10 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v10i2.3979

Abstract

Ancaman triple-burden baik endemik, emerging, dan re-emerging, masih menjadi tantangan bagi dunia kesehatan. Indonesia menghadapinya dengan mengembangkan Early Warning Alert and Response System (EWARS) atau Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Sistem ini mendeteksi kesiagaan terhadap perkembangan 24 jenis penyakit yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Sistem ini bekerja dengan cara memantau perkembangan tren suatu penyakit menular potensial wabah/KLB dari waktu ke waktu dalam periode mingguan. Tujuan dari tulisan ini adalah melakukan analisis sistem untuk mendapatkan deskripsi dan permasalahan sistem. Analisis dilakukan pada data sekunder yang diperoleh dari dashboard web pelaporan teknologi digital SKDR. Penelitian ini menggunakan jenis studi deskriptif dengan prosedur analisis data sekunder. Data menunjukkan SKDR generasi V1 pada dashboard belum memuat pelaporan berbasis indicator (IBS) dan berbasis kejadian (EBS), sedangkan pada generasi V2 sudah memuat pelaporan berbasis IBS dan EBS. Pada tahun 2016 jumlah alert  yang direspon kurang lebih 55% dan meningkat menjadi sekitar 70% di tahun 2019. Ketepatan laporan unit pelapor menurut Provinsi tahun 2021 mencapai 5,25% dan tahun 2022 mencapai 28,95%. Kelengkapan laporan tahun 2021 mencapai (10,52%) dan tahun 2022 (81,58%). Peningkatan capaian target indikator menunjukkan ada perkembangan pemanfaatan teknologi digital dari Sistem Surveilans kewaspadaan Dini dan Respon di semua unit pelapor. Hal ini sejalan dengan pemenuhan komitmen global IHR 2005 Pemerintah Indonesia. Pemerataan jaringan internet yang stabil diperlukan di seluruh wilayah unit pelapor.
Gambaran Implementasi Regulasi Kawasan Tanpa Rokok Dalam Upaya Menurunkan Prevalensi Perokok Di Kabupaten Blitar Fitriani, Hari; Swadana, Nicholas Fransida; Artanti, Kurnia Dwi; Martini, Santi; Christanto, Daniel
Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Vol 5, No 4 (2023): Birokrasi dan Pemerintahah di Daerah 13
Publisher : Jurusan Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jbpd.v5i4.30744

Abstract

Blitar Regency already has a Regulation No. 1 of  2019 concerning Smoke-Freee Areas, carrying out technical capacity building for health workers in Stop Smoking Efforts (UBM) services. However, the number of smokers in Blitar Regency has not decreased, which is still 28.0%. This study aims to provide a descriptive description of the KTR regulations implemented by health facilities in Blitar Regency.  This is a type of quantitative research with a descriptive study with a cross-sectional design. The research material used was secondary data from KTR and Cigarette reports in Blitar Regency in 2022 for the PTM program. The number of smokers aged 10 - 18 years was 7678 people (4.47%) consisting of 81.61% male smokers and 18.39% female smokers. The number of schools that have implemented KTR is 894 (79.32%) and those that have not are 233 (20.68%). There are 3 clinics (12%) and 17 independent doctor practices (22.67%) that have implemented UBM. The results of the multiple linear regression test, both from the P value (Sig. 0.785) and the calculated F (0.244), both show that there is no significance between schools that have KTR or not and the number of smokers aged 10 - 18 years, P value > α 0.05 and F count < F table (3.47). The implementation of KTR in schools needs to be achieved up to 100% and also in other places where KTR is mandatory because the long-term goal is to reduce the prevalence of the number of smokers.
Analisis Masalah Kesehatan Kasus Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Difteri di Kabupaten Blitar Fitriani, Hari; Isfandiari, Muhammad Atoillah; Pramono, Endro; Mufida, Arina Ersanti
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data profil kesehatan Kabupaten Blitar tahun 2019-2021, diperoleh lima masalah kesehatan penyakit infeksi dan menular yang masih butuh perhatian dan penanganan khusus. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk menentukan apa yang menjadi prioritas masalah dan pemecahan masalah tersebut. Tujuan: Untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, membuat prioritas masalah berdasarkan analisis data, melakukan analisis untuk menemukan akar penyebab suatu masalah, menentukan alternatif pemecahan masalah, dan merumuskan rekomendasi bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Metode: Analisis Deskriptif pada data sekunder dan brainstorming untuk identifkasi masalah, Metode USG untuk menentukan prioritas masalah, Metode Pendekatan Sistem (Input – Proses – Output) untuk menentukan akar penyebab masalah, Metode Hanlon untuk menentukan prioritas penyebab masalah, dan Metode NGT untuk menentukan alternatif pemecahan masalah. Sasaran pada kegiatan ini adalah tiap pengelola program Bidang P2P Dinas Kesehatan dan tujuh pengelola surveilans dari Puskesmas terpilih. Hasil : Dari analisis menggunakan metode USG, disimpulkan bahwa prioritas masalah di Kesehatan Kabupaten Blitar adalah kasus Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) difteri. Pada analisis penyebab masalah menggunakan metode pendekatan sistem diperoleh sembilan penyebab masalah dan hasil skoring dengan menggunakan metode Hanlon disimpulkan bahwa tenaga surveilans di faskes belum semua mendapatkan pelatihan PD3I bersertifikat. Hasil analisis dengan metode NGT untuk menentukan alternatif pemecahan masalah menghasilkan pelatihan tenaga kesehatan jaringan dan jejaring sampai tingkat bawah terkait skrining awal difteri. Kesimpulan dan Saran : Difteri menjadi prioritas masalah karena dari tahun 2019 – 2022 masih ada kasus suspek difteri yang dilaporkan dan Puskesmas Srengat adalah wilayah dengan laporan suspek difteri terbanyak. Perlu dilakukan pelatihan untuk tenaga kesehatan di jaringan dan jejaring terkait skrining awal difteri dan koordinasi di semua fasilitas kesehatan dalam upaya penemuan kasus suspek difteri.
Analisis Masalah Kesehatan Kasus Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Difteri di Kabupaten Blitar Fitriani, Hari; Isfandiari, Muhammad Atoillah; Pramono, Endro; Mufida, Arina Ersanti
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data profil kesehatan Kabupaten Blitar tahun 2019-2021, diperoleh lima masalah kesehatan penyakit infeksi dan menular yang masih butuh perhatian dan penanganan khusus. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk menentukan apa yang menjadi prioritas masalah dan pemecahan masalah tersebut. Tujuan: Untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, membuat prioritas masalah berdasarkan analisis data, melakukan analisis untuk menemukan akar penyebab suatu masalah, menentukan alternatif pemecahan masalah, dan merumuskan rekomendasi bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Metode: Analisis Deskriptif pada data sekunder dan brainstorming untuk identifkasi masalah, Metode USG untuk menentukan prioritas masalah, Metode Pendekatan Sistem (Input – Proses – Output) untuk menentukan akar penyebab masalah, Metode Hanlon untuk menentukan prioritas penyebab masalah, dan Metode NGT untuk menentukan alternatif pemecahan masalah. Sasaran pada kegiatan ini adalah tiap pengelola program Bidang P2P Dinas Kesehatan dan tujuh pengelola surveilans dari Puskesmas terpilih. Hasil : Dari analisis menggunakan metode USG, disimpulkan bahwa prioritas masalah di Kesehatan Kabupaten Blitar adalah kasus Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) difteri. Pada analisis penyebab masalah menggunakan metode pendekatan sistem diperoleh sembilan penyebab masalah dan hasil skoring dengan menggunakan metode Hanlon disimpulkan bahwa tenaga surveilans di faskes belum semua mendapatkan pelatihan PD3I bersertifikat. Hasil analisis dengan metode NGT untuk menentukan alternatif pemecahan masalah menghasilkan pelatihan tenaga kesehatan jaringan dan jejaring sampai tingkat bawah terkait skrining awal difteri. Kesimpulan dan Saran : Difteri menjadi prioritas masalah karena dari tahun 2019 – 2022 masih ada kasus suspek difteri yang dilaporkan dan Puskesmas Srengat adalah wilayah dengan laporan suspek difteri terbanyak. Perlu dilakukan pelatihan untuk tenaga kesehatan di jaringan dan jejaring terkait skrining awal difteri dan koordinasi di semua fasilitas kesehatan dalam upaya penemuan kasus suspek difteri.