Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IDENTIFIKASI DINAMIKA PERTUMBUHAN WILAYAH PERI-URBAN (WPU) DI KECAMATAN BOJONG GEDE KABUPATEN BOGOR SYAHBANDAR, M. YOGIE
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 19, No 1 (2018): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v19i1.3128

Abstract

Perkembangan wilayah perkotaan secara fisik ditandai oleh pertumbuhan pesat pada kawasan pinggiran kota yang dikenal sebagai proses suburbanisasi. Wilayah suburbanisasi tersebut dikenal sebagai Wilayah Peri-Urban (WPU). Kecamatan Bojong Gede merupakan salah satu Kecamatan yang terletak di Kabupaten Bogor, dengan tingkat pertumbuhan wilayah yang sangat tinggi, hal tersebut tidak terlepas dari pengaruh wilayah sekitarnya yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Bojong Gede yaitu Kota Bogor, Kota Depok, dan Cibinong. Dengan demikian tingkat pertumbuhan Kecamatan Bojong Gede serta kenampakan fisik perkotaan sangat tinggi, sehingga Kecamatan Bojong Gede menjadi wilayah transisi antara desa kota yang disebut WPU. Pertumbuhan WPU memberikan berbagai dampak pada perkembangannya baik secara fisik, ekonomi maupun sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengklasifikasikan tipologi zona WPU perdesa, dan mengidentifikasi keselarasan pertumbuhan WPU Kecamatan Bojong Gede terhadap RTRW Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data primer, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi lapangan dan dokumentasi. Serta pengumpulan data sekunder meliputi studi literatur dan survei instansi. Metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif kuantitaif dengan metode skoring dan pembobotan serta analisis GIS. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa tipologi zona  WPU berdasarkan aspek fisik, aspek ekonomi, dan asepk sosial didapat 2 klasifikasi yaitu tipologi Predominantly Urban dan Semi Urban. Tipologi Predominantly Urban meliputi Desa Pabuaran dan Desa Bojong Baru, dan Untuk tipologi Semi Urban meliputi Desa Bojong Gede, Desa Cimanggis, Desa Susukan, Desa Ragajaya, Desa Kedung Waringin, Desa Waringin Jaya dan Desa Rawa Panjang. Karakteristik WPU Kecamatan Bojong Gede yaitu sebagai wilayah yang dijadikan sebagai tempat tinggal, karena banyak didominasi oleh kawasan permukiman dan perumahan. Pertumbuhan WPU Kecamatan Bojong Gede selaras dengan RTRW kabupaten Bogor, sehingga perlu adanya pengendalian untuk merencanakan Kecamatan Bojong Gede dimasa yang akan datang. Kata Kunci : Dinamika, Pertumbuhan, Wilayah Peri Urban (WPU)
ARAHAN PENATAAN TROTOAR KORIDOR TERMINAL CILEUNGSI-GERBANG METROPOLITAN LAND KECAMATAN CILEUNGSI PUTRA, YUSRIL ALANSYAH; DJAKAPERMANA, RUCHYAT DENI; SYAHBANDAR, M. YOGIE
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 24, No 1 (2023): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v24i1.7999

Abstract

Pejalan kaki merupakan pengguna jalan yang memiliki hak untuk menggunakan fasilitas trotoar. Trotoar diperuntukkan dan difungsikan sebagai ruang bagi pejalan kaki yang berada pada kedua sisi jalan dengan dimensi tertentu. Kecamatan Cileungsi merupakan kecamatan yang berada di Kabupaten Bogor yang dikenal sebagai daerah kawasan industri, pariwisata, perdagangan dan jasa serta perumahan dan permukiman. Kondisi trotoar saat ini memiliki intensitas pemanfaatan bagi pedestrian yang cukup tinggi. Untuk itu perlu dilakukan penelitian apakah kondisi trotoar tersebut dapat memenuhi aspirasi masyarakat dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi kondisi eksisting trotoar, kesesuaian fasilitas trotoar beserta kelengkapannya (2) Menganalisis karakteristik dan aspirasi pejalan kaki. (3) Merumuskan arahan penataan trotoar koridor Terminal Cileungsi-Gerbang Metropolitan Land Kabupaten Bogor. Dalam proses analisis dilakukan penilaian terhadap kondisi eksisting trotoar dengan menggunakan 6 kriteria dan indikator walkability. Selain itu dilakukan penilaian aspirasi masyarakat dengan menggunakan analisis Crosstab terhadap hasil jawaban pertanyaan kepada responden dengan teknik sampling, proportional stratified random sampling. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kondisi fasilitas trotoar di koridor tersebut belum memenuhi walkability (2) Hasil analisis aspirasi masyarakat membutuhkan fasilitas sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan selama berjalan kaki (3) Dihasilkan beberapa arahan untuk penataan trotoar di koridor objek penelitian tersebut seperti mengembalikan fungsi trotoar agar arus pejalan kaki tidak terganggu oleh PKL, memperbaiki fasilitas yang sudah ada dan menyediakan fasilitas street furniture yang sesuai dengan peraturan yang berlaku Kata Kunci : Penataan Trotoar, Aspirasi Masyarakat, Walkability. ABSTRACT Pedestrians are road users who have the right to use sidewalk facilities. The sidewalk is intended and functions as a space for pedestrians who are on both sides of the road with certain dimensions. Cileungsi Subdistrict is a subdistrict located in Bogor Regency which is known as an area of industrial, tourism, trade and service areas as well as housing and settlements. The current condition of the sidewalk has a fairly high intensity of utilization for pedestrians. For this reason, it is necessary to conduct research on whether the condition of the sidewalk can meet the aspirations of the community and is in accordance with the provisions of existing regulations. Thus the objectives of this study are (1) Identifying the existing condition of the sidewalk, the suitability of the sidewalk facility and its completeness (2) Analyzing the characteristics and aspirations of pedestrians. (3) Formulate directions for the arrangement of sidewalks in the Cileungsi Terminal-Metropolitan Land Gate corridor, Bogor Regency. In the process of analysis, an assessment of the existing condition of the sidewalk was carried out using 6 criteria and walkability indicators. In addition, an assessment of community aspirations was carried out using Crosstab analysis of the results of question answers to respondents using sampling techniques, proportional stratified random sampling. The final results of this study show that (1) The condition of the sidewalk facilities in the corridor has not met the walkability (2) The results of the analysis of community aspirations require facilities and infrastructure that can support activities while walking (3) Several directions were produced for the arrangement of sidewalks in the corridors of the object of study, such as restoring the function of the sidewalks so that the flow of pedestrians is not disturbed by the PKL, repairing existing facilities and providing street furniture facilities in accordance with applicable regulations. Keywords: Sidewalk Arrangement, Community Aspirations, Walkability.
Traffic Management on The Cikereteg-Pancawati Road in The Caringin District Tourism Area Bogor District Mansyur, Umar; Djakapermana, Ruchyat Deni; Syahbandar, M. Yogie; Rahmawan, Eko Arif
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i6.15446

