Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Aplikasi Teknik Poro-Acoustic Impedance untuk Meningkatkan Korelasi Pengikatan Data Sumur dan Penampang Seismik Handoyo, Handoyo; Samuel, Brian; Samosir, Sondang
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.519

Abstract

Pada tahap interpretasi seismik refleksi, pengikatan data sumur dengan data seismik (well seismic tie) merupakan tahapan krusial untuk memastikan lokasi target eksplorasi sudah tepat. Secara konvensional, proses ini melibatkan parameter-parameter fisis seperti densitas, kecepatan gelombang -P, impedansi akustik atau Acoustic Impedance (AI), dan koefisien refleksi. Hasil dari konvolusi koefisien refleksi dengan suatu wavelet, menghasilkan seismogram sintetik yang digunakan untuk mengikat data seismik. Pada penelitian ini, kami menerapkan teknologi baru dalam tahapan interpretasi seismic refleksi yang disebut Poro-Acoustic Impedance (PAI). Metode PAI menggunakan konsep porositas yang seharusnya terlibat dalam perumusan nilai Acoustic Impedance sehingga dapat merepresentasikan kondisi batuan secara aktual. Pada penelitian ini, kami menggunakan data seismik 2D dari lapangan migas di Laut Utara disertai dengan satu data sumur (well) yang digunakan sebagai marker dan analisis PAI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan korelasi pengikatan data sumur dengan data seismik dari 0.789 ketika menggunakan metode AI menjadi 0.834 ketika menggunakan metode PAI. Peningkatan ini berimplikasi pada proses picking yang lebih efektif dan akurat. Dengan demikian, metode PAI dapat menjadi metode baru yang simpel dan efektif untuk mengurangi ketidakppastian pada proses pengikatan data sumur dengan data seismik, sehingga batas-batas formasi batuan dapat tercitrakan dengan lebih baik.
Study of Porosity and Mechanical-Elastic Properties of the Potential Underground CO2 Storage in Un-Mined Coal Seams from Well-log Data, South Sumatra Basin, Indonesia Handoyo, Handoyo; Sigalingging, Asido Saputra; Nathania, Edlyn Yoadan; Astomo, Dimas; Carbonell, Ramon; Samosir, Sondang
Science and Technology Indonesia Vol. 10 No. 1 (2025): January
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2025.10.1.238-249

Abstract

In CO2 storage technology, particularly in coal seams, necessitates specialized research into numerous critical factors that are equivalent to coal seam characteristics, including porosity, permeability, rock strength (UCS: uniaxial compressive strength), Poisson ratio, and brittleness. Rock properties of the coal seam are responsible for the CO2 storage capacity. In this study, we have core samples from the borehole and employed four well-logs (within and area ∼ 1000 m × 875 m) that drilled in the coal mining project located in South Sumatra Basin, Indonesia. The goal of this study is to describe the coal seam C strata in the sub-surface that have the potential to be utilized for underground CO2 storage. In this study, we identified coal seams C from low density and gamma rays from log response data. Then, we predict porosity values from data density, velocity (Vp andVs), UCS values, and BI using petrophysical and rock physics approaches. The result of this study shows that the distribution of top depth coal seam C varies in depth 19 to 225 m with the porosity 0.086-0.138. The value of UCS 1150 1299 Pa and brittleness index 0.531-0.569 that are associated with a characteristic coal with low to medium strength and medium brittleness. The results of this preliminary analysis revealed that the coal seam layer in this region has a high potential for CO2 storage in Sumatra, Indonesia.
Aplikasi Teknik Poro-Acoustic Impedance untuk Meningkatkan Korelasi Pengikatan Data Sumur dan Penampang Seismik Handoyo, Handoyo; Samuel, Brian; Samosir, Sondang
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.519

Abstract

Pada tahap interpretasi seismik refleksi, pengikatan data sumur dengan data seismik (well seismic tie) merupakan tahapan krusial untuk memastikan lokasi target eksplorasi sudah tepat. Secara konvensional, proses ini melibatkan parameter-parameter fisis seperti densitas, kecepatan gelombang -P, impedansi akustik atau Acoustic Impedance (AI), dan koefisien refleksi. Hasil dari konvolusi koefisien refleksi dengan suatu wavelet, menghasilkan seismogram sintetik yang digunakan untuk mengikat data seismik. Pada penelitian ini, kami menerapkan teknologi baru dalam tahapan interpretasi seismic refleksi yang disebut Poro-Acoustic Impedance (PAI). Metode PAI menggunakan konsep porositas yang seharusnya terlibat dalam perumusan nilai Acoustic Impedance sehingga dapat merepresentasikan kondisi batuan secara aktual. Pada penelitian ini, kami menggunakan data seismik 2D dari lapangan migas di Laut Utara disertai dengan satu data sumur (well) yang digunakan sebagai marker dan analisis PAI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan korelasi pengikatan data sumur dengan data seismik dari 0.789 ketika menggunakan metode AI menjadi 0.834 ketika menggunakan metode PAI. Peningkatan ini berimplikasi pada proses picking yang lebih efektif dan akurat. Dengan demikian, metode PAI dapat menjadi metode baru yang simpel dan efektif untuk mengurangi ketidakppastian pada proses pengikatan data sumur dengan data seismik, sehingga batas-batas formasi batuan dapat tercitrakan dengan lebih baik.
Pemetaan Distribusi Lapisan Batubara Menggunakan Inversi Accousic Impedance sebagai Potensi Gas CBM di Cekungan Barito Hafifah, Rifdayani; Handoyo , Handoyo; Sigalingging, Asido Saputra; Samosir, Sondang; Nasibov, Aladdin
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1390

Abstract

Ketersediaan energi yang semakin menipis mendorong urgensi diversifikasi sumber energi, salah satunya pemanfaatan Coal Bed Methane (CBM). Batubara berperan sebagai source rock sekaligus reservoir bagi CBM sehingga sangat menarik untuk dipelajari karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan distribusi lapisan batubara sebagai potensi CBM di Cekungan Barito melalui analisis inversi impedansi akustik. Data yang digunakan berupa data seismik 2D post-stack time migration (PSTM) sebagai input dan data sumur (log GR, NPHI, RHOB, sonic, dan ILD) sebagai kontrol, serta data checkshot dan marker untuk penentuan zona target. Hasil inversi AI dengan metode LPSS menghasilkan penampang impedansi akustik yang menunjukkan zona target Coal C pada kedalaman 665-700 m atau time 620-660 ms dengan nilai AI <5200 [(g/cc)(m/s)]. Korelasi antara sifat fisis batubara, respon log, dan hasil inversi AI menunjukkan keterkaitan yang konsisten terhadap sebaran lapisan batubara sebagai Lokasi potensi Coal Bed Methane (CBM).
Analisis Data Well Untuk Karakteristik Lapisan Batu Bara Coal Zone C, Cekungan Barito Formasi Warukin Kalimantan Tengah Napolion, Ananda Firsty; Handoyo; Samosir, Sondang
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/5qpcsn84

Abstract

Cekungan Barito memiliki sistem pengandapan batubara yang cukup kompleks akibat variasi fasies dan control tektonik. Berbagai pendekatan geologi dan geofisika dapat digunakan untuk menentukan persebaran secara lateral dari distribusi sebaran batubara yang dikontrol oleh data sumur secara vertikal dengan resolusi tinggi (satuan hingga puluhan cm). Penelitan ini bertujuan mengatahui lapisan batubara yang terdapat di bawah permukaan, menginterpretasikan zona target menggunakan data log, dan membuat crossplot dari data log. Dataset yang digunakan meliputi log Gamma Ray (GR), resistivitas, densitas yang rendah, dan spontaneous potential (SP) dari sumur eksplorasi. Hasil interpretasi menunjukan keberadaan batu bara dengan ketebalan bervariasi dan sebaran lateral yang cukup baik, sesuai dengan pola pengendapan fluvial deltaic di Cekungan Barito, Kalimantan Tengah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lapisan batubara dicirikan oleh nilai densitas berkisar 1.6-2.1 g/cc dan impedansi akustik <4500 [(g/cc)(m/s)] yang secara kuantitatif telah dapat mengidentifikasi tiga lapisan batubara di area penelitian. Infomasi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan model geologi dan perencanaan eksplorasi lanjutan di Cekungan Barito. 
Geomechanical Integrity Assessment in Field X of the Telisa Formation Caprock for CO₂ Storage in the Central Sumatra Basin Abdillah, Hanif Ridho; Aurell Alyya Charissa; Handoyo Handoyo; Samosir, Sondang
Jurnal Phi: Kurnal Pendidikan Fisika & Terapan Vol 12 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v12i2.34352

Abstract

Evaluating caprock integrity is essential to ensure the long-term security of geological CO₂ storage. This study assesses the elastic and geomechanical characteristics of the Telisa Formation in the Central Sumatra Basin as a potential caprock for Carbon Capture and Storage (CCS). The analysis integrates well log data from four wells (C-1, H-1, P-1, and T-1), including gamma ray, sonic, density, and predicted shear-wave velocity logs. Elastic parameters such as Young’s Modulus (1–15 GPa) and Poisson’s Ratio (0.3–0.5) were calculated and used to derive the Brittleness Index (0–1.5), while Unconfined Compressive Strength (35–65 MPa) was estimated to evaluate rock strength. The results indicate that the Telisa Formation is predominantly shale-dominated, characterized by high gamma ray values and low porosity, consistent with typical caprock properties. Acoustic Impedance, Young’s Modulus, and UCS generally increase with depth, reflecting progressive compaction and enhanced rock stiffness. Crossplot analyses reveal positive correlations between Acoustic Impedance, Young’s Modulus, Brittleness Index, and UCS, and a negative relationship between Poisson’s Ratio and stiffness-related parameters. Although localized less brittle-to-brittle intervals are identified, particularly in Well P-1, the formation overall exhibits ductile to less brittle behavior. These findings suggest that the Telisa Formation demonstrates favorable mechanical integrity for CO₂ containment, if injection pressures are carefully managed and structural discontinuities are properly evaluated to minimize leakage risk.
Screening Potential CO₂ Storage Reservoirs Basin Using Petrophysical Evaluation: Case Study in Field X, Central Sumatra Basin Charissa, Aurell Alyya; Abdillah, Hanif Ridho; Handoyo, Handoyo; Samosir, Sondang
Jurnal Phi: Kurnal Pendidikan Fisika & Terapan Vol 12 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v12i2.34353

Abstract

This study was conducted to evaluate the feasibility of the Menggala Formation in the Central Sumatra Basin as a potential Carbon Capture and Storage (CCS) reservoir candidate based on the analysis of key petrophysical parameters. Well log analysis was carried out by determining reservoir depth, effective thickness, effective porosity, and Net-to-Gross (NTG) as indicators of reservoir suitability. The results show that the reservoir depth ranges from 1662.48 to 1805.14 m, with an average of 1705.108 m, thereby meeting the requirement for CO₂ storage under supercritical conditions. The average effective porosity of 15.54%, effective thickness of 23.38 m, and NTG value of 0.595 indicate adequate reservoir quality at the initial screening stage. Although lateral variation exists among the wells, the Menggala Formation generally meets the criteria as a potential CO₂ injection site. However, further studies, including volumetric storage capacity estimation and caprock (seal) integrity evaluation, are required to ensure long-term reservoir feasibility.