Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Score Agility dan Flexibility Ankle terhadap resiko cedera pergelangan kaki pada sekolah sepak bola laki-laki kategori kanak-kanak Sari, Dewi Yulia; Ratna Ningrum, Tyas Sari; Jamil, Shofhal
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 3 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.3237

Abstract

Latar Belakang: Cedera olahraga merupakan cedera yang dapat terjadi pada waktu latihan maupun pertandingan. Salah satu cedera yang dialami adalah cedera pergelangan kaki. Untuk mengurangi cedera harus memahami resiko terjadinya cedera pergelangan kaki. Faktor yang menyebabkan diantaranya adalah score agility dan flexibility ankle. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan score agility dan flexibility ankle terhadap resiko cedera pergelangan kaki pada sekolah sepak bola laki-laki kategori kanak-kanak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional analitik yang menjelaskan adanya hubungan antara variabel melalui pengujian hipotesa. Pendekatan waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel yang digunakan ialah siswa sekolah sepak bola laki-laki kategori kanak-kanak sebanyak 47 orang dengan teknik accidental sampling.. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji spearman rank diperoleh hubungan untuk score agility terhadap resiko cedera pergelangan kaki dengan nilai koefisien korelasi sebesar <.0.001   dan pada flexibility ankle terhadap resiko cedera pergelangan kaki dengan nilai koefisien korelasi sebesar <.0.001. Karena nilai koefisien korelasi <0.050 maka terdapat hubungan antara score agility dan flexibility ankle terhadap resiko cedera pergelangan kaki pada sekolah sepak bola laki-laki kategori kanak-kanak. Kesimpulan: Ada hubungan score agility dan flexibility ankle terhadap resiko cedera pergelangan kaki pada sekolah sepak bola laki-laki kategori kanak-kanak. Saran : Peneliti berharap peneliti selanjutnya dapat mencari informasi dan faktor-faktor lain mengenai resiko cedera pergelangan kaki yang lain.
Hubungan Antara Volume Latihan Terhadap Risiko Cedera Bahu Pada Pemain Bola Voli Risaputri, Ervanda Vionica; Jamil, Shofhal
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.635

Abstract

Latar Belakang: Cedera bahu merupakan salah satu cedera muskuloskeletal pada sendi bahu yang sangat sering terjadi pada atlet yang memiliki teknik gerakan overhead berulang seperti pemain bola voli. Latihan yang terlalu padat juga salah satu penyebab terjadinya cedera terhadap atlet bola voli. Tingginya volume latihan baik dari durasi latihan, frekuensi latihan, dan intensitas latihan akan memberikan dampak besar pada tekanan mekanik yang diterima oleh struktur bahu. Cedera bahu pada pemain bola voli merupakan masalah serius yang dapat menurunkan fungsi ekstremitas atas serta dapat membatasi dalam latihan maupun pertandingan. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara volume latihan terhadap risiko cedera bahu pada pemain bola voli. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quantitative correlation dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 67 orang. Alat ukur menggunakan angket kuesioner The Oslo Sports Trauma Research Center (OSTRC). Analisis data menggunakan Spearman rank. Hasil: Hasil analisis Hubungan antara Volume Latihan terhadap Risiko Cedera Bahu dengan menggunakan uji Spearman rank didapatkan hasil nilai p=0,047 (p<0,05) maka, dapat diartikam bahwa ada hubungan yang signifikan antara volume latihan dengan risiko cedera bahu. Hasil nilai koefisien korelasi sebesar 0,244 dengan kategori tingkat hubungan yang sangat lemah. Kesimpulan: Ada hubungan antara Volume Latihan terhadap Risiko Cedera Bahu pada Pemain Bola Voli. Saran: Mengidentifikasi faktor risiko lain yang dapat mempengaruhi cedera bahu serta perlu adanya edukasi untuk pemain bola voli.
Perbedaan Pengaruh Active Stretching dengan Contract Relax Stretching untuk Meningkatkan Fleksibilitas Otot Hamstring pada UKM Badminton Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Hi.Abdulah S., Nuruliza; Naela Arifin, Asyhara; Jamil, Shofhal
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fleksibilitas otot hamstring merupakan salah satu komponen penting yang berperan dalam menunjang performa atlet, khususnya cabang olahraga badminton yang menuntut kelincahan, kecepatan, dan koordinasi gerak. Penurunan fleksibilitas hamstring dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera, mengurangi rentang gerak sendi, serta berdampak pada penurunan performa atlet. Salah satu intervensi fisioterapi yang dapat digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas otot adalah melalui teknik peregangan, di antaranya active stretching dan contract relax stretching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedua metode tersebut terhadap fleksibilitas otot hamstring serta menganalisis perbedaan efektivitas di antara keduanya pada pemain UKM Badminton Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental pre-test dan post-test two group design. Sampel sebanyak 16 responden dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi, kemudian dibagi secara acak menjadi dua kelompok: kelompok I diberikan latihan active stretching dan kelompok II diberikan latihan contract relax stretching. Intervensi dilakukan selama 3 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Fleksibilitas otot hamstring diukur menggunakan Sit and Reach Test sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk pengaruh masing-masing kelompok dan uji Mann-Whitney U Test untuk perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik active stretching maupun contract relax stretching memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring (p<0,05). Namun, hasil uji perbedaan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua metode (p>0,05). Active stretching dan contract relax stretching sama-sama efektif dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring pada atlet UKM Badminton Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Akan tetapi, tidak ditemukan perbedaan efektivitas yang signifikan di antara keduanya, sehingga kedua metode dapat dijadikan alternatif dalam program latihan pencegahan cedera dan peningkatan performa atlet.