Ahmad Sastra
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Ilmu Sharaf bagi Pemula di Lingkungan Pesantren: Pendekatan Praktis dan Efektif Maulana Pein; Ahmad Sastra; Hasbi Indra
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.494

Abstract

Pembelajaran khususnya bahasa Arab seringkali terdapat permasalahan, baik yang berhubungan dengan guru, siswa, atau yang lainnya. Untuk mencapai tujuan pendidikan, guru harus kompeten dalam pengelolaan Kelas, memperhatikan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap metode yang digunakan guru dalam belajar nahwu sharaf, dukungan dan pencegahan dalam proses pembelajaran nahwu sharaf, dan upaya guru untuk mengatasi hal-hal yang menghambat siswa dalam mempelajari Nahwu Sharaf dan Pondok Lingkungan Pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bagus. Alat pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumen. Analisis data dilakukan dengan cara memberikan penjelasan terhadap data yang diperoleh dan menjadikannya menarik Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa: metode yang digunakan guru Ajaran Nahwu Sharaf terbagi menjadi dua, yaitu metode Qawaid Wa Tarjamah dan metode Induktif; hal-hal yang menunjang dan mencegah dalam proses pembelajaran nahu Sharaf terbagi menjadi dua yaitu faktor internal berupa motivasi, minat dan pelatihan siswa berbeda dan nyata. Mengenai faktor eksternal berupa dukungan dari keluarga dan teman, hal lingkungan, pendekatan guru, keberadaan kamus bahasa Arab, serta waktu dan jam pembelajaran singkatan; dan upaya guru mengatasi hambatan siswa belajar nahwu sharaf di Pondok Pesantren dengan cara memberi motivasi, perbaikan proses belajar, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang Pemahaman mereka tentang sains luar biasa, dan mereka selalu melakukan penelitian pendidikan memperbaiki sistem penyampaian materi yang rumit tersebut agar mudah dipahami santri.
Pokok Akidah Islam Iman Kepada Hari Akhir menurut Imam Ibnu Abil Izz al-Hanafi dalam Kitab Al-Minhah al-Ilahiyah Fi Tahdzib Syarh ath-Thahawiyah Ayyu Zahara; Ahmad Sastra; Nesia Andriana
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i3.1222

Abstract

Akidah merupakan sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara mudah oleh manusia berdasarkan akal, wahyu, (yang didengar) dan fitrah. Iman kepada hari akhir merupakan masalah yang paling berat dari segala macam permasalahan akidah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan study pustaka (library research). Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis), deskriptif dan induktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pokok akidah islam iman kepada hari akhir menurut Imam Ibnu Abil Izz al-Hanafi dalam kitabnya Al-Minhah al-Ilahiyah Fi Tahdzib Syarah ath-Thahawiyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Kitabnya yang berjudul Al-Minhah al-Ilahiyah Fi Tahdzib Syarah ath-Thahawiyah, Imam Ibnu Abil Izz al-Hanafi membahas mengenai perkara-perkara akidah dengan tujuh bab pembahasan yaitu: Bab Iman Kepada Allah, Bab Iman Kepada Malaikat, Bab Iman Kepada Kitab-kitab yang Diturunkan Kepada Para Rasul, Bab Iman Kepada Rasul, Bab Iman Kepada Hari Akhir, Bab Iman Kepada Takdir, serta Bab Masalah-Masalah Beragam. Pada Bab Iman Kepada Hari Akhir, Imam Ibnu Abil Izz al-Hanafi membagi menjadi 8 pasal, yaitu: pasal mengenai ruh dan hakikatnya, pasal mengenai nikmat dan azab kubur, pasal mengenai amalan orang hidup yang bermanfaat bagi orang yang tela meninggal dunia, pasal mengenai tanda-tanda hari kiamat, pasal mengenai kebangkitan dan pembalasan, pasal mengenai surge dan neraka sudah ada dan keduanya abadi, pasal mengenai ru’yah (melihat Allah di surga), dan pasal mengenai syafa’at.
Konsep Iman Kepada Hari Akhir Perspektif Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Kitab Syarh al-Aqidah al-Wasithiyah Ayyu Zahara; Ahmad Sastra; Nesia Andriana
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i4.1220

Abstract

Hari akhir adalah waktu terjadinya kehancuran secara menyeluruh di bumi dan alam semesta. Iman kepada Hari Akhir merupakan rukun iman ke lima yang wajib diimani oleh manusia. Globalisasi memberikan dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu dampak negatif dari era globalisasi adalah munculnya cara berfikir sekuler dan liberal di kalangan masyarakat. Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu cara untuk menanggulangi dampak negatif globalisasi, dengan penanaman aqidah islam dan pemahaman mengenai hari akhir atau yang seringkali disebut dengan hari kiamat. Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini adalah  metode  kualitatif  dengan  pendekatan  study  pustaka  (library  research).  Analisis  data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis), deskriptif dan induktif. Dalam Kitab Syarh al-Aqidah al-Wasithiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menerangkan bahwa termasuk iman kepada hari akhir adalah beriman kepada seluruh apa yang diberitakan Nabi yang akan terjadi setelah kematian. Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, manusia mempunyai lima fase, yaitu: fase belum ada, fase alam rahim, fase dunia, fase barzakh, dan fase akhirat. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menyatakan bahwa ada sebelas perkara yang akan terjadi pada hari kiamat yaitu (1) ruh manusia dikembalikan kepada jasadnya, (2) bangkit dari kubur, (3) matahari mendekat sekitar satu mil, (4) manusia dikekang oleh keringat mereka, (5) amal manusia ditimbang, (6) catatan amal disebarluaskan, (7)  Allah menghisab para makhluk, (8) terdapat haudh, (9) sirath (10) masuk syurga, dan (11) syafa’at.
PANDUAN METODE KREATIF DALAM PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS XI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Enung Nurjanah; Hasbi Indra; Ahmad Sastra
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 1 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v6i1.18898

Abstract

Penelitian Panduan Metode Kreatif Dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan ini dilatar belakangi oleh permasalahan dan kebutuhan pendidik, tuntutan aktivitas dan kreativitas guru dan siswa berdasarkan hasil temuan khusus pada beberapa literatur serta berdasarkan observasi dan wawancara. Panduan Metode Kreatif dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Kejuruan dihimpun secara lengkap dan dikembangkan dalam suatu panduan modul yang menarik, relevan dan mudah difahami. Panduan metode kreatif ini hadir menjadi bahan bacaan yang sangat bermanfaat bagi para guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan, sebagai panduan dalam pengajaran serta penerapan metode pembelajaran yang lebih kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan, merumuskan panduan metode kreatif serta menguji kelayakan panduan metode kreatif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE teori Branch (2009) yang mencakup Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Tahap pengembangan melibatkan validasi oleh tiga ahli yaitu ahli metode, ahli Pendidikan Agama Islam dan ahli bahasa, serta ujicoba produk kepada 25 guru Pendidikan Agama Islam dari MGMP PAI SMK Kota dan Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pada tahap analisis kebutuhan dari 25 guru setuju bahwa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam memerlukan metode kreatif sebanyak 95 %, diperlukan panduan metode kreatif dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam SMK sebanyak 84 % dan diperlukan panduan metode kreatif dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam SMK sebanyak 100 %. Panduan ini dirancang dengan menarik, disajikan berbagai metode disesuaikan dengan struktur panduan, karakteristik siswa dan Capaian Pembelajaran kurikulum merdeka. Kelayakan panduan metode kreatif ini divalidasi oleh tiga ahli, validasi ahli metode menghasilkan 3,61 dengan persentase 87,5 % , ahli Pendidikan Agama Islam menunjukan skor 3,61 dengan persentase 90,8 %, mengindikasikan bahwa konten memenuhi standar yang sangat baik, Validasi ahli bahasa dengan skor 3,1 dan presentasi 81,5 % menunjukan bahwa bahasa dan penyampaian konten metode kreatif sudah sangat baik. Panduan metode kreatif ini juga mendapatkan penilaian yang positif dari 25 guru.
Strategi Pembelajaran Ilmu Sharaf bagi Pemula di Lingkungan Pesantren: Pendekatan Praktis dan Efektif Maulana Pein; Ahmad Sastra; Hasbi Indra
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.494

Abstract

Pembelajaran khususnya bahasa Arab seringkali terdapat permasalahan, baik yang berhubungan dengan guru, siswa, atau yang lainnya. Untuk mencapai tujuan pendidikan, guru harus kompeten dalam pengelolaan Kelas, memperhatikan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap metode yang digunakan guru dalam belajar nahwu sharaf, dukungan dan pencegahan dalam proses pembelajaran nahwu sharaf, dan upaya guru untuk mengatasi hal-hal yang menghambat siswa dalam mempelajari Nahwu Sharaf dan Pondok Lingkungan Pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bagus. Alat pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumen. Analisis data dilakukan dengan cara memberikan penjelasan terhadap data yang diperoleh dan menjadikannya menarik Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa: metode yang digunakan guru Ajaran Nahwu Sharaf terbagi menjadi dua, yaitu metode Qawaid Wa Tarjamah dan metode Induktif; hal-hal yang menunjang dan mencegah dalam proses pembelajaran nahu Sharaf terbagi menjadi dua yaitu faktor internal berupa motivasi, minat dan pelatihan siswa berbeda dan nyata. Mengenai faktor eksternal berupa dukungan dari keluarga dan teman, hal lingkungan, pendekatan guru, keberadaan kamus bahasa Arab, serta waktu dan jam pembelajaran singkatan; dan upaya guru mengatasi hambatan siswa belajar nahwu sharaf di Pondok Pesantren dengan cara memberi motivasi, perbaikan proses belajar, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang Pemahaman mereka tentang sains luar biasa, dan mereka selalu melakukan penelitian pendidikan memperbaiki sistem penyampaian materi yang rumit tersebut agar mudah dipahami santri.