Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KESESUAIAN LOKASI KERAMBA JARING APUNG DILIHAT DARI KONDISI HIDROGRAFI DI DESA GELUNG KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO Creani Handayani; Aditya Kusuma Wardhana
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2375

Abstract

Dari sekian komoditas perikanan yang bernilai tinggi dan selalu diminati pasar perikanan seluruh duina yaitu Lobster Pasir (Panulirus homarus). Setiap tahun permintaan akan lobster di dunia meningkat. Keramba jaring apung di laut merupakan wadah yang tepat dalam budidaya Lobster Pasir. Faktor yang harus diperhatikan pada budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) yaitu kualitas perairan serta lokasi yang cocok untuk pertumbuhan lobster. Budidaya di keramba jaring apung harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu harus memiliki kondisi hidrografi yang sesuai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat kondisi hidrografi keramba jaring apung sebagai tempat budidaya Lobster Pasir di Desa Gelung Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Adapun metode yang dipakai di dalam penelitian ini adalah analisis kesesuaian berdasarkan nilai pembobotan scoring. Didapatkan bahwa berdasarkan hasil dari tabel kesesuaian scoring, kondisi hidrografi keramba jaring apung sebagai tempat budidaya Lobster Pasir di perairan Gelung dengan nilai keseluruhan 67,18% termasuk dalam kategori layak bersyarat.
MONITORING KUALITAS AIR TAMBAK DENGAN WQ (WATER QUALITY) INTERPRETER Anita Diah Pahlewi; Damayanti; Creani Handayani; Dian Widiarti
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.22298

Abstract

The Association of Panarukan Situbondo’s Shrimp Farmers at Panarukan Sub-district, Situbondo Regency, raises white vaname shrimp in a polyculture method in their ponds in a simple way, relying on instinct with their limited knowledge about the importance of IPAL and water quality monitoring for shrimp ponds. The problems in this community service activity are: 1) the IPAL technology has not been implemented; 2) it is quite difficult for farmers to monitor water quality due to limited information regarding the interpretation of the numbers/values ​​of the tested water quality parameters. Providing solutions to these problems, a technological innovation is designed in the form of a WQ (Water Quality) Interpreter application. This community service activity aims to assist farmers in monitoring the quality of their pond water by providing information related to interpreting the numbers/values ​​of the tested water quality parameters. Community service activities are carried out through the First Session, namely the socialization of the Implementation of IPAL at the Traditional Vaname Shrimp by using a PowerPoint presentation method. The second session was training and mentoring on using the WQ Interpreter application with a demonstration method by showing the steps of using the WQ Interpreter application. The socialization for implementing IPAL at the Traditional Vaname Shrimp Shrimp and using the WQ Interpreter application was attended by about ten traditional Vaname shrimp farmers. With this socialization, knowledge about the importance of implementing IPAL for the sustainability of their shrimp farming business will increase. The WQ Interpreter application design has been completed so that the farmers can apply and use it. ---  Himpunan Petambak Panarukan Situbondo (HPPS) di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo membesarkan udang vaname metode polikultur di tambak mereka secara sederhana, mengandalkan insting dengan keterbatasan pengetahuan mereka mengenai pentingnya IPAL dan monitoring kualitas air untuk tambak udang. Permasalahan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) belum diterapkannya teknologi IPAL; 2) petambak cukup kesulitan memonitoring kualitas perairan karena keterbatasan informasi mengenai interpretasi angka/nilai parameter kualitas air yang diuji. Memberikan solusi atas permasalahan tersebut, maka dirancang inovasi teknologi berupa aplikasi WQ (Water Quality) Interpreter. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu petambak dalam memonitoring kualitas air tambaknya dengan menyediakan informasi terkait interpretasi angka/nilai parameter kualitas air yang diuji. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui Sesi Pertama yaitu kegiatan sosialisasi Penerapan IPAL Tambak Udang Vaname Tradisional dilakukan dengan metode presentasi menggunakan power point presentation; Sesi kedua yaitu pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi WQ Interpreter dengan metode demonstrasi dengan menampilkan langkah-langkah dalam penggunaan aplikasi WQ Interpreter. Kegiatan sosialisasi Penerapan IPAL Tambak Udang Vaname Tradisional dan Penggunaan aplikasi WQ Interpreter diikuti oleh sekitar 10 orang petambak udang vaname tradisional. Dengan adanya sosialisasi ini, pengetahuan mengenai pentingnya penerapan IPAL untuk keberlanjutan usaha tambak udang mereka menjadi bertambah. Perancangan aplikasi WQ Interpreter selesai dibuat hingga bisa diaplikasikan dan digunakan oleh para petambak.
Analisis Hubungan Populasi Vibrio Dengan Faktor Lingkungan Pada Inlet Tambak Udang Vannamei Di Situbondo Creani Handayani; Anita Diah Pahlewi; Ani Listriyana
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 4, Number 2, July 2023 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v4i2.27459

Abstract

Vibrio sp. can also be used as an effort to monitor pond water quality. So cultivators must understand the dynamics of pond water quality fluctuations, by periodically controlling pond water quality parameter conditions. The purpose of this study was to determine the relationship between Vibrio populations and environmental factors in Vannamei shrimp ponds. Sampling was carried out for one year in Vannamei shrimp ponds with 4 different locations namely Demung, Panarukan, Jangkar, and Sletreng. Water samples were taken from the inlet (intake channel) in each pond. The data obtained was then analyzed using statistical methods, namely multiple regression analysis. The results of the correlation analysis showed that the relationship between total vibrio and alkalinity and organic matter during the study was shown by a correlation value of R = 0.226, which means the correlation between alkalinity and organic matter to total vibrio was 0.226. The R² value indicates a coefficient of determination of 0.51, which means that the effect of alkalinity and organic matter on total vibrio is very weak, namely 5.10%.
Identifikasi Alat Penangkap Ikan Ramah Lingkungan dalam Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Di Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo Handayani, Creani; Fanela, Muhammad Askin Putra; Al Furkan
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 4 No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v4i3.637