Abstract

Traffic as part of transportation planning is a vital indicator of tourism development. Bogor Regency is one of the favorite tourist destinations in Jabodetabek. One of the tourist attractions in Bogor Regency is natural tourism around the Puncak Bogor area. This study aims to analyze land use around Jalan Cikereteg-Pancawati, analyze the performance and level of traffic service on the road, and conduct a SWOT analysis for traffic management strategies. The study used GIS to analyze changes in land use and analyzed the level of road service on Jalan Cikereteg-Pancawati. The traffic performance analysis was conducted by analyzing the volume values and degrees of saturation on Sundays and Thursdays. The land use analysis showed that the area is dominated by forests, plantations, and rice fields, indicating great potential as a tourist area. The traffic performance analysis revealed that Sundays have higher volume values and degrees of saturation than Thursdays, with the highest degree of saturation occurring on Sunday segment 3. The study concludes that the traffic management strategy for Jalan Cikereteg-Pancawati should focus on managing pavement repairs and road widening, providing bus and car parking, and utilizing available human resources and supporting regulations for the development of Bogor Regency as a natural tourism area. The study's findings suggest that effective traffic management is crucial for the sustainable development of natural tourism in Bogor Regency. The proposed traffic management strategies can help alleviate traffic congestion and improve the overall tourist experience, ultimately contributing to the region's economic growth and social well-being.
ANALISIS DAYA TAMPUNG LAHAN PERUMAHAN DI KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR Kurniawan, Yusuf; Hidayat, Janthy T; Syahbandar, M. Yogie
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 25, No 2 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v25i2.11235

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kabupaten Bogor menyebabkan peningkatan kebutuhan lahan untuk perumahan. Kecamatan Citeureup, sebagai salah satu kawasan penyangga dengan laju pertumbuhan yang tinggi, perlu dianalisis daya tampung lahannya untuk memastikan pengembangan perumahan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lahan potensial untuk perumahan dan menganalisis daya tampung lahan tersebut di Kecamatan Citeureup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah overlay peta digital dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi lahan potensial, dan analisis deskriptif kuantitatif untuk menghitung daya tampung lahan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/PRT/M/2007 dan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 403/KPTS/M/2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Citeureup memiliki luas lahan potensial sebesar 1.410 Ha, dengan daya tampung 27.811 unit rumah atau 139.055 jiwa. Berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2042 sebesar 283.540 jiwa, Kecamatan Citeureup tidak dapat menampung pertumbuhan penduduk tersebut. Kata kunci : Daya Tampung Lahan, Lahan Potensial Perumahan, Pertumbuhan Penduduk ABSTRACT The rapid population growth in Bogor Regency has led to an increased need for residential land. Citeureup District, as one of the buffer zones with a high growth rate, needs to have its land carrying capacity analyzed to ensure sustainable housing development. This study aims to identify potential land for housing and analyze its carrying capacity in Citeureup District. The method used in this research is a digital map overlay with Geographic Information Systems (GIS) to identify potential land, and descriptive quantitative analysis to calculate the carrying capacity of the land based on the Regulation of the Minister of Public Works No. 20/PRT/M/2007 and Decree of the Minister of Settlement and Regional Infrastructure No. 403/KPTS/M/2002. The results showed that Citeureup District has a potential land area of 1,410 hectares, with a carrying capacity of 27,811 housing units or 139,055 people. Based on the population projection for 2042 of 283,540 people, Citeureup District cannot accommodate this population growth. Keywords: Land Carrying Capacity, Land Suitability for Housing, Population Growth