Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Aktulisasi Dir pada Tim Pendamping Keluarga Berdasarkan Riwayat Pendidikan: Bagiamana dengan Dukungan Sosial? Aulia, Sayidah; Ezer, Eben; Lutfiani , Aisyah; April , Eko; Fitrianawati, Gama Dwi
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 7 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v7i2.3128

Abstract

The aim of this research is to clarify the differences between social support and self-actualization. based on the educational story of the stunting Family Support Team in Surabaya City. This research uses a quantitative research model by applying reciprocal or cause and effect research. The total number of subjects was 376 volunteers from the Stunting Family Support Team in Surabaya City. The sample size is based on the Krejcie and Morgan table with a total family support team population of 6,000 members. The data collection procedure uses an online questionnaire using a 5-point Likert scale using Google Forms. The data analysis procedure uses multiple linear regression analysis techniques. Based on the research results, it is proven that there is a significant difference between middle school, high school, diploma and bachelor's education history with a sig.<0.05 value found in the high school education history, while middle school, diploma and bachelor's education history does not show a sig.<0.05. Based on the significance value obtained, there is quite a significant difference between educational history and social support variables on self-actualization
Optimalisasi Peran Suami Melalui Edukasi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Maternal: Optimizing Husbands' Roles Through Education to Enhance Maternal Well-being Pipit Sri Estuning Rahayu; Gama Dwi Fitrianawati; Elies Meilinawati
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2452

Abstract

Kesehatan ibu berfungsi sebagai metrik penting untuk mengevaluasi keadaan kesehatan masyarakat secara keseluruhan, yang dibentuk tidak hanya oleh layanan kesehatan tetapi juga oleh dukungan keluarga, terutama dari pasangan. Keterlibatan suami dalam memfasilitasi kesehatan ibu selama tahap kehamilan, persalinan, dan periode postpartum tetap tidak optimal karena berbagai hambatan sosial dan budaya, serta kekurangan pengetahuan terkait. Inisiatif pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan suami melalui intervensi pendidikan yang bertujuan untuk memperkuat hasil kesehatan ibu. Metodologi yang digunakan melibatkan pemberian edukasi kepada pasangan yang sudah menikah melalui program penyuluhan terstruktur yang menekankan pentingnya dukungan emosional dan fisik, bersama dengan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan terkait kesehatan. Temuan dari kegiatan menunjukkan peningkatan penting dalam pengetahuan dan pemahaman suami mengenai peran pendukung mereka dalam kesehatan ibu, akibatnya mengarah pada peningkatan kesiapan untuk tantangan yang terkait dengan kehamilan dan persalinan. Selain itu, edukasi juga mendorong partisipasi aktif suami dalam perawatan kesehatan ibu. Kesimpulannya, edukasi yang didasarkan pada pendekatan berbasis pasangan terbukti efektif dalam memperkuat peran suami, sehingga berkontribusi positif pada peningkatan kesejahteraan ibu.
EDUKASI PADA IBU MENYUSUI TENTANG PENINGKATAN PRODUKSI ASI GUNA MENINGKATKAN CAKUPAN ASI EKSKLUSIF Yunita Dyah Fitriani; Aulia Rizqi Ramadhani; Gama Dwi Fitrianawati; Revalina Yuli Gandawati; Firda Felisa Putri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40412

Abstract

Abstrak: Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu praktik kesehatan ibu dan anak yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan ketahanan tubuh bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Salah satu kendala yang sering dialami ibu menyusui adalah kekhawatiran terhadap kecukupan dan kelancaran produksi ASI. Kekhawatiran tersebut dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang proses laktasi, teknik menyusui yang kurang tepat, jarang menyusui, stres, kelelahan, kurang dukungan keluarga, serta paparan informasi yang keliru mengenai susu formula. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang peningkatan produksi ASI melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan desain pre-test dan post-test pada 19 ibu menyusui di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Media edukasi meliputi presentasi, leaflet serta praktik pijat oksitosin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan ibu menyusui, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 21,1% pada pre-test menjadi 42,1% pada post-test. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang peningkatan produksi ASI. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga dan kader kesehatan.Abstract:  Exclusive breastfeeding is one of the important maternal and child health practices that supports infant growth, development, and immunity during the first six months of life. One of the common problems experienced by breastfeeding mothers is concern about the adequacy and smooth production of breast milk. This concern may be influenced by limited knowledge of the lactation process, improper breastfeeding techniques, infrequent breastfeeding, stress, fatigue, lack of family support, and exposure to misleading information about formula milk. This community service activity aimed to improve breastfeeding mothers’ knowledge about increasing breast milk production through health education. The method used was health education with a pre-test and post-test design involving 19 breastfeeding mothers in Pongangan Village, Manyar District. The educational media included presentations, leaflets, and oxytocin massage practice. The results showed an increase in the knowledge level of breastfeeding mothers, where the good knowledge category increased from 21.1% in the pre-test to 42.1% in the post-test. The conclusion of this activity is that health education is effective in improving breastfeeding mothers’ knowledge about increasing breast milk production. It is expected that similar activities can be carried out continuously by involving families and health cadres.
Verbal Aggression Behavior in Social Media Interactions: A Literature Review Gama Dwi Fitrianawati
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 2026
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v5i1.1008

Abstract

The development of social media has significantly changed human communication patterns, but on the other hand, it has given rise to various forms of negative behavior, one of which is verbal aggression. Verbal aggression in social media interactions has become a fairly frequent phenomenon due to the high intensity of use of digital platforms that are fast, anonymous, and have minimal social control. This study aims to comprehensively examine the findings of previous research related to verbal aggression behavior in social media interactions between 2015 and 2025. The method used is a literature study by analyzing 18 scientific articles obtained from various national and international journal databases. The results of this study indicate that verbal aggression on social media is influenced by various factors, including user emotional responses, personality traits, loneliness, fanaticism, socio-political dynamics, and digital media characteristics such as anonymity and discourse polarization. Verbal aggression manifests itself in the form of abusive comments, insults, hate speech, and threats, which negatively impact individual psychological well-being and the quality of online communication. The conclusion of this study confirms that verbal aggression on social media is a multidimensional phenomenon that requires an integrative approach through digital literacy, psychological interventions, policy regulation, and ethical and sustainable technology development.  
SENI MENGATUR DIRI: KONTROL DIRI DAN MORAL DISENGAGEMENT Faizah Oktaviani; Gama Dwi Fitrianawati
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena perilaku menyimpang seperti perundungan, kecurangan akademik, dan pelanggaran aturan sosial menunjukkan bahwa individu sering kali tidak hanya bertindak secara impulsif, tetapi juga melakukan pembenaran moral atas tindakannya. Kondisi ini berkaitan erat dengan lemahnya kontrol diri dan munculnya mekanisme moral disengagement. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kontrol diri sebagai benteng moral serta mengenalkan konsep moral disengagement dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan berupa webinar psikoedukasi yang diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat umum. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan refleksi diri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang peran kontrol diri dalam mencegah perilaku menyimpang serta kesadaran akan kecenderungan melakukan pembenaran moral. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun perilaku etis dan kepatuhan terhadap norma sosial melalui penguatan kontrol diri.