Abstract

Perikanan adalah sektor penting untuk kebutuhan pangan dan ekonomi, namun aktivitas yang meningkat menyebabkan tekanan pada sumberdaya perikanan dan lingkungan laut. Overfishing menjadi masalah serius dengan lebih dari 80% populasi ikan dieksploitasi berlebihan. Di Indonesia, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan memperburuk situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi alat penangkap ikan ramah lingkungan untuk meningkatkan pengelolaan sumberdaya perikanan di Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan dan wawancara mendalam dengan nelayan lokal untuk mengevaluasi efektivitas alat tangkap. Alat tangkap yang diteliti meliputi jaring udang, pancing ulur dan bubu lipat dengan penilaian berdasarkan sembilan kriteria dari Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Secara keseluruhan, alat tangkap pancing ulur, bubu lipat dan jaring udang termasuk dalam kategori sepenuhnya ramah lingkungan. Pancing ulur dan bubu lipat dengan bobot masing-masing 34, sementara jaring udang mendapat bobot 30.
PENGENALAN RENANG PADA REMAJA SEBAGAI SELF-SAFETY (KESELAMATAN DIRI) DI SMP NEGERI 4 SATAP PANARUKAN Handayani, Creani; Gunawan, Bodi; Pahlewi, Anita Diah; Wahyudi, Muhammad N.Z
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i1.2801

Abstract

Banyak pemukiman di Situbondo yang berada di dekat pantai sehingga semua kegiatan yang dilakukan masyarakatnya tak lepas dengan perairan khususnya laut. Dari tingginya kegiatan yang dilakukan di pesisir salah satunya bermain di air atau berenang di pantai dan sungai. Pengenalan renang dari usia dini sampai usia dewasa merupakan salah satu upaya dalam memasyarakatkan olah raga renang dalam upaya penyelamatan diri (self-safety) jika terjadi sesuatu di air. Sebagian besar anak remaja di SMP Negeri 4 SATAP Panarukan tinggal berdekatan dengan laut dan sungai. Mereka seharusnya tahu dan dapat berenang untuk keselamatan diri mereka ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di air. Adapun tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang dasar-dasar berenang serta pentingnya berenang sebagai self-safety. Dari hasil perhitungan sebesar 87% para peserta kegiatan belum bisa berenang sama sekali. Sedangkan 13% sisanya sudah bisa berenang tetapi belum mahir. Setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat selesai diharapkan siswa-siswi SMP Negeri 4 SATAP semakin tertarik dalam mempelajari berenang karena berenang itu sangat penting untuk keselamatan diri.
Analisis Risiko Usaha Budidaya Ikan Lele Kelompok “Fishery” BEM Fakultas Pertanian Sains Dan Teknologi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Purnomo, Rinaldy Harjo; Handayani, Creani; Listriyana, Ani
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v3i02.7462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko produksi dan keuangan dalam usaha budidaya ikan lele (Clarias gariepinus) sistem bioflok di Kelompok “Fishery” Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif, perhitungan nilai standar (Z-score), dan Value at Risk (VaR) untuk mengukur probabilitas serta dampak risiko. Data yang dianalisis berasal dari tiga siklus produksi tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi 791,63 kg per siklus dengan standar deviasi 300,49 kg dan probabilitas risiko produksi sebesar 37,8%, menandakan potensi tinggi hasil panen di bawah batas aman 700 kg. Nilai VaR menunjukkan potensi penurunan produksi hingga 297,32 kg pada kondisi ekstrem. Dari sisi keuangan, rata-rata kerugian per siklus sebesar Rp4.000.000 dengan standar deviasi Rp2.645.751 dan peluang kerugian di atas Rp6.000.000 mencapai 22,48%. Berdasarkan pemetaan kuadran risiko, baik risiko produksi maupun keuangan termasuk Kuadran II (probabilitas tinggi – dampak besar), sehingga diperlukan strategi mitigasi seperti penerapan biosekuriti, pemantauan kualitas air, pemilihan benih unggul, pengelolaan keuangan disiplin, serta pembentukan dana cadangan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam penerapan manajemen risiko untuk meningkatkan keberlanjutan usaha budidaya lele berbasis bioflok
Optimalisasi Pendederan Ikan Kerapu Cantang Di CV. Angga Solihin Putra, Bali Ramadhan, Alfarish; Handayani, Creani; Buana, Lintang Indra
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v3i02.7397

Abstract

Kerapu Cantang (Epinephelus Fuscoguttatus x Epinephelus Lanceolatus) merupakan komoditas unggulan budidaya bernilai ekonomi tinggi. Tahap pendederan berperan penting dalam menentukan kualitas dan kelangsungan hidup benih. Penelitian ini dilakukan di hatchery CV. Angga Solihin Putra, Gerokgak, Bali, untuk mengevaluasi kinerja produksi pendederan Kerapu Cantang. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan pencatatan data teknis pada setiap tahap pemeliharaan, meliputi persiapan wadah, penebaran, pemberian pakan, dan pengelolaan kualitas air. Hasil menunjukkan tingkat kelangsungan hidup 80% dengan pertumbuhan seragam hingga ukuran siap tebar dalam waktu 45-60 hari. Manajemen kualitas air dan kebersihan wadah menjadi faktor utama keberhasilan produksi benih.