Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

A LITERATURE REVIEW : SOCIAL STUDIES LEARNING STRATEGIES FOR SLOW LEARNER STUDENTS IN INCLUSIVE EDUCATION PROGRAMS IN ELEMENTARY SCHOOLS Yawma Wulida; Sapriya; Nouval Nanola
International Conference on Elementary Education Vol. 6 No. 1 (2024): Proceeding The 6th International Conference on Elementary Education
Publisher : Elementary Education Study Program School of Postgraduate Studies Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with UPI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to discuss social studies learning strategies for slow learner students in inclusive education programs in elementary schools. The research method used is a literature study to obtain an overview of Social Sciences learning strategies for slow learner students in the inclusive education program based on several experts and based on a study of supporting references. The focus of the discussion in this research is the application of several social studies learning strategies for slow learner students in inclusive schools which aims to help slow learner students understand and master social studies learning material more effectively. Learning strategies for social studies subjects for slow learner students can be done in several ways such as positioning at the front of the class, using visual material to illustrate social studies concepts, simplifying learning material, asking open questions, using concrete examples to illustrate concepts in social studies. Teachers can also repeat material that has been taught, using technology or learning aids specifically designed for slow learners, dividing students into small groups, provide continuous feedback to slow learner students in the form of short questions, simple quizzes, or class discussions to regularly monitor student understanding. To support slow learner students in learning Social Sciences in inclusive education programs in elementary schools, teachers should use learning strategies that focus on inclusion and adaptation.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DI SMAN 11 BANDA ACEH Suci Rahmi Amjusfa; Yawma Wulida; Herawati Herawati; Rahmat Alimin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kompetensi guru pada era digital. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 11 Banda Aceh pada hari Kamis, 13 November 2025, dengan tujuan memperkuat kemampuan pedagogis dan teknologi guru melalui pemanfaatan alat-alat AI terkini. Pentingnya integrasi AI dalam pendidikan telah ditekankan oleh beberapa ahli, seperti Luckin (2018) yang menyatakan bahwa AI mampu memperluas kapasitas guru dalam melakukan personalisasi pembelajaran, serta Holmes et al. (2019) yang menegaskan bahwa literasi AI menjadi kompetensi wajib bagi pendidik masa kini. Dalam konteks Indonesia, Wibawa (2021) juga menyoroti perlunya penguatan kompetensi TPACK berbasis teknologi cerdas untuk mendukung efektivitas pembelajaran. Pelatihan ini diikuti oleh para guru dari berbagai mata pelajaran, dengan fokus pada pembuatan media berbasis teks, gambar, dan presentasi interaktif menggunakan platform AI generatif. Pendekatan pelatihan mencakup demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan teknis yang memungkinkan peserta mengalami proses pengembangan media secara utuh. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek keterampilan teknis, kreativitas media, dan pemahaman pedagogis digital. Para guru melaporkan bahwa AI membantu mempercepat pembuatan konten pembelajaran, memperkaya variasi media, dan meningkatkan keterlibatan siswa. Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti relevan sebagai model pengembangan profesional guru dalam menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21. Integrasi AI dalam pembuatan media pembelajaran berpotensi menjadi praktik berkelanjutan dalam mendukung pembelajaran yang inovatif dan adaptif.
ENGLISH SPEAKING CONFIDENCE AMONG FLOOD-AFFECTED ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Suci Rahmi Amjusfa; Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Rahmatul Ukhra
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5922

Abstract

This study aimed to describe the level of English speaking confidence among flood-affected elementary school students in Pidie Jaya Regency. Speaking confidence was considered a crucial affective factor influencing young learners’ success in learning English, particularly for students who experienced emotional disruption due to natural disasters. This research employed a descriptive quantitative design. The participants consisted of 35 flood-affected elementary school students who were selected using a total sampling technique. Data were collected through an English speaking confidence questionnaire developed using a four-point Likert scale, which covered aspects of willingness to speak, fear of making mistakes, self-confidence, and participation in English learning activities. The collected data were analyzed using descriptive statistics in the form of mean scores and percentages. The findings revealed that the overall level of students’ English speaking confidence was categorized as moderate, with a total mean score of 2.89. Classroom participation obtained the highest mean score, while fear of making mistakes showed the lowest mean score. These results indicated that although students demonstrated engagement in English learning activities, affective barriers remained a challenge in post-disaster learning contexts. Therefore, greater attention to emotional support and low-anxiety speaking activities was needed in English instruction for flood-affected elementary school students.
PENDAMPINGAN TRAUMA HEALING MELALUI ENGLISH GAMES UNTUK MENINGKATKAN KEBERANIAN BERBICARA SISWA SD TERDAMPAK BANJIR DI PIDIE JAYA Suci Rahmi Amjusfa; Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Rahmat Alimin; Rahmatul Ukhra
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 26 November 2025 berdampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada kondisi psikologis siswa sekolah dasar yang berimplikasi terhadap keberanian mereka dalam berkomunikasi, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Siswa terdampak bencana cenderung mengalami kecemasan, rasa takut, dan rendahnya kepercayaan diri yang menghambat keterampilan berbicara. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian berbicara Bahasa Inggris siswa sekolah dasar melalui pendampingan trauma healing berbasis English games. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8–10 Januari 2026 dengan melibatkan total 35 siswa sekolah dasar terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif-partisipatif dengan memanfaatkan permainan edukatif seperti Hello Circle Game sebagai ice breaking serta Simon Says dan Guessing Games sebagai media trauma healing. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi, keberanian berbicara, serta respons emosional positif siswa selama proses pembelajaran. Integrasi trauma healing dan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis permainan terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan mendukung pemulihan psikososial siswa. Kegiatan ini memberikan implikasi bahwa English games dapat menjadi strategi alternatif yang efektif dan aplikatif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar, khususnya dalam konteks pendidikan pasca bencana.
ANALISIS KETERAMPILAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV DI BANDA ACEH Rafni Fajriati; Murnia Suri; Mutiawati Mutiawati; Yawma Wulida; Jahara Putri; Nurul Adilla
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan computational thinking siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Banda Aceh. Computational thinking merupakan keterampilan berpikir yang penting dalam pembelajaran abad ke-21, khususnya dalam mendukung pemecahan masalah secara sistematis dan logis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas IV di salah satu SDN di Banda Aceh. Teknik pengumpulan data meliputi observasi pembelajaran, tes berbasis masalah kontekstual, serta wawancara dengan guru kelas. Instrumen penelitian disusun berdasarkan empat indikator computational thinking, yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dekomposisi dan pengenalan pola siswa berada pada kategori sedang, sedangkan kemampuan abstraksi dan perancangan algoritma masih berada pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa masih memerlukan dukungan pembelajaran yang terstruktur dan kontekstual untuk mengembangkan computational thinking secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan perangkat pembelajaran berbasis coding dan literasi digital di sekolah dasar.