Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Rancang bangun alat pemanen madu berbasis konduktivitas Sutanto, Sutanto; Widjajanto, Danang; Kusumastuti, Sri Lestari
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 4 No. 2: Special Issue on 15th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v4.i2.2024.105-114

Abstract

Budidaya lebah sebagai sumber utama penghasil madu sudah banyak dilakukan oleh masyarakat secara berkelompok atau secara individu. Pada saat memanen madu sebagian besar petani lebah masih dilakukan secara tradisional, yaitu dengan menekan kantung madu dengan sendok di atas saringan. Dengan demikian diperlukan waktu proses yang cukup lama dan sebagian madu masih ada yang tertinggal dalam kantung madu. Oleh karena itu, waktu yang digunakan untuk memanen madu menjadi kurang efisien dan madu yang diperoleh kurang optimum. Untuk membantu mempercepat proses pemanenan dan mengoptimumkan perolehan madu, maka dibuat alat pemanen madu berbentuk silinder yang dilengkapi piringan penekan kantung madu dari bahan baja tahan karat SS 304 yang dapat digerakkan naik atau turun secara manual dan dilengkapi alat konduktotometer untuk mendeteksi sisa madu dalam kantung madu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada pemrosesan kantung madu 10 gram, 20 gram dan 30 gram alat mampu menghasilkan cairan madu masing-masing 5,4 mL, 10,3 mL dan 15,8 mL. Rendemen rata-rata 47,6%, kandungan air rata-rata 8,68%, dan konduktivitas rata-rata madu dalam kantung madu 19,5 uS/cm.
IMPLEMENTASI FISHBONE DIAGRAM DALAM ANALISIS BREAKDOWN DIVISI MAINTENANCE LISTRIK PADA PRODUKSI BAJA DI PT. X Muzakki, Rizdam Firly; Nuralam, Nuralam; Kusumastuti, Sri Lestari
Jurnal Inkofar Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v9i1.422

Abstract

Breakdown produksi merupakan salah satu peristiwa yang harus diminimalisir, bahkan dieliminasi pada setiap proses produksi di sektor industri. PT. X sebagai salah satu produsen baja nasional juga berupaya untuk mengoptimalkan proses produksi, mengingat modal yang dibutuhkan untuk memproduksi baja memiliki nilai yang relatif tinggi. Breakdown produksi perlu dianalisis dengan baik untuk mendapat solusi yang tepat dan akurat. Salah satu alat yang dapat digunakan adalah fishbone diagram. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui dua kendala yang paling dominan terjadi selama periode Desember – Mei terjadi pada area Crop Shear (21%) dan Flying Shear (19%). Adapun pada area Crop Shear diketahui motor trip akibat terindikasi overspeed, sedangkan pada area Flying Shear motor bekerja abnormal akibat ada indikasi pompa oli yang mati. Tindakan perawatan dan perbaikan lalu dirancang berdasarkan hasil analisis yang didapat, yaitu penggantian parameter kerja motor Crop Shear, dan penggantian kabel indikator oil flow untuk motor Flying Shear. Hal ini perlu direalisasikan untuk mengantisipasi hal semula terjadi di masa mendatang melalui corrective dan preventive maintenance.Kata kunci: industri baja, diagram tulang ikan, diagram pareto, perawatan
Implementasi Sistem Monitoring Pertumbuhan Tanaman Hidroponik Berbasis Sensor Konduktivitas dan LabVIEW Nuralam, Nuralam; Muzakki, Rizdam Firly; Kusumastuti, Sri Lestari; Hariyanto, Hariyanto
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 7 No 02 (2025): Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v7i02.1787

Abstract

This community service project is an implementation of research findings. Hydroponic farming offers an innovative solution to land scarcity and soil degradation in urban areas. Its success heavily depends on the management of nutrient solution quality, particularly in terms of electrical conductivity (EC) and temperature. In the local hydroponic farm, residents were still using manual methods that are inaccurate and lack data logging capabilities. Therefore, an EC and temperature sensor-based monitoring system integrated with LabVIEW was developed. The system is designed to provide real-time readings, color-coded visual indicators, and automatic data logging. Testing was conducted over six days at a lettuce hydroponic installation, yielding an average EC deviation of 3.2% compared to a reference device. The measured temperature range remained within the ideal range (26.1–28.3°C). The system operated stably with a 1-second reading interval, low power consumption, and compatibility with local conditions. Positive user feedback highlighted its ease of use and practical benefits in plant maintenance decision-making. Through this appropriate technology approach, the system has the potential to serve as a model for smart household-scale agricultural development in urban areas
Hydroponic System with Integrator Modified on PI Controller for Nutrient and Water Regulation Akhinov, Ihsan Auditia; Nuralam, Nuralam; Kusumastuti, Sri Lestari; Purwanti, Bernadeta Siti Rahayu; Fadhilah, Adjie Nur
TEPIAN Vol. 5 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tepian.v5i4.3157

Abstract

— This study developed a hydroponic control system to regulate nutrient concentration (PPM) and water volume using a Proportional-Integral (PI) controller. The PI controller was chosen for its simplicity and effectiveness in systems that do not require fast response times. A trial-and-error method was used to tune the Kp and Ki values, which were implemented in an ATMega328 microcontroller. The system consists of one AC pump and two DC pumps: DC Pump-1 controls the PPM by supplying liquid fertilizer, while DC Pump-2 regulates the water volume. The results showed that modifying the PI controller with an integrator limitation improved performance. For PPM control, a limit of 13000 with Kp = 2 and Ki = 0.01 resulted in a 0.5% error, 56.8-second rise time, and a 4.8% overshot. For water level control, a limit of 12000 with Kp = 100 and Ki = 0.16 yielded a 3.25% error, 2% overshot, and a 65.4-second rise time. The test results demonstrated that the use of AB Mix can be reduced by up to 26% compared to a conventional PID, with an initial PPM value of around 350